[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Selamat malam bapak dan ibu sekalian….

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam, waktunya untuk memulai Kulgram untuk malam ini 😃

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Kulgram pada malam hari ini akan dibawakan oleh ibu Nina Kurnia Dewi (@NinaKD ) dengan topik “Keterampilan Pengelolaan SDM pada UMKM”

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Seperti biasa, sebelum Kulgram dimulai, ada peraturan yang harus diikuti, yaitu:

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
1. Peserta Kulgram dilarang ikutan chat selama Kulgram berlangsung, kecuali diminta oleh moderator, yaitu saya (untuk malam ini) 😊

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
2. Pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/].

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Silakan di-copas dulu link-nya ☺️

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Sedangkan sesi Kulgram itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
1. Pemaparan materi (20:00 – 21:00)
2. Menjawab pertanyaan (21:00 – 22:00)

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Pertanyaan sudah dapat dikirimkan melalui link tersebut mulai dari pemateri memaparkan materi di sesi I, sehingga tidak perlu menunggu dimulainya sesi menjawab pertanyaan.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Sebagai informasi, semua pertanyaan pasti dijawab oleh ibu Nina. Hanya saja, jika nanti waktunya tidak mencukupi untuk menjawab malam ini, maka pertanyaan tersebut akan dijawab di lain waktu.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Okay, semoga cukup jelas ya untuk prosedur bertanya pada Kulgram ini. 😊

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Berikut sekilas tentang profil ibu Nina Kurnia Dewi.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Ibu Nina memiliki pengalaman 20 tahun bekerja pada perusahaan penjaminan, Perum Jamkrindo.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Beliau menamatkan jenjang S1 pada Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB (1993), dan jenjang S2 pada Master of Business of Administration (MBA) di The University of Queensland Business School, Australia (2002).

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Ibu Nina ditugaskan pada beberapa posisi senior manajer (setingkat di bawah Direksi) di Perum Jamkrindo, antara lain Kepala Cabang Jamkrindo Mataram (2011), Kepala Divisi Umum (2012), Kepala Divisi Renbang, Pejabat Pengkaji Utama (2013), Kepala Divisi Penjaminan Program, Kepala Divisi SDM (2014), Kepala Kantor Wilayah 1 Jakarta (2015) dan saat ini adalah Kepala Divisi Pemeringkatan UMKM & Konsultasi Manajemen.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Berkesempatan mempelajari sistem penjaminan kredit melalui kunjungan studi di Amerika Serikat, Amerika Latin dan Eropa, dan menghadiri beberapa konferensi asosiasi perusahaan penjaminan ACSIC (Asian Credit Supplementation System Institution Confederation) di beberapa negara Asia Pasifik.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Pengalaman berorganisasi adalah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Forum Humas BUMN (2007-2010), Pemimpin Redaksi Majalah Kolateral Jamkrindo (2008-2011), Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Konferensi ACSIC ke 28 di Bali sekaligus adalah Ketua Panitia Seminar Internasional Penjaminan Tahun 2015.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Ibu Nina juga merupakan seorang penulis buku “Penjaminan Kredit, Mengantar UKM Mengakses Pembiayaan” (2007), dan “Commuter Marriage, Bila Berjauhan Menjadi Sebuah Keputusan” (2013).

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Beliau memperoleh predikat Bronze Winner pada Anugrah Kartini BUMN 2014 (Pemimpin Perempuan BUMN untuk Perubahan Berkelanjutan) oleh Majalah BUMN Track.
Saat ini, ibu Nina adalah Ketua Kopkar KOWAJASA (Koperasi Warga Jamkrindo Sejahtera) sejak tahun 2014.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Baiklah, tanpa berpanjang lebar lebih lanjut, dengan ini saya persilakan ibu Nina untuk memulai Kulgram ini…. silakan bu 🙏🏻😊

[Forwarded from Nina Dewi]
Baik Mbak Vina cantik… terima kasih waktunya.

[Forwarded from Nina Dewi]
Assalamualaikum wr.wb. Bapak Ibu dan teman2 anggota Rumah MSDM yang budiman. Semoga semua sehat malam ini..

[Forwarded from Nina Dewi]
Merupakan kehormatan bagi saya, utk dapat berbagi pengalaman sesuai judul KulGram yaitu tentang MSDM pd UMKM.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sebenarnya bidang MSDM…sayapun sedang belajar bersama dengan Anda semua. Penugasan formal memang serasa menginap 2 malam saja saat saya mengawal Divisi SDM Perum Jamkrindo. Namun minat dan perhatian pada MSDM masih terus ada.

[Forwarded from Nina Dewi]
Semoga sharing saya malam ini dapat menjadi pandangan dan pengetahuan lain, mengingat saya akan mengajak Anda semua meresapi kegiatan teman2 pahlawan ekonomi bangsa yang merupakan pelaku UMKM.

