[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Selamat malam semuanya..

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Malam ini kita akan melaksanakan Kulgram yang ke 35

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Dihitung dari kami mengadakan kulgram pertama kali di akhir Oktober 2016.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Kulgram malam ini mengambil tema ‘Mengendalikan Hutang Perusahaan kepada Karyawan’. Sebuah tema yang sepertinya jarang dibahas di sesi2 diskusi HR

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Kulgram akan dibagi 2 sesi. 1 jam pertama adlah sesi materi dan 1 jam berikutnya adalah sesi tanya jawab.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Sebelum saya menuliskan latar belakang dari pak Gde. Saya akan mengingatkan kembali aturan main dari Kulgram

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
1. Peserta Kulgram diminta untuk tidak menyela (dengan chat) baik komentar ataupun pertanyaan kecuali diminta oleh moderator.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
2. Pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/]

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Oke..saya akan menuliskan latar belakang pak Gde. Pak I Gde Eka Sarmaja, mengawali karir di Asuransi Jiwa Allstate. Dan kemudian beliau berpindah ke Prudential Life Assurance dan AIG Lippo (sekarang AIA Financial). Setelah itu pak Gde bekerja di Towers Watson Purbajaga. Kemudian kembali lagi ke dunia asuransi di PT Asuransi Jiwa Manulife. Dan sekarang pak Gde bergabung di PT Mercer Indonesia sebagai Health & Wealth Business Leader dengan posisi Director & Appointed Actuary.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Latar belakang pendidikan beliau adalah lulusan Universitas Indonesia – Master of Actuarial Science

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Terima kasih kepada Mercer Indonesia untuk dukungannya terhadap Rumah MSDM. Sampai saat ini sudah 4 pemateri Kulgram berasal dari Mercer. Colek pak @SatyaRadjasa sambil berharap donasi hehe..😊🙏

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Begitulah sedikit cerita mengenai pak Gde..dan saya akan persilakan pak Gde memulai materi Kulgram

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Silakan pak Gde..dan apabila nanti butuh rehat, tinggal kode2 saja 😊

[Forwarded from gde]
Selamat malam bapak & ibu pembaca kulgram malam ini, senang sekali “bertemu” dengan semuanya pada kesempatan yang istimewa ini. Terima kasih saya ucapkan kepada ibu Indria Hapsari 😋 sebagai moderator saya dan membimbing saya untuk menjadi pengisi acara kulgram Rumah MSDM.

[Forwarded from gde]
15 tahun terakhir secara rutin saya berhubungan dengan HRD di berbagai perusahaan untuk meminta informasi rincian karyawan mereka termasuk gaji, tanggal lahir, tanggal mulai bekerja. Dari tahun ke tahun informasi tersebut digunakan untuk menentukan nilai kewajiban perusahaan yang “dijanjikan” kepada karyawannya.

[Forwarded from gde]
Janji tersebut dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu jatuh tempo : jangka pendek untuk yang dibayarkan kurang dari 12 bulan (contoh : manfaat cuti, manfaat kesehatan), jangka panjang untuk manfaat diatas 12 bulan (contoh : manfaat pensiun, manfaat perhargaan masa kerja).

[Forwarded from gde]
Ruang lingkup PSAK 24 (Pedoman Standar Akutansi Keuangan no.24) sebenarnya mengatur untuk kedua kategori tersebut, namun untuk manfaat yang lebih panjang, diperlukan tehnik dan asumsi tertentu dalam menilai jumlah kewajiban.
Manfaat imbalan kerja juga dapat dibedakan berupa iuran pasti dan manfaat pasti, Hanya kewajiban berupa manfaat pasti yang perlu dibentuk cadangan atas kewajiban yang dijanjikan perusahaan.

[Forwarded from gde]
Pelan tapi pasti porsi kewajiban atas imbalan kerja menjadi semakin signifikan. Standar PSAK 24 tentang akuntasi Imbalan Kerja mengatur cadangan yang dibentuk agar mencukupi untuk membayarkan manfaat yang jatuh temponya masih panjang. Strategi pengelolaan program imbalan kerja penting guna menjaga resiko agar dapat terkendali dan memberikan hasil yang optimal.

