Forwarded message: denny Jd
Selamat malam.
Mari kita mulai Kulgram malam ini.
Dengan aturan main seperti dibawah ini:

  1. Peserta Kulgram diminta untuk tidak menyela (dengan chat) baik komentar ataupun pertanyaan kecuali diminta oleh moderator.
  2. Pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/.

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Malam ini Pemateri kita adalah bapak Bambang Yapri. Saya ingin ucapkan terima kasih sekali lagi karena waktu dan komitmen terhadap Kulgram malam ini.
Saya akan perkenalkan mengenai Pak Bambang sedikit
Berikut Pengalaman kerja Pak Bambang Yapri:

  • Memulai kairnya di Digahayu Group sebagai training specialist staff
  • Kemudian menjadi Senior Trainer di PT Panarub Industry
  • Sebagai training and development depertemen head di PT Mutiara Ritelinti Wira
  • Kemudian pernah di PT Smart, Tbk (Sinar Mas Group) sebagai training and development manager.
  • Berpindah ke PT Boehringer Ingelheim Indonesia dan karirnya meningkat sampai menduduki Organization Development & Learning Head of Department.
  • Tahun 2012 beliau berkarya di PT 3M Indonesia (US based Global Innovation Company with diversified products) sebagai Country Head of Organization Development & Learning.
  • Tahun ini beliau menjabat sebagai CHRO (Chief Human Resource Officer) di PT Indo Lotte Makmur.

Pengalaman beliau sebagai pembicara (speaker) dan trainer dalam event-event nasional dan internasional juga sangat banyak. Beliau juga sebagai dosen tamu di beberapa institusi.
Bapak Bambang Yapri adalah lulusan Teknik Industri Universitas Surabaya. Dan memiliki Gelar Master untuk Pendidikan dari Universitas Pelita Harapan.
Pak Bambang juga tersertifikat sebagai fasilitator dari berbagai Asosiasi yang berhubungan dengan pengembangan insani.
Pak Bambang sangat fokus pada pengembangan insani (developing people) dan terus mengembangkan dirinya dengan berbagi kepada orang lain untuk menjadi lebih baik.
Itu sedikit tentang Bapak Bambang Yapri. Masih banyak yang belum saya sampaikan secara detail.
Untuk mengemat waktu, saya akan persilakan Pak Bambang membawakan materinya.

Dan bagi yang ingin bertanya silakan memasukkan pertanyaan melalui link ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/.

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Silakan Pak Bambang memaparkan materinya. Waktunya sampai jam 21.00WIB. :blush: :pray:

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Terimakasih Rumah MSDM untuk berbagi dengan rekan-rekan pelaku pengembangan SDM dan juga pemerhati pengembangan SDM.
Menerima kesempatan ini juga berarti “memaksa” diri saya untuk mencoba hal baru dalam proses pengembangan MSDM, yaitu dengan menggunakan teknologi yang terkini dan cara baru. Walaupun begitu, saya percaya kemampuan mengetik yang saya dapatkan di bangku SMP sangat membantu saya dalam mencoba hal baru ini. Walau, saat itu saya tidak merasakan pentingnya keterampilan mengetik ini, tetapi sekarang ternyata sangat banyak manfaatnya.

Tentu saja rekan rekan juga pernah merasa apa yang bisa didapat dari beberapa hal yang pernah dipelajari baik di bangku pendidikan formal ataupun informal. Coba diingat ingat kembali, ada pengalaman serupa yang anda alami?

Saya mulai kulgram ini dengan cerita di atas untuk menggambarkan bahwa semaju apapun perkembangan teknologi ada kemampuan dasar yang tetap harus dikuasai dan menjadi dasar saat kita menggeluti profesi kita. Hal ini juga terjadi di dalam profesi kita pengelola SDM. Manusia mempunyai kecepatan berpikir yang luar biasa tetapi harus dituangkan dalam bentuk akis dan implementasi, untuk itu maka pengetahuan saja tidak cukup.
Menjadi pengelola SDM tidak hanya cukup mengetahui dasar-dasar pengelolaan SDM tetapi juga melengkapi dengan kemampuan dasar yang lain. Tentu saja tidak ada seorang pun yang dapat menguasai segalanya baik semua spektrum pengelolaan SDM juga kemampuan pendukung untuk menjadi aksi dan implementasinya. Untuk itu komposisi tim menjadi bagian penting untuk menentukan keberhasilan pengelolaan SDM.