[Forwarded from Nina Dewi]
Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi, disingkat UMKM, adalah pelaku bisnis yang menjadi harapan banyak ekonomi di dunia. Tak terkecuali Indonesia. UMKM yang jumlahnya sekitar 58 juta unit usaha, mendominasi 99% jumlah unit usaha di negara kita. Mereka memberikan beberapa kontribusi yang cukup signifikan dalam perekonomian nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja (97,4%), PDB (59,05%), eksport dan hal-hal positif lainnya, termasuk sarana untuk peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan dan kesempatan kerja.

[Forwarded from Nina Dewi]
UMKM adalah unit usaha yang sesuai dengan UU No. 20/2008 adalah usaha perorangan atau badan usaha yang maksimal memiliki kekayaan bersih (networth) di luar tanah dan bangunan tempat usaha sebesar Rp 10 Milyar, dan penjualan tahunan maksimal Rp 50 Milyar, sebagai berikut:

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Silakan dilanjut paparannya bu 🙏🏻

[Forwarded from Nina Dewi]
Baik..saya lanjut

[Forwarded from Nina Dewi]
Dari jumlah tenaga kerjanya berdasarkan BPS, maka Usaha Mikro terdiri dari 1-4 orang, Usaha Kecil 5-20 orang, dan Usaha Menengah sd 100 orang.
Dalam istilah sehari-hari, khususnya di lingkungan lembaga keuangan baik bank maupun non bank, maka dalam istilah UMKM terkandung badan usaha Koperasi. Koperasi ini merupakan unit usaha yang diatur dengan UU sendiri yaitu UU no. 25/1992 tentang Perkoperasian.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sama dengan kondisi UMKM di Negara lain, pengembangan UMKM di Indonesia menghadapi berbagai tantangan (untuk tidak menyebut kendala), utamanya adalah akses pembiayaan dan pemasaran.

[Forwarded from Nina Dewi]
Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi UMKM Indonesia (berdasarkan prioritas) adalah: kurangnya permodalan, kesulitan pemasaran, persaingan usaha yang ketat, kesulitan bahan baku, kurangnya pengetahuan teknis produksi dan keahlian, kurangnya keterampilan manajerial (SDM) dan kurangnya pengetahuan manajemen keuangan dan pencatatan keuangan (akuntansi).

[Forwarded from Nina Dewi]
Terima kasih Mbk Vina…hehe… belum familiar sy posting gambar. hihi

[Forwarded from Nina Dewi]
Tak dapat dipungkiri, perihal pengelolaan SDM atau MSDM sangatlah penting sebenarnya bagi UMKM. Walau hasil survei hal tersebut bukan yang utama, namun secara umum pengetahuan pengelolaan SDM di UMKM sangatlah kurang. Mereka bahkan banyak yang tidak tahu bahwa SDM ini perlu pengelolaan yang baik, dan yang dilakukan oleh UMKM adalah berdasarkan naluri saja.

[Forwarded from Nina Dewi]
Saat ini di Indonesia terdapat sekurangnya 23 Kementerian/Lembaga/Badan termasuk BUMN yang membina UMKM. Berdasarkan pengamatan saya, pelatihan khusus bidang MSDM sangatlah jarang.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pelatihan bagi UMKM banyak dilakukan untuk peningkatan pengetahuan di bidang pemasaran, teknik produksi, keuangan. Sementara itu bila dilihat dari tingkat pendidikan, berdasarkan salah satu penelitian tentang UMKM, maka mayoritas pelaku UMKM di Indonesia masih didominasi oleh tamatan SMA/SMK (44%), S1 (18%), D3 (8%), dan sisanya di bawah SMA.

[Forwarded from Nina Dewi]
Secara umum, bisnis UMKM lebih mengutamakan kegiatan pemasaran dan keuangan, karena memang kedua hal tersebut merupakan faktor penting penentu pertumbuhan usaha. Seringkali aspek usaha lainnya dipikirkan belakangan, atau “bagaimana nanti saja”. Namun bila disadari lebih lanjut, maka “man behind the gun” atau faktor SDM merupakan kunci utama, yang biasanya dimulai dari pemilik usaha (owner) dan tenaga kerja di lingkungan sang pemilik tersebut.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sama dengan yang terjadi di perusahaan besar, maka pengelolaan SDM di UMKM juga meliputi kegiatan rekrutmen, seleksi, penempatan, pengembangan, kompensasi (upah), mempertahankan (retention), evaluasi, promosi hingga pengakhiran hubungan kerja.

[Forwarded from Nina Dewi]
Mengelola SDM bagi UMKM merupakan sebuah keterampilan yang penting dimiliki pengusaha. Secara umum berdasarkan pengamatan membina UMKM selama ini, beberapa tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengelola SDM antara lain sebagai berikut:

[Forwarded from Nina Dewi]
1. Kepatuhan pada Hukum.
UMKM menghadapi hal ini, terlebih bagi mereka yang usaha sudah berkembang dan tenaga kerjanya mulai bertambah. Tantangan yang dihadapi UMKM dalam hal ini adalah mematuhi ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku (UU TK), seperti mulai memiliki peraturan perusahaan, terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat. Selain itu juga ketentuan mengenai hak-hak karyawan, jaminan kesehatan, lembur, dll. Perihal kepatuhan hukum ini tentu memerlukan energi UMKM selain pengetahuan yang cukup.