[Forwarded from gde]
Banyak terjadi salah kaprah bahwa PSAK 24 itu adalah cadangan pensiun. Seringkali saya melihat HR/Payroll hanya bertugas memberi data karyawan dan berhenti sampai disana, tiba-tiba keluar angka kewajiban yang dihitung oleh aktuaris tanpa ada penjelasan bagaimana angka kewajiban tersebut didapatkan.
Siklus perhitungannya hanya setahun sekali menjelang tutup buku memberi kesan ini merupakan pekerjaan tim Accounting & Finance supaya bisa menyelesaikan laporan keuangan dan lolos audit. Idealnya HR mengambil peran lebih dari sekedar pemberi data.

[Forwarded from gde]
Pada tahun-tahun tertentu, beberapa perusahaan mengeluh karena angka kewajiban PSAK 24 naik, naiknya kadang membuat pihak manajemen kebakaran jenggot dan berusaha mencari cara supaya angka kewajibannya tetap rendah. Disini aktuaris ataupun HR yang biasanya jadi repot dan ditunjuk jadi biang keladi karena gagal memahami perannya. Yang sering ditemui akhirnya terjadi tawar-menawar asumsi kenaikan gaji jangka panjang sampai menawar asumsi discount rate. Worst case-nya bahkan sampai mengancam tidak ada kenaikan gaji untuk semua karyawan. Apalagi jika pada tahun sebelumnya baru melakukan salary adjustment yang cukup tinggi, tapi tidak menyadari konsekuensi dari perubahan tersebut ke PSAK 24.

[Forwarded from gde]
Kewajiban atas imbalan kerja merupakan salah satu komponen neraca keuangan. Jenis imbalan kerja yang diperhitungkan sebagai kewajiban tersebut minimal sesuai dengan kewajiban pensiun menurut Undang-Undang ketenagakerjaan 13 tahun 2013.

[Forwarded from gde]
Kewajiban imbalan karyawan dihitung sebagai kewajiban akrual yaitu di-prorate berdasarkan masa kerja sampai pensiun
• Nilai kewajiban akan berkembang seiring dengan penambahan masa kerja karyawan dan mendekati usia pensiun
• Besarannya akan bertambah dan berkurang seiring dengan peningkatan karyawan yang bergabung maupun keluar dari perusahaan.

Baca juga:  Manfaat dan Tantangan Implementasi Integrated Talent Manajemen

[Forwarded from gde]
Banyak orang tidak menyadari besarnya kewajiban tersebut, seiring dengan berkembangnya perusahaan menjadi lebih besar dan karyawan semakin banyak, pelan tapi pasti porsi kewajiban atas imbalan kerja ini menjadi semakin signifikan dan bahkan menghantui pemilik perusahaan/pemilik modal karena sewaktu-waktu dapat jatuh tempo dan harus dibayarkan secara sekaligus jika terjadi PHK.
Angka kewajiban yang dianalis diambil dari laporan neraca, kewajiban imbalan kerja yang termasuk sebagai kewajiban jangka panjang. Kewajiban yang dicatatkan di neraca tersebut diperlakukan sama dengan kewajiban hutang terhadap debitur.

[Forwarded from gde]
Proses penyusunan laporan PSAK 24 ini sebenarnya bisa memberikan dampak yang lebih baik kepada manajemen, pemilik perusahaan serta karyawan. Hasil dari laporan PSAK 24 ini harus digunakan untuk melakukan tindak lanjut atas angka kewajiban tersebut. Jadi tidak sekadar mencatat kewajiban untuk laporan keuangan saja.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Sepertinya mulai pegel jari2 pak Gde ngetik soal PSAK 24..

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
sambil menunggu pak Gde rehat bentar..apabila bapak dan ibu memiliki pertanyaan bisa diajukan melalui https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

[Forwarded from gde]
boleh bu Indria, kita rehat sejenak ya

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Jadi selama ini banyak terjadi salah kaprah bahwa PSAK 24 itu adalah cadangan pensiun. Dan peran HR selama ini lebih banyak hanya memberikan data. Hmm penasaran dengan peran HR agar lebih maksimal.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Mau dilanjut lagi pak Gde?

[Forwarded from gde]
siap, mari kita lannjutkan ya😋👍

[Forwarded from gde]
Betul bu 😂 , sesuai yang saya sampaikan diawal, banyak yang salah kaprah bahwa PSAK 24 itu adalah cadangan pensiun. Bagi perusahaan yang punya dana pensiun manfaat pasti, cadangan tersebut merupakan nilai iuran yang akan disetorkan ke dana pensiun-nya. Bagi perusahaan yang punya program pensiun iuran pasti, cadangan tersebut merupakan kekurangan yang harus dibayarkan perusahaan saat karyawannya mencapai usia pensiun.