Apa yang terpikir dalam benak bapak ibu sekalian?
pasti saja ada beberapa hal yang sekarang menjadi kemampuan dasar tersebut selain mengetik, kemampuan berbahasa asing, kemampuan menggunakan teknologi, kemampuan membangun komunikasi dan beberapa hal lain sesuai dinamika organisasi masing masing

Pemaparan saya lebih kepada cerita di sana sini, yang mendasarkan kepada beberapa konteks organisasi di mana saya pernah berada baik di perusahaan swasta nasional yang nota bene berangkat dari perusahaan keluarga, perusahaan keluarga yang punya afiliasi alias jadi tukang jahit dari perusahaan multinasional, perusahaan multinasional yang merupakan perusahaan keluarga sampai kepada perusahaan multinasional yang melantai di bursa saham. Beberapa cerita ini diharapkan bisa menjadi pemantik bagi kita semua untuk muncul inisiatif baru yang bisa diterapkan di konteks yang berbeda di tempat Anda masing-masing.
Tentu saja saat membaca tulisan ini Bapak Ibu juga melihat kembali perjalanan bapak ibu sekalian sampai saat ini
eng ing eng…. ada yang baru 2 tahun, ada yang 10 tahun ada yang sdh 15 tahun, ada juga yang lebih dari 25 tahun
Berbagai literatur mengatakan bahwa saat ini, termasuk di Indonesia, angkatan kerja ada pada rentangan sangat lebar, paling tidak 5 angkatan kerja dari baby boomers sampai ke genset eh gen Z ataupun generasi digital or millennial. Dan hal ini bukan merupakan hal baru, setiap generasi punya tantangannya masing-masing, dan setiap generasi selalu punya cara menghadapi situasi yang ada pada jamannya. Hal ini menjadi tantangan juga bagi SDM sendiri, bagaimana tim SDM juga bisa memahami masing-masing angkatan kerja yang ada. Kenapa?
saat ini pembicaraan antar generasi menjadi hal yang makin mengemuka, tetapi sebenarnya hal ini selalu menjadi pembicaraan dalam menanggapi komunikasi dan kesenjangan antar generasi. Entah kenapa kalau lihat foto masa lalu kita bisa merasakan kejadulan dalam foto tersebut.
Kembali ke pertanyaan kenapa memahami angkatan kerja yang ada itu penting? apakah tim SDM yang ada sudah merepresentasi angkatan kerja?
Karena produk apapun yang dihasilkan SDM berlaku untuk mereka semua, kapan aturan itu bersifat general, kapan aturan itu bersifat fleksibel, kapan aturan itu sebenarnya salah sasaran….
Bicara aturan, saya jadi teringat beberapa saat lalu muncul tulisan untuk mengenang kepergian seorang yang banyak membawa makna dalam pendidikan, di situ dikatakan siapa yang membolehkan siswa berambut gondrong?
Yang benar sekolah tidak mengurus rambutmu. Pendidikan bebas bukan bebas dari .. tetapi bebas untuk…bebas untuk berekspresi, bebas menyatakan pendapat. Seringkali peraturan yang mengatur HANYA do and don’t menjadi tidak relevan.
Bagaimana insan SDM bisa luwes menyikapi dan tegas dalam mengatur organisasi.
Sebuah contoh lagi di awal media sosial berkembang, banyak perusahaan gagap dan membuat peraturan dilarang menggunakan media sosial di tempat kerja dengan menggunakan peralatan kerja kantor, tetapi kemudian ada penyesuaian kecuali terkait dengan pekerjaan. Kemudian peraturan ini makin tidak relevan ketika akses ke media sosial lebih banyak menggunakan gawai pribadi, maka beberapa perusahaan lebih elegan dan tanggap mengaturnya dengan membuat panduan menggunakan media sosial yang sifatnya lebih preventif daripada reaktif. Hal ini akan lebih mudah dipahami bila tim HR juga merupakan representasi dari tim kerja organisasi.