Baca juga:  Talent Management: A “Strictly Business” Approach

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Bu Nina, permisi diinterupsi sebentar…..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Apakah mau mengistirahatkan jemari dulu?

[Forwarded from Nina Dewi]
ya MBak Vin

[Forwarded from Nina Dewi]
Boleh mbak… semoga teman2 nyaman mengikuti ya.. istirahat sebentar.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Okay baik bu 😊

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Ibu bapak dan rekan sekalian, sambil ibu Nina melemaskan kembali jari-jari beliau, saya kutip sedikit apa yang sudah disampaikan di atas

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Pelatihan bidang SDM di UMKM masih sangat terbatas jumlahnya. Secara umum, bisnis UMKM lebih mengutamakan kegiatan pemasaran dan keuangan, karena memang kedua hal tersebut merupakan faktor penting penentu pertumbuhan usaha.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Seringkali aspek usaha lainnya dipikirkan belakangan, atau bagaimana nanti saja. Namun bila disadari lebih lanjut, maka man behind the gun atau faktor SDM merupakan kunci utama, yang biasanya dimulai dari pemilik usaha (owner) dan tenaga kerja di lingkungan sang pemilik tersebut.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Dan….untuk mengingatkan kembali, berikut adalah link pertanyaan untuk Kulgram ini:

Pertanyaan Kulgram

[Forwarded from Nina Dewi]
Siap.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Baik bu Nina, bisa dilanjutkan pemaparannya?

[Forwarded from Nina Dewi]
Terima kasih Mbak Vina..sudah membantu menyampaikan beberapa inti paparan saya.

[Forwarded from Nina Dewi]
Saya lanjut dengan kendala atau tantangan kedua ya..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Silakan bu

[Forwarded from Nina Dewi]
2. Kesulitan dalam Rekrutmen.
UMKM biasanya kesulitan menentukan standar dalam melakukan rekrutmen. Umumnya mereka langsung saja mencontoh usaha lain dari sisi pemenuhan pegawai, kurang cermat dalam menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

[Forwarded from Nina Dewi]
3. Menetapkan peraturan
UMKM sering merasa bahwa peraturan ini nantinya akan membebani diri sendiri. Pemilik usaha umumnya kurang bisa menentukan hal-hal apa saja yang perlu diatur. Terkadang pemilik terlalu tegas atau khawatir karyawan malah akan mengendor kerjanya bila dibuatkan peraturan.

[Forwarded from Nina Dewi]
4. Mengembangkan Kompetensi Karyawan
Sedikit sekali pemilik usaha UMKM yang memahami dengan tepat bagaimana potensi karyawannya. Hal ini karena umumnya konsentrasi pemilik lebih ke arah produksi, pemasaran keuangan, selain pemilik tersebut biasanya adalah “key person” yang memiliki keahlian produksi. MIsalnya usaha bordir kerudung, yang paling ahli dalam bordir ya sang pemilik.
Pada umumnya pemilik sangat juga lupa melakukan update terhadap keterampilannya sendiri. Alhasil, sedikit SDM dalam UMKM tersebut yang berkembang di sisi kompetensinya.

[Forwarded from Nina Dewi]
6. Memisahkan biaya usaha dan belanja keluarga.
UMKM sering kali mencampuradukkan biaya usaha dengan belanja keluarga. Dengan melibatkan anggota keluarga sebagai pegawai/SDM usaha, maka belanja keluarga menjadi rancu dengan biaya usaha. Hal ini membutuhkan kesadaran dan disiplin tinggi dari pelaku UMKM. Berdasarkan pengalaman hal ini dapat diatasi dengan pendampingan UMKM.

[Forwarded from Nina Dewi]
5. Menetapkan Upah
Pada umumnya UMKM kesulitan dalam menentukan upah pegawainya. Sebagian besar mereka tidak memperhitungkan upah untuk diri sendiri atau anggota keluarga yang membantu dalam kegiatan usaha. Namun dengan leluasa menggunakan modal usaha.
Banyak di antara mereka pula yang memberikan bayaran jauh lebih tinggi bagi anggota keluarga dibanding pegawai lain, walau jenis pekerjaannya sama.
Di sisi lain, UMKM juga sering khawatir bila belum dapat memenuhi Upah Minimal, sehingga keberadaan tenaga kerjanya sering ditutup-tutupi. Walaupun di sisi lain sebenarnya UMKM dapat mempekerjakan pegawai secara paruh waktu sesuai kebutuhan, namun karena pengetahuan ketenagakerjaan kurang, maka hal ini kurang dapat disolusikan dengan baik.

[Forwarded from Nina Dewi]
7. Menilai Kinerja Karyawan dan pemberian Reward & Punishment.
Karena kesederhanaan berpikir dan kondisi usahanya, UMKM pada umumnya memiliki keterbatasan dalam melakukan penilaian kinerja karyawan. Dalam hal ini, sering tidak ada standar atau aturan baku. Demikian juga dalam hal pemberian reward maupun punishment. Karena adanya anggota keluarga yang terlibat dalam usaha, maka kegiatan penilaian kinerja, pemberian reward dan punishment menjadi kurang obyektif, dan ujungnya dapat menimbulkan kendala SDM.

