HA-ER-DE

Sejak beberapa tahun terakhir saya sering sekali menyentil dan mengkritik mereka yang menggunakan singkatan “HRD” (ha-er-de) untuk menyebut bidang pengelolaan (manajemen) sumberdaya manusia (MSDM) yang dalam bahasa Inggris disingkat HRM. Orang-orang yang diserahi tanggung jawab memimpin bidang itupun disebut sebagai Manajer/Direktur HRD.

Minggu lalu misalnya, saya membaca sebuah “iklan” di Linkedin yang mencari Manager HRD. Iklan tsb dipost oleh seorang recruiter yang berlatar belakang psikologi. Saya iseng bertanya tentang lingkup tanggung jawab dan tugas dari “HRD” Manager itu. Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab HRD Manager tersebut mencakup semua pekerjaan dalam manajemen sumberdaya manusia dari rekrutmen, pengelolaan gaji/upah hubungan perburuhan, keselamatan kerja dan malahan bidang-bidang umum dan pelayanan seperti pengamanan dan urusan kebersihan lingkungan.

Yang lebih mengejutkan saya adalah uraian yang diberikan oleh sebuah Blog di Bandung yang dikelola oleh sekelompok anak muda yang baru lulus dari Fakultas Psikologi (ini link nya), sebuah universitas disana. Penjelasan mereka tentang HRD adalah sbb: “HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya HRD biasa (?) disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”. HRD dalam manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol (? Mungkin typo)” atau Human Resources Management”. Darimana atau dari siapa, atau apa sumber rujukan mereka untuk menyajikan definisi seperti itu?

Beberapa orang menjelaskan bahwa huruf “D” dalam HRD itu adalah DEPARTEMEN yaitu sebutan untuk satuan kerja dalam sebuah organisasi yang berasal dari kata “department” dalam bahasa Inggris.
Kalau itu penjelasannya, lalu bagaimana dengan perusahaan atau institusi yang menamakan satuan kerja yang menangani manajemen SDM dengan sebutan lain? Misalnya DIREKTORAT (karena dipimpin oleh seorang Direktur) mungkin DIVISI, BIRO, BAGIAN, mungkin sebutan lain? Apakah mereka tidak tercakup? Beberapa orang lainnya menjelaskan bahwa huruf “D” dalam HRD adalah singkatan dari “Development”. Tetapi mengapa urusan remunerasi, hubungan perburuhan dan urusan urusan umum juga diurus oleh bidang “development”?

Baca juga:  Berbicaralah Menggunakan Data

Bila mereka itu membaca buku-buku tentang Manajemen Sumberdaya Manusia (Human Resources Management) dengan seksama, semua buku akan dengan tegas menjelaskan bahwa “Human Resources Development” adalah salah satu sub-fungsi dalam seluruh proses manajemen sumber daya manusia. HRD dalam konteks ini adalah seluruh proses pengembangan (baca: peningkatan kualitas/kompetensi) sumberdaya manusia atau sumberdaya insani (human capital) yang dimiliki sebuah organisasi. Didalamnya ada kegiatan rekrutmen, pelatihan, pembinaan dan penggantian (bila perlu).

Saya sangat mendukung dan senang dengan keinginan mereka untuk berkiprah dalam bidang ini. Demikian juga atas kegiatan dalam mengembangkan bidang kerja ini dan usaha meningkatkan pemahaman publik tentang bidang ini. Tetapi alangkah lebih bagusnya bila mereka menyajikan informasi yang tepat dan bisa dipertanggung jawabkan.

Mengapa tidak biasakan saja menggunakan sebutan2: HR, SDM atau MSDM/MSDI, HRM, HCM dan HR Manager, HR Director untuk pejabatnya?

DR. Drs. Achmad S. Ruky, MBA
Jakarta 17 September 2016