[Forwarded from gde]
Nah bagaimana dengan yang belum punya program pensiun ? Ya artinya kewajibannya belum didanai dan baru sebatas dicatat dalam laporan keuangan sebagai kewajiban jangka panjang. Dengan kata lain, perusahaan mempunyai hutang kepada karyawannya. Jika nilainya sudah terlalu besar, akan menjadi resiko yang besar baik bagi karyawan, manajemen maupun pemegang saham. Karena secara pembukuan nilai saham perusahaan harus dikurangi dengan hutang imbalan kerja tersebut.

[Forwarded from gde]
Ada dua aspek yang perlu menjadi fokus dalam pengelolaan kewajiban atas imbalan kerja tersebut :
1. Menentukan besar kewajiban dengan akurat berdasarkan asumsi “best-estimate”
Pemilihan asumsi yang bersifat jangka panjang diperlukan kajian dan pemahaman yang memadai atas kondisi historis maupun business plan perusahaan, perlu kerjasama pihak HRD dan Finance dalam memberikan rekomendasi kepada manajemen
Apakah asumsi kenaikan gaji tersebut bisa “diatur” ? Nah biasanya disini muncul ide supaya bisa kecil kewajibannya, ya dikecilkan saja asumsi kenaikan gaji-nya. Masalahnya, kalau perusahaan publik, asumsi ini bisa dibaca oleh karyawan, bisa jadi tambah runyam kalau dijadikan rujukan jangka panjang oleh mereka. Karena sifatnya rata-rata jadi belum tentu setiap tahun akan naik sebesar asumsi tersebut dan setiap karyawan akan naik sesuai dengan performance dan kapasitas mereka.

[Forwarded from gde]
Jadi saat ini rentang yang masih dianggap wajar, secara rata-rata kenaikan gaji berada dikisaran 5% sampai 10%. Jadi walaupun ada upaya untuk menekan angka kewajiban melalui asumsi kenaikan gaji serendah mungkin, efek dari upaya ini tidak akan berlangsung lama, karena tahun berikutnya pasti dihitung lagi dengan data aktual sehingga muncul selisih.

[Forwarded from gde]
Aspek berikutnya adalah :
2. Mendanai kewajiban tersebut dengan investasi berdasarkan prinsip asset–liability matching
Bagi perusahaan yg punya dana pensiun, mayoritas kewajiban yang sudah didanai hanya di investasikan dalam instrument likuid jangka pendek seperti deposito, padahal kewajiban tersebut hanya akan dibayarkan saat karyawan mencapai usia pensiun. Tim investasi perlu diberikan informasi mengenai jadwal jatuh tempo pembayaran agar dapat menempatkan investasi yang sesuai dengan profil jatuh tempo agar memperoleh hasil investasi yang optimal.

[Forwarded from gde]
Studi Employee Benefit Practice yang dilakukan Mercer didasari pada laporan keuangan yang sangat mudah diakses publik yaitu perusahaan publik yang masuk dalam daftar LQ-45.
Laporannya dapat diunduh ditautan berikut :
http://www.asean.mercer.com/our-thinking/mercer-study-on-idx-lq45-companies.html
LQ-45 merupakan kumpulan perusahaan yang digolongkan sangat likuid dan menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) karena mewakili 70% dari kapitalisasi pasar bursa. Beberapa perusahaan yang selalu berada dalam kelompok ini antara lain : Astra, Telkom, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BCA dan Indofood. Jika digabungkan, diperkirakan total karyawan langsung dari perusahan tersebut mencapai 800 ribu orang.

[Forwarded from gde]
Berikut observasi yang diperoleh :
Semakin banyak perusahaan yang memberikan employee benefits yang lebih beragam. 30 perusahaan sudah memiliki dana pensiun, 15 perusahaan belum memiliki dana pensiun, 6 perusahaan memiliki program kesehatan pensiunan.
• Sebagai cara untuk mendiferensiasi terhadap kompetitor, misalnya dengan memberikan iuran pensiun yang lebih tinggi berdasarkan masa kerja sebagai penghargaan atas loyalitas
• Memberikan apresiasi terhadap masa kerja yang panjang
• Pengelolaan dan pendanaan– Menggunakan berbagai produk pensiun (DPLK and DPPK) untuk dapat mengelola biaya dan arus kas menjadi lebih baik

[Forwarded from gde]

Baca juga:  Program Magang di Perusahaan

[Forwarded from gde]
Grafik diatas memberikan gambaran bahwa hanya 25% perusahaan tersebut yang memiliki pendanaan yang memadai, sementara sisanya masih sangat rendah bahkan belum punya strategi pendanaan.