[Forwarded from Nina Dewi]
8. Mempertahankan dan Memberhentikan Pegawai.
Dengan kesederhanaannya, UMKM dapat menciptakan kondisi kerja yang membuat SDM bekerja dengan nyaman seperti dalam keluarga. Namun dengan kedekatan kekeluargaan, UMKM juga kadang mengalami kesulitan untuk memberhentikan pegawainya.

[Forwarded from Nina Dewi]
Memperhatikan tantangan di atas, maka pelaku UMKM perlu meningkatkan kepedulian terhadap pengetahuan dan keterampilan pengelolaan SDM. Hal ini tentu perlu diimbangi dengan niat yang kuat, di mana SDM yang bagus tentu akan meningkatkan kinerja UMKM itu sendiri.

[Forwarded from Nina Dewi]
Masalah loyalitas pegawai kerap dihadapi, namun jika dipikirkan dan dipahami sejak awal, maka hal ini akan lebih baik, karena banyak terjadi ketika bisnis sedang maju, dan beberapa karyawan meninggalkan usaha tersebut, maka perkembangan bisnis menjadi terhambat.

[Forwarded from Nina Dewi]
Hal ini dapat dipahami karena pada umumnya UMKM belum dapat memberikan gaji yang bersaing bagi karyawannya, jika dibandingkan perusahaan besar.
Beban kerja juga relatif lebih berat dan harus serba bisa, bahkan untuk Usaha Menengah yang telah memiliki struktur, maka seseorang yang handal sering merangkap jabatan, sistem belum tertata rapi dan fasilitas seadanya.
Apalagi bila sang pemilik usaha menggaji pegawai yang merupakan saudaranya lebih besar dari karyawan bagus tersebut. Di sini sering timbul ide sang karyawan untuk hengkang dari bisnis UMKM tersebut dan membuat bisnis sendiri. Di sini pula muncul persaingan UMKM yang ketat.

[Forwarded from Nina Dewi]
Untuk hal ini, maka perlu ditanamkan sejak awal oleh pemilik atau pelaku UMKM bahwa karyawan yang memiliki loyalitas tinggi, kerjanya bagus, jujur, serta mau bertindak layaknya sang pemilik, maka mereka adalah aset yang sangat besar dalam bisnis UMKM tersebut.
Untuk itu, maka pelaku UMKM perlu memikirkan program yang menarik untuk mempertahankan karyawan. Terkait hal ini maka jobdesk masing-masing karyawan termasuk tanggung jawab dan keterampilan perlu diperhatikan, perlu diukur dengan baik.

[Forwarded from Nina Dewi]
Kita dapat menengok cara tradisonal yang dilakukan Restoran Padang, di mana diberlakukan sistem bagi hasil, yaitu 40%-50% dari laba bersih yang diperoleh untuk investor (pemilik dana usaha) dan sisanya untuk karyawan. Hal ini juga terjadi di sektor pertanian sebenarnya, di mana dikenal istilah “maro” atau separo-separo antara pemilik lahan dengan penggarap.

[Forwarded from Nina Dewi]
Kata kuncinya memang pengetahuan, dalam hal ini pengetahuan mengelola SDM atau karyawan usaha. Karena bila merujuk keterampilan, pada umumnya pelaku UMKM cukup terampil, bahkan mereka sangat tangguh, pantang menyerah.

[Forwarded from Nina Dewi]
Dari kendala-kendala di atas, berdasarkan pengamatan dan pengalaman membina UMKM, maka secara administratif, beberapa hal berikut ini merupakan pengetahuan dan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh UMKM sehubungan pengelolaan SDM:

[Forwarded from Nina Dewi]
1. Penyusunan struktur organisasi/bisnis, meliputi pemilik, manajer/koordinator, kesekretariatan, keuangan, umum, dll.

[Forwarded from Nina Dewi]
2. Sistem seleksi yang memperhatikan kebutuhan usaha.

[Forwarded from Nina Dewi]
3. Pelatihan dan pengembangan SDM yang tidak terbatas pada pemilik saja, namun bagi seluruh karyawan, untuk semua aspek usaha termasuk pengetahuan tata kelola SDM.

[Forwarded from Nina Dewi]
4. Administrasi kepegawaian yang didasari pengetahuan dan kebutuhan yang memadai, misalnya: pengupahan, absensi, lembur, fasilitas karyawan, asuransi kesehatan, dan dokumentasi data karyawan.

[Forwarded from Nina Dewi]
5. Perlunya menyusun peraturan perusahaan untuk usaha yang sudah memiliki karyawan lebih dari 20 orang, guna ketertiban dan pengelolaan yang lebih baik.