 

Forwarded message: denny Jd
Permisi, Pak Bambang mau break sebentar? :blush:

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
sebentar pak, sedang mengumpulkan huruf mejadi kata dan kalimat

 

Forwarded message:  denny Jd
siap..silakan :pray:

 

Forwarded message:  Bambang Yapri

ini dulu ya, ilustrasi untuk paparan saya berikut

Tentu saja paparan saya di atas bisa memunculkan banyak pendapat dalam spektrum setuju sampai tidak setuju, bahkan ada yang setuju banget sampai tidak setuju banget, dan itu mungkin saja terjadi karena satu kata PERSPEKTIF.

Cerita tentang aturan di atas menjadi dinamika yang menarik saat diantara orang dalam tim SDM sendiri punya perspektif yang berbeda, dan saya percaya perspektif yang berbeda menjadikan blind spot menjadi lebih sempit daripada diskusi yang seragam dan sepakat dalam sesaat, tapi menimbulkan polemik saat diimplementasikan

ok… sekarang bisa break sejenak …

 

Forwarded message:  denny Jd
Ok Pak Bambang .. silakan kalau mau ke toilet dulu dan melemaskan jari :pray:

Saya mencatat beberapa kalimat dibawah ini :

  • Manusia mempunyai kecepatan berpikir yang luar biasa tetapi harus dituangkan dalam bentuk aksi dan implementasi, untuk itu maka pengetahuan saja tidak cukup.
  • Menjadi pengelola SDM tidak hanya cukup mengetahui dasar-dasar pengelolaan SDM tetapi juga melengkapi dengan kemampuan dasar yang lain.
  • Karena produk apapun yang dihasilkan SDM berlaku untuk mereka semua, kapan aturan itu bersifat general, kapan aturan itu bersifat fleksibel, kapan aturan itu sebenarnya salah sasaran….
  • Seringkali peraturan yang mengatur HANYA do and don’t menjadi tidak relevan.
Baca juga:  "Para Profesional MSDM, Biasakanlah Berbicara Menggunakan Data"

Namun saya sarankan tidak membaca parsial dari catatan saya, melainkan membaca full dari pemaparan Kulgram oleh pemateri…
Itu catatan saya.. :blush:

Mengingatkan kemabali untuk link pertanyaan ada di https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/.
Silakan klik link nya dan ajukan pertanyaan terkait topik.

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Pak Bambang, kalau sudah selesai break silakan melanjutkan pemaparan. :pray: :blush:

Silakan pak…

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
siap… sudah lebih lentur jarinya untuk memulai dan kalau dulu mengetik jentik yang biasa jadi korban

 

Forwarded message:  denny Jd
Monggo pak

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Berikut beberapa hal yang asik buat diceritakan di kulgram ini.

SDM punya peran administratif juga strategis, dan untuk itu maka ada dua hal yang menjadi acuan dalam menentukan the right persons di SDM (sesuai konteks kita di kulgram kali ini), yaitu eligibility dan suitability. Kedua hal ini tentu saja juga terkait dengan organisasi di mana kita berada dan pasar di luar.

Eligibility lebih merujuk kepada semua kesesuaian dengan yang bahasa jadulnya prasyarat pemangku jabatan, dan biasanya hal ini yang masuk dalam iklan lowongan (saya tidak akan melebar ke hal ini – nanti ikuti kulgram lanjutan dari Pak Wing yang seri 1nya sudah di-share dengan apik) misal latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sebagainya.

Hati hati…..
hening sejenak, kenapa hati hati?

 

Forwarded message:  denny Jd
kenapa pak ?

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Waspadalah waspadalah,

di proses ini ada yang namanya conscious bias dan cilakanya lagi unconscious bias, saya maunya cewek ya, karena biasa kalau cewek biasanya lebih rapi, saya maunya lulusan dari kampus X ya, karena kalau kampus lain beda, ini bias yang dilakukan secara sengaja, dan biasanya juga karena pengalaman masa lalu, dan ada lagi unconscious bias – ini yang susah diwaspadai – namanya saja tidak disadari, hal-hal yang sama jadi perhatian tetapi bias yang dilakukan tidak disadari sepenuhnya. Ada kecenderungan mengambil dari latar belakang yang sama, bisa latar belakang edukasi, tempat kelahiran, riwayat hidup atau apapun itu. Hal ini bisa saja menjadi benar tetapi juga menjadi pembatas dari kita. Di sini perlu disadari blind spot yang kita punya.