[Forwarded from gde]
Jika melihat rasio beban imbalan kerja dalam laporan laba-rugi, dibandingkan terhadap total biaya operasional. Grafik berikut memberikan gambaran bahwa terdapat 6 perusahaan dengan rasio biaya imbalan kerja diatas 20%. Dan 12 perusahaan dengan rasio antara 10%-20%. Nilai ini relatif besar dan cenderung meningkat tiap tahunnya.

[Forwarded from gde]

[Forwarded from gde]
Kesimpulan:
• Strategi pendanaan belum dilakukan dengan baik karena lebih dari separuh perusahaan tersebut belum memiliki program pendanaan yang memadai terhadap program imbalan kerja.
• Kewajiban imbalan kerja diprediksi akan meningkat dengan pesat seiring dengan semakin banyak perusahaan yang menjanjikan manfaat tambahan dan kewajiban yang ada saat ini juga semakin dekat jatuh tempo untuk dibayarkan.
• Untuk kondisi “net liability” yang muncul dalam neraca keuangan, karyawan berada dalam posisi yg mirip dengan “unsecured creditor” (kreditur tanpa jaminan aset), dimana sebagian dari remunerasinya diberikan sebagai pinjaman kepada perusahaan.
• Beban imbaan kerja diprediksi akan semakin meningkat, tanpa penanganan yang tepat akan memberikan beban keuangan bagi perusahaan serta mengancam posisi kompetitifnya karena bebannya besar.

[Forwarded from gde]
HR dan Finance bisa bersinergi 👍 untuk memanfaatkan informasi PSAK 24 untuk membantu manajemen dan pemegang saham mengoptimalkan value perusahaan, disisi lain, dengan strategi pendanaan dan komunikasi yang tepat, karyawan merasa bahwa masa depan pensiun mereka dikelola dengan baik. Sehingga kompromi antara kenaikan gaji jangka panjang dan program pensiun yang baik dapat dicapai.😋

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
sepertinya materi dari pak Gde sudah sampai di akhir materi. Ilmu yang sangat menarik untuk dipelajari

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Sambil menunggu pertanyaan masuk, kita break dulu ya pak Gde

[Forwarded from gde]
Silahkan bu Indria

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Bapak dan ibu sekalian, sekali lagi pertanyaan dapat diajukan di https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Pak Gde, untuk perhitungan PSAK 24 apakah selama ini sudah menjadi hal yang harus diperhitungkan di setiap perusahaan baik kecil, menengah?

[Forwarded from gde]
Ya, PSAK 24 berlaku untuk semua size perusahaan, namun frekwensi dan komponennya bisa berbeda-beda

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Maksud dari frekwensi dan komponen berbeda itu seperti apa? apakah frekwensi nya bisa tidak setiap tahun kah?

[Forwarded from gde]
beberapa perusahaan publik melakukannya setiap 3 bulan, tapi ada juga perusahaan yang kecil melakukannya 3 tahun sekali

[Forwarded from gde]
sedangkan komponen yang dihitung mayoritas hanya memberikan sesuai UU 13, semakin kompleks jenis programnya, asumsi yang dipakai bisa beragam dan lebih rumit

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Jadi tidak ada keharusan untuk menghitungnya setiap tahun ya pak?

[Forwarded from gde]
Dasar penentuannya adalah seberapa material kewajiban tersebut muncul dalam laporan keuangan perusahaan. Biasanya perusahaan RO (representative office) dengan karyawan kurang dari 10 melakukannya 3 tahun sekali

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Pak Gde, karena ini adalah hal yang bisa jadi merupakan hal baru buat sebagian teman2 HR. jadi kalo bahasa awamnya hutang perusahaan kepada karyawan itu adalah kewajiban perusahaan untuk membayar pesangon secara total berdasar formula pensiun yang ditetapkan oleh UU no 13 untuk semua karyawan nya dalam periode beberapa tahun ke depan. Benar seperti itu?