[Forwarded from Nina Dewi]
Berdasarkan kondisi usaha, pada umumnya UMKM tidak memiliki pegawai yang khusus menangani SDM.
Perihal SDM ini, sepenuhnya biasanya ditangani oleh pemilik usaha, yang merangkap apapun.
Idealnya kegiatan pengelolaan SDM ini memang perlu ditangani khusus, walau lebih ke fungsional.

Baca juga:  Employee Value Proposition

[Forwarded from Nina Dewi]
Pelaku UMKM harus melengkapi dirinya sendiri dengan berbagai pengetahuan dan fungsi MSDM seperti rekrutor, mediator, mengembangkan karyawan, dll.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sejak awal, saat pelaku UMKM melakukan perencanaan usaha, maka saat itu juga perlu dilakukan perencanaan di bidang SDM. UMKM harus paham benar, kapan saatnya merekrut pegawai, mulai menggaji diri sendiri, meningkatkan kompetensi karyawan, kompetensi diri sendiri, dan tentu saja menambah pengetahuan bidang pengelolaan SDM.

[Forwarded from Nina Dewi]
Selanjutnya secara bertahap pemilik usaha yang mulai merapikan pengelolaan SDM nya juga harus menularkan pengetahuan tersebut kepada pegawai yang dipercaya. HIngg tiba saatnya pemilik benar-benar akan berfungsi sebagai owner usaha dan seluruh aspek usaha dikerjakan oleh pegawai berdasarkan prinsip pengelolaan SDM yang baik.

[Forwarded from Nina Dewi]
Karena pada dasarnya UMKM ini bukanlah usaha mikro kecil menengah ya… Mereka adalah Usaha yang Belum Besar (UBB). Sehingga sejak awal, UMKM harus memiliki mimpi dan semangat untuk tumbuh besar…, dimana SDM di dalamnya juga ikut sejahtera dan maju.

[Forwarded from Nina Dewi]
Demikian paparan kami. Semoga bermanfaat…

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Wah….banyak informasi baru….setidaknya untuk saya hehe

[Forwarded from Nina Dewi]
Salam Cinta UMKM bagi seluruh anggota Rumah MSDM🙏🌺

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Saya persilakan ibu Nina untuk melemaskan jari-jari dulu sebelum kita masuk ke sesi menjawab pertanyaan

[Forwarded from Nina Dewi]
Hehe… Mbak Vina… Syukurlah bila menambah wawasan.

[Forwarded from Nina Dewi]
Baik dan siap… saya punya air putih hangat… ayooo mariii siapa mauu…

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Wah enak itu air putih hangat hehe

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Iya bu, selama ini saya bekerja di perusahaan swasta yang sudah beroperasi cukup lama, sehingga minim pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan UMKM ini

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Baiklah rekan2 sekalian….sedikit saya mencatat ada 8 hal yang menjadi tantangan yang dihadapi oleh UMKM, khususnya dalam mengelola SDM-nya, yaitu:
1. Kepatuhan dengan Hukum.
2. Kesulitan dalam Rekrutmen.
3. Menetapkan peraturan.
4. Mengembangkan Kompetensi Pegawai.
5. Menetapkan Upah Pegawai.
6. Memisahkan biaya usaha dan belanja keluarga..
7. Menilai Kinerja Karyawan dan pemberian Reward & Punishment.
8. Mempertahankan dan Memberhentikan Pegawai.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Ke-delapan hal inilah yang menjadi PR bagi para owner UMKM dalam mengelola SDM agar dapat memberikan kontribusi yang optimal

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Ok bu NIna, bisa kita lanjut ke sesi menjawab pertanyaan?

[Forwarded from Nina Dewi]
Boleh mbak… yuuk

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Pertanyaan dari Yuki (Pikirmikir design studio):
1. Bu Nina terima kasih paparannya, melihat paparan ibu, usaha kami tergolong usaha kecil, menurut ibu, bagaimana tips nya untuk mengatur sistem kompensasi dan benefit untuk para karyawan di industri UMKM?
2. Pertanyaan kedua ya bu, menurut pengalaman ibu, bagaimana membangun daya tarik perusahaan umkm untuk mendapatkan dan mempertahankan talent terbaik?
Terima kasih mba Vina yg sudah memoderatori

[Forwarded from Nina Dewi]
Baik. Terima kasih Mas atau Mbak Yuki dari Pikirpikir Design Studio.

[Forwarded from Nina Dewi]
Tips untuk mengatur sistem kompensasi dan benefit karyawan di industri UMKM, secara praktis dapat dijawab melalui “Benchmarking”. Atau bahasa gaulnya: cek toko sebelah.

[Forwarded from Nina Dewi]
Memang ngintip toko sebelah perlu trik khusus, perlu keahlian. hal ini didekati dengan masuk dalam komunitas2 UMKM sejenis, agar punya teman ngobrol.

[Forwarded from Nina Dewi]
Hal lain yaitu patokan UMK dapat menjadi referensi utama. Berikan pemahaman bagi para karyawan tentang rencana usaha dan kemampuan perusahaan. Bonus bisa dikedepankan untuk menjadi harapan bersama yang dicapai bersama.