[Forwarded from gde]
Kesulitan dan resikonya kalau terlalu panjang adalah rekonsiliasi selama 3 tahun tsb. berapa kenaikan gaji, karyawan yang keluar masuk, karyawan yang promosi dan mutasi pindah bagian, ini yg lazim terjadi diperusahaan yang besar setiap saat.

[Forwarded from gde]
Benar sekali bu Indria, bebannya diangsur dan dicatatkan sebagai hutang jangka panjang imbalan kerja.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
jadi perusahaan mempersiapkan diri dari jauh2 hari untuk memenuhi kewajiban yang akan muncul di masa datang.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Ada pertanyaan masuk dari ibu Lavinia (PT BMP)
Jika melihat Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, ada penambahan usia pensiun pada tahun2 tertentu. Bagaimana penyesuaian yg harus dilakukan terhadap perhitungan PSAK 24 nya?

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Silakan untuk menjawab pak Gde

[Forwarded from gde]
Baik bu Lavinia, penambahan usia pensiun 1 tahun setiap kelipatan 3 tahun berlaku untuk program Jaminan pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan

[Forwarded from gde]
Jika perusahaan mengikuti usia pensiun tersebut utk manfaat PHK usia pensiun, maka nilai kewajibannya naik sesuai dengan penambahan faktor pesangon UU no.13/2003 disamping penambahan kenaikan gaji selama 1 tahun.

[Forwarded from gde]
Namun kewajiban tersebut juga dinilai dengan faktor present value yang lebih panjang, sehingga ada kemungkinan dampak besarannya tidak terlalu besar.

[Forwarded from gde]
Pertanyaannya adalah apakah kenaikan usia pensiun tersebut otomatis berlaku diperusahan ibu, tanggal efektif dan opsi yang diberikan bagi karyawan yang terkena dampak

[Forwarded from gde]
prakteknya di tiap perusahaan dapat berbeda-beda, tentunya implikasinya serta cara menentukan kewajibannya bisa berbeda pula. Umumnya kenaikan usia pensiun, akan menurunkan hutang perusahaan karena jatuh tempo hutang tersebut mundur.

[Forwarded from gde]
semoga penjelasan singkat diatas menjawab pertanyaan ibu Lavinia ya😂

Baca juga:  Korelasi Pengelolaan Employee Relations terhadap Produktivitas Kerja

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Mbak @vinabudiyanto apakah sudah cukup jelas atau ada pertanyaan lanjutan?

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Iya mba Indria, cukup jelas jawabannya, terima kasih pak Gde 🙏🏼😊

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Siap

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Pak Gde, untuk menghitung kewajiban perusahaan ini apakah harus dilakukan oleh akturia atau pihak internal perusahaan bisa menghitung sendiri?

[Forwarded from gde]
PSAK 24 menyebutkan perlunya tehnik aktuaria dalam menilai besarnya kewajiban imbalan kerja. Beberapa asuransi yang memiliki SDM aktuaris tetap meminta aktuaris eksternal untuk melakukan perhitungan PSAK 24 tersebut

[Forwarded from gde]
pertimbangan dari pihak auditor adalah asumsi yang digunakan sesuai dengan prinsip best estimate dan independen, dan akses terhadap gaji dan kenaikan tiap karyawan biasanya menjadi kendala jika menggunakan resource internal

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Nah karena ini berkaitan dengan data gaji dan kenaikan tiap karyawan, seandainya perusahaan memutuskan untuk memiliki SDM aktuaris berarti lebih baik dari orang HR kah?

[Forwarded from gde]
Kebetulan saya punya kenalan yang aktuaris dan juga kepala SDM😋 , tapi tetap saja pekerjaanya harus didelegasi agar ada yang cukup kapasitan melakukan cek dan review. Tapi tidak secara eksplisit dilarang, kalau hutang karyawan dinilai relatif kecil, hal tersebut masih dapat dimaklumi. Biasanya terjadi pada perusahaan baru berdiri dan karyawan masih baru dan jumlahnya sedikit. Orang HR juga bisa belajar sbg SDM aktuaris juga koq.