[Forwarded from Nina Dewi]
Selamat, Anda bekerja di UBB ya… usaha yang belum besar saja…dan didoakan segera membesar.

[Forwarded from Nina Dewi]
Lihat usaha sejenis dengan yang Anda kelola, dan pelajari apa saja benefit yang diperoleh mereka. Dari sini agar dilihat kemampuan usaha dalam menghasilkan pendapatan, dan sesuaikan kemampuan tersebut dengan karyawan yang dibutuhkan.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pertanyaan kedua, ttg bagaimana membangun daya tarik perusahaan utk mempertahankan talent terbaik.

[Forwarded from Nina Dewi]
Untuk hal tersebut, tentu diawali dari rencana usaha termasuk SDM. Sejauh mana kebutuhan talent terbaik yang diperlukan. Sejauh mana kita sebagai pelaku atau owner yang biasanya memiliki kompetensi khusus dapat berbagi ilmu dan mengajak karyawan untuk belajar terus dan terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pikirpikir Design Studio, saya pikir merupaka UMKM di bidang Ikraf, industri kreatif. maka talent yang paling kreatif memang harus dipertahankan.

[Forwarded from Nina Dewi]
Mungkin memerlukan sentuhan khusus utnuk mempertahankan mereka yang notabene seniman. karena biasanya mereka hanya fokus bekerja…berkarya…berkreasi. maka berikan insentif menarik dengan mengikutsertakan mereka pada BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan, dimana anak istri terjamin dan karya mengalir..

[Forwarded from Nina Dewi]
Semoga cukup utk Mas/Mbak Yuki ya…

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Terima kasih bu Nina, ralat sedikit, nama perusahaannya Pikirmikir design studio 😊

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Berarti networking dan willingness to share itu sangat penting untuk dimiliki oleh owner UMKM ya bu

[Forwarded from Nina Dewi]
oh.. Maaf.. namanya sangat kreatif. Saya senang. “Pikirmikir Design Studio”.. salam hormat

[Forwarded from Nina Dewi]
Benar… networking sangat penting, walaupun di lingkungan UMKM.

[Forwarded from Nina Dewi]
Kesediaan berbagi ilmu dan semangat juga harus bagus. Dan jangan lupa sang owner atau pelaku UMKM harus juga terus menambah ilmunya. Ini yang sering lupa.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Iya seringkali terlalu fokus pada pengembangan usaha, sehingga terkadang lupa untuk mengembangkan diri sendiri ya hehe

[Forwarded from Nina Dewi]
Benar sekali. Bahkan bila diundang pelatihan, banyak UMKM kita ini yang mikir 2x karena harus meninggalkan tokonya yang rame. Alhasil, para pembina UMKM ini harus mengatur, agar pelatihan bisa di malam hari atau sore hari setelah toko dan usaha mereka tutup. hehe

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Oh begitu…..baiklah, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya kah bu?

[Forwarded from Nina Dewi]
Sudah cukup utk Pikirmikir DS?

[Forwarded from Nina Dewi]
Bila sudah, silakan lanjut..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Okay, mas/mba Yuki, jika masih ada pertanyaan lanjutan, silakan gunakan link pertanyaan yang tadi ya

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Untuk pertanyaan berikutnya, dari Indria Hapsari (Tetra Pak):
Selamat malam bu Nina. Materinya membuat saya mendapat tambahan ilmu khususnya mengenai UMKM.
Dari 5 hal yg harus dilakukan oleh pemilik usaha dalam mengelola SDM, mana yang menjadi prioritas untuk dilakukan terlebih dahulu berdasar pengalaman ibu Nina membimbing UMKM?
Terima kasih

[Forwarded from Nina Dewi]
Terima kasih Mbak Indria Hapsari (Tetra Pak), senang bila paparan saya menambah ilmu praktis.

[Forwarded from Nina Dewi]
Dari 4 hal yang perlu dilakukan pemilik usaha, menurut pengamatan saya yang paling penting dilaksanakan dahulu adalah: Pelatihan MSDM bagi Pelaku UMKM.

[Forwarded from Nina Dewi]
Ini sebenarnya sangat menjadi kunci tata kelola SDM yang baik.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pada umumnya UMKM menggunakan naluri dalam mengelola karyawannya, lebih sering juga menggunakan tenaga sendiri dan anggota keluarga.

[Forwarded from Nina Dewi]
Di sinilah keterampilan pengelolaan SDM menjadi kurang di UMKM.

[Forwarded from Nina Dewi]
Padahal ya itu tadi.. UMKM sama dengan Usaha Besar, seluruh aspek usahanya harus dijalankan dengan baik dan profesional. Maka pengetahuan mendasar ttg SDM ini perlu dimiliki, termasuk yang penting adalah administrasi kepegawaian.

[Forwarded from Nina Dewi]
UMKM sering menganut paradigma “easy come, easy go” bagi karyawannya. Ini merupakan tantangan tersendiri. Umumnya karena kompetensi UMKM dapat ditiru, maka pegawai yang kurang setia, akan keluar masuk saja… dan mengcopy usaha. Dari sini akan muncul tantangan lain yaitu persaingan usaha.