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Menarik ini belajar menjadi aktuaris 😊

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Saya masih ada 2 pertanyaan lagi nih..saya borong semua

[Forwarded from gde]
Silahkan bu Indria, syarat menjadi aktuaris hanya lulus ujian anggota saja

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Di grafik materi di atas, dikatakan bahwa hanya ada 25% perusahaan yang memiliki pendanaan yang memadai, sementara sisanya masih sangat rendah bahkan belum punya strategi. Berdasar pengalaman pak Gde, faktor apa yang membuat perusahaan belum memiliki strategi pendanaan?

[Forwarded from gde]
Baik bu, ada beberapa faktor penyebab belum dilakukan pendanaan, 1. hutangnya relatif kecil dibandingkan total aset/biaya, biasanya ini terjadi pada perusahaan padat modal 2. opportunity cost yang melihat dana lebih baik diputar lagi sebagai modal kerja, daripada bikin hutang 3. produk dan penyedia produk yang masih terbatas atau kurang memenuhi harapan perusahaan 4. kurang komunikasi pihak HR dan Finance dalam menyusun strategi pendanaan dan meyakinkan manajemen plus minus atas strategi tersebut

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Disinilah peran HR ya pak..komunikasi yang baik dengan Finance untuk menyusun strategi. jadi tidak hanya menyerahkan data karyawan

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Ada pertanyaan masuk lagi pak Gde

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Dari bpk/ibu Aristeus Ligamen S (PGN)
Jika perusahaan telah menghitung PSAK24, bagaimanakah pencatatan pembayaran pesangon kepada karyawan yang memasuki masa pensiun?

[Forwarded from gde]
betul, seringkali HR tidak punya akses ke laporan PSAK24nya

[Forwarded from gde]
Baik pak Aristeus, pembayaran pesangon/pensiun akan mengurangi cadangan PSAK 24, yang memberatkan perusahaan adalah beban untuk pencadangan tersebut arahnya akan selalu meningkat seiring masa kerja serta gaji karyawan yang naik. Tanpa pendanaan yang memadai, arus kas perusahaan dapat tergangu jika terjadi pembayaran pensiun dengan jumlah yang besar secara bersamaan pada tahun-tahun tertentu.

[Forwarded from gde]
cadangan PSAK 24 kebanyakan hanya pencatatan di buku, tapi pendanaanya masih menganut prinsip pay-as-you-go

[Forwarded from gde]
sewaktu2 terjadi rasionalisasi, perusahaan harus melikuidasi aset-asetnya untuk membayar hutang yang sudah dicatat tersebut

[Forwarded from gde]
mudah-mudahan menjawab ya pak Aristeus😋

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Terima kasih pak Gde. Tidak terasa sudah lebih dari jam 10. Maaf saya yg borong pertanyaan

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Sebelum kulgram saya tutup, pak Gde berkenan memberikan kesimpulan singkat?

[Forwarded from gde]
Terima kasih ibu Indria, semoga dengan penjelasan saya tadi dapat memberikan gambaran peran HR cukup penting dalam proses penyusunan laporan PSAK 24, khusunya menentukan arah kewajiban tersebut dan strategi pendanaan yang efektif bagi semua pihak.

[Forwarded from gde]
PSAK 24 lebih dari sekedar perhitungan cadangan pensiun, tapi juga menjadi ukuran resiko bagi karyawan dan pemegang saham jika salah dalam memutuskan strategi pendanaanya

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Terima kasih banyak pak Gde. Sudah berkenan meluangkan waktu untuk berbagi di Rumah MSDM. Dengan ini kulgram saya tutup dan selamat malam

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
Bagi yang masih ada pertanyaan, bisa menyusul

[Forwarded from Indria Ratna Hapsari]
😊🙏

[Forwarded from gde]
Terima kasih dan selamat malam sudah mengikuti program kulgram malam ini, jika ada pertanyaan susulan silahkan ya.😋


[Forwarded from denny Jd]
Pak @GdeSarmaja, bertanya. Berapa nilai rasio yang ideal untuk biaya imbalan kerja ini?🙏

[Forwarded from gde]
utk pertanyaan rasio ideal, ini sulit utk cari jawaban yang pas, karena ideal utk siapa? bisa beda lho jawabannya bagi manajemen, karyawan maupun pemegang saham

[Forwarded from gde]
tapi menurut saya pribadi selama masih dibawah 10% resikonya relatif masih aman

[Forwarded from denny Jd]
Terima kasih pak @GdeSarmaja 🙏
Jadi nambah lagi pengetahuan saya.