Baca juga:  Mengendalikan Hutang Perusahaan Kepada Karyawan

[Forwarded from Nina Dewi]
Pengalaman kami dalam membimbing UMKM menunjukkan masih repotnya UMKM kita mencatat keuangan usaha, termasuk memisahkan uang usaha dengan belanja keluarga.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sering juga mereka tidak menghitung tenaga kerja yang merupakan anggota keluarga, sepanjang sudah ikut makan 3x, maka hanya digaji sekedarnya.. dan mereka enggan menghitung sang saudara ini sebagai tenaga kerja.

[Forwarded from Nina Dewi]
Ada UMKM yang mempekerjakan suami atau anaknya, ini malah digaji tinggi sekali. Sementara ponakan atau sepupu jauh digaji rendah. Hal ini perlu kedisiplinan tinggi. Pemilik perlu diberikan pengetahuan dan pencerahan.

[Forwarded from Nina Dewi]
Kalau di UMKM intinya pendampingan… yang dilakukan oleh para pembina UMKM, atau hasil pembelajaran pelaku UMKM tersebut kepada usaha sejenis dan komunitas.

[Forwarded from Nina Dewi]
Hehe…kok jadi panjang ya Mbak Indria, Mbak Vina..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Tidak apa2 bu, nambah pengetahuannya jadi banyak hehe

[Forwarded from Nina Dewi]
Typo… tadi 5 hal maksudnya berdasarkan catatan saya, saya nulisnya 4. hehe

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Menyambung dari salah satu yang dipaparkan bu Nina di atas, ada sedikit yang ingin ditanyakan:
Biasanya pemilik UMKM dihadapkan pada keadaan earn or die.. jadi bagaimana kita mempersuasi mereka ini (demi kebaikan mereka) agar peduli sama MSDM mereka sendiri?

[Forwarded from Nina Dewi]
UMKM perlu memiliki pengetahuan yang cukup dulu.., menanamkan pada mereka bahwa SDM usaha adalah aset yang penting. Mendidik mereka dengan baik melalui pelatihan, pada dasarnya merupakan investasi.

[Forwarded from Nina Dewi]
Ya. UMKM sering dihadapkan pada kondisi sulit. Untuk itu sejak awal memang perlu merekrut karyawan yang tangguh, jujur dan bekerja seperti memiliki usaha tersebut.

[Forwarded from Nina Dewi]
SDM adalah aset usaha, perlu ditanamkan dan dipersuasikan sejak awal. Dari sini akan ada keinginan pelaku UMKM yang merupakan motor usaha, utk mempelajari MSDM sederhana.

[Forwarded from Nina Dewi]
Karena pengetahuan yang kurang, banyak pelaku UMKM yang jadinya kucing2an dengan petugas Disnaker.

[Forwarded from Nina Dewi]
Ada satu UMKM peminjam KUR yang kami kunjungi (usaha konveksi pakaian anak), yang menuliskan jumlah tenaga kerja hanya 10 orang.

[Forwarded from Nina Dewi]
Saat kami kunjungi, usahanya berjalan baik, aktivitas produksi berlangsung baik, dan kami lihat tenaga kerja yang banyak di situ.

[Forwarded from Nina Dewi]
Karena khawatir perihal MSDM ini, maka pemilik hanya menuliskan 10 orang karyawan. Padahal ada sekitar 38 karyawan, namun sebagian mereka memang tidak bekerja penuh, karena memang tugasnya hanya masang kancing, atu resleting.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sang pengusaha mestinya dapat melaporkan kondisi usaha apa adanya, karena memang sebagian pekerja bekerja paruh waktu.

[Forwarded from Nina Dewi]
Selain tentang tenaga kerja ini, UMKM sebenarnya juga banyak risau perihal perijinan usaha. Biasanya mereka akan berpikir ttg perijinan ini dulu.

[Forwarded from Nina Dewi]
UMKM saat ini juga masih risau dengan beban pajak. Karena bagi mereka yang memiliki omset hingga 4,8 M setahun, maka pajak UMKM ini dikenakan 1% dari omset. Tidak seperti Usaha Besar yang pajaknya dikenakan dari laba.

[Forwarded from Nina Dewi]
Beberapa hal sehubungan aturan memang menjadi tantangan bagi UMKM. Hal ini membuat mereka sering tertutup. Kuncinya kembali pada kemauan menambah pengetahuan

[Forwarded from Nina Dewi]
Kira2 demikian Mbak Vina.. Menyemangati UMKM dan menyelami pengelolaan usaha mereka adalah hal yang sangat menyenangkan. hehe

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Bu Nina, tadi sempat dijelaskan bahwa sejak awal, perlu merekrut karyawan yang tangguh, jujur, dan bekerja seperti they own the business…..tapi bagaimana jika UMKM itu sudah berjalan dan sudah memiliki karyawan?

[Forwarded from Nina Dewi]
Utk yang usahanya sudah jalan, ya perlu menyempurnakan pengelolaan SDM dengan program2 yang baik, yang intinya dapat menahan mereka untuk terus bekerja demi kemajuan usaha.

[Forwarded from Nina Dewi]
Memperlakukan karyawan UMKM seperti bekerja di perusahaan besar, misalnya dengan memberikan mereka seragam dan kelengkapan kerja lainnya.

[Forwarded from Nina Dewi]
Menambahkan kartu tanda pengenal, ini hal kecil, namun dapat meningkatkan percaya diri karyawan. Mereka akan bangga bekerja…dan meningkatkan kesetiaan.

[Forwarded from Nina Dewi]
Hal lain ya dengan membuat program karyawan yang melibatkan keluarga. Family gathering, beasiswa bagi yang mau masuk sekolah ke jenjang lebih tinggi. Hal-hal ini membutuhkan penilaian kinerja karyawan.

[Forwarded from Nina Dewi]
Tentu UMKM perlu melengkapi diri dengan tools tersebut, misalnya membuat absensi kehadiran, penilaian pelaksanaan tugas, dll.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Small things matter ya bu 😊

[Forwarded from Nina Dewi]
Iya..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Jadi saya ikutan nanya2 nih tadi hehehe….

[Forwarded from Nina Dewi]
Sehingga pengelola UMKM pun harus terus terpacu belajar, berpendidikan tinggi, juga para karyawannya..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Wah iya, keren bener ini pernyataannya

[Forwarded from Nina Dewi]
Hal lain, mengatur mind set bahwa UMKM bukan berarti punya keterbatasan terus. Ini sangat penting.

[Forwarded from Nina Dewi]
Hehe… Mbak Vina semangat ya.. yang lain mungkin baru berkenalan dengan UMKM jadi belum bertanya..

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Iya bu, tapi pasti banyak hal baru yang perlu kami “cerna” dulu pada malam ini hehehe

[Forwarded from Nina Dewi]
hehe.. semoga ya.. banyak hal baru karena rasanya baru malam ini Kulgram merangkul pedagang pasar ya…hihi..

[Forwarded from Nina Dewi]
Benar mbak… dengan pendidikan tinggi, seseorang memiliki wawasan lebih luas. UMKM hanya langkah awal utk pengelolaan usaha profesional dan selanjutnya naik kelas.

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Hehehe iya bu

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Tidak terasa ternyata waktunya sudah mendekati jam 10 malam. Sebelum kita akhiri sesi Kulgram malam ini, silakan ibu Nina untuk memberikan kesimpulan atau penutup 🙏🏻

[Forwarded from Nina Dewi]
Baik mbak

[Forwarded from Nina Dewi]
Bapak Ibu anggota Rumah MSDM yang saya banggakan,
Sebagai kesimpulan paparan saya malam ini, rasanya kembali ingin menyampaikan bahwa pengetahuan dan keterampilan pengelolaan SDM pada UMKM sangatlah penting.

[Forwarded from Nina Dewi]
Keterampilan ini secara umum belum dimiliki oleh pelaku UMKM, karena mereka lebih konsentrasi pada produksi, pemasaran dan keuangan usaha.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pemisahan keuangan usaha (termasuk biaya untuk SDM) dengan pengeluaran keluarga perlu mendapat perhatian, karena dari sini UMKM akan terlatih utk lebih profesional.

[Forwarded from Nina Dewi]
Sama dengan Usaha Besar, maka UMKM memerlukan fungsi pengelolaan MSDM yang profesional, sebagai basis yang kuat untuk pengembangan usaha.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pendidikan, networking dan semangat untuk maju menjadi kata kunci lain untuk lebih baiknya pengelolaan SDM pada UMKM, yang harus dimotori oleh para pemilik usaha tersebut.

[Forwarded from Nina Dewi]
Saya mohon maaf bila mungkin penyampaian kurang terstruktur… mencari literatur MSDM bagi UMKM juga masih sulit.

[Forwarded from Nina Dewi]
Pengalaman kisah sukses UMKM perlu juga didokumentasikan, dari sisi pengelolaan MSDM, agar nantinya dapat memperkaya pengetahuan para praktisi MSDM kita.

[Forwarded from Nina Dewi]
Demikian kesimpulan..semoga bermanfaat sharing malam ini ya..

[Forwarded from Nina Dewi]
Terima kasih Mbk Vina, Mas/MBak Yuki dan Mbak Indria.. yang sudah meramaikan diskusi malam ini.

[Forwarded from Nina Dewi]
Salam hormat dan selamat istirahat buat semua… Salam MSDM dan Salam Cinta UMKM🌺

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Terima kasih banyak bu Nina atas informasi, pengetahuan, dan wawasan yang telah ibu bagi kepada kami pada malam hari ini……amat sangat keren menurut saya 😃👍🏼

[Forwarded from Nina Dewi]
Sami-sami😊

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Dengan demikian, Kulgram pada malam hari ini saya tutup…..kepada para “penghuni” Rumah MSDM yang ingin memberikan apresiasi terhadap ibu Nina, saya persilakan 🙏🏻

[Forwarded from Lavinia Budiyanto]
Selamat malam 😊