Kalau yang didapat semua dengan latar belakang yang sama, layaknya kita punya 3 nomor telpon, semuanya dari provider yang sama, saat kita masuk daerah tertentu, blindspotnya sama karena 3 nomor dari provider yang sama, nah derita loe kan kalau gitu?
hal ini harus dibiasakan untuk sejenak berhenti dan merefleksikan bias yang mungkin terjadi

Kemudian hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kecocokan atau bahasa sononya suitability, macam mana ini? Dalam kacamata saya pribadi kecocokan ini sangat kontekstual tergantung bagaimana founder atau organisasai mau bagaimana bisnis ini dibangun, apa yang menjadi cetak biru, dan hal ini yang perlu digali saat membangun tim SDM.

Saya ingat saat membuat sebuah program yang ingin membuat sebuah landasan berpikir menjadi lebih relevan, di sebuah organisasi yang pernah saya ikuti, founder mempunyai kepercayaan bisnisnya dibangun dengan jujur, ulet dan sederhana. Saat itu, 2009, kami menyebutnya value recreation, dan membahasakan jujur, ulet dan sederhana supaya lebih relevan dengan situasi yang ada dan sesuai konteks angkatan kerja yang ada.

Demikian halnya saat membangun tim SDM, bagaimana menemukan relevansi kecocokan tim SDM dengan konteks yang ada.

lanjut kah?

 

Forwarded message:  denny Jd
Minum kopinya dulu pak..
kalau sudah hilang haus.. lanjut lagi :blush:

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
slurrrpp wes

 

Forwarded message: denny Jd
ehehehe…
silakan dilanjut pak

 

Forwarded message: Bambang Yapri
nah mas @dennyjd mengetik saya sempat curi start
Saya lanjutkan lagi ya dengan yang lebih kekinian, saat ini saya masuk dalam sebuah organisasi yang menarik dari segala sisi, walau beberapa orang bertanya-tanya dengan “kenekadan” saya untuk masuk dalam industri ini.
Tanya kenapa?

 

Forwarded message: denny Jd
kenapa pak?

 

Forwarded message: Bambang Yapri
sabar ya pak mod, ini yang gak punya kuasa menyela juga punya pertanyaan yang sama mungkin

 

Forwarded message: denny Jd
Oiya pak, saya mengingatkan kepada yang menyimak dan ingin bertanya silakan menggunakan link ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/.

Silakan Pak Bambang :blush: :pray:

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
Saya masuk dalam sebuah organisasi yang industrinya menjadi sorotan, karena harapan juga tantangan yang ada, yaitu industri ecommerce – padanan Bahasa Indonesianya apa ya?

Belum lagi, organisasi bisnis ini berangkat dari kesepakatan dua konglomerat dari dua negara berbeda di Asia, mereka merupakan pemain kuat yang mewakili negaranya masing-masing. (bocorannya ada di kompas hari ini halaman 9)

Tantangan menjadi lebih menarik dengan kepemilikan 50:50 dan organisasi ini berada dalam situasi transisi dan transformasi ecommerce industry yang mengalami pertumbuhan pesat walau sebenarnya pertumbuhan semu di mana insentif untuk mengubah perilaku konsumen dari offline ke online, tetapi saat ini lebih banyak menguntungkan atau memberi insentif kepada pelaku offline sebagai reseller – ini pendapat saya yang mungkin berbeda dengan perspektif anda – nanti ada kulgram sendiri ya…

Nah kesempatan membangun tim dari awal ini menjadi pengalaman yang menarik apalagi di industri yang belum menemukan jati dirinya – paling tidak di Indonesia, salary structure tidak ada benchmarknya, struktur organisasi sangat beragam, ada yang vp di bawah director, ada vp di bawah cco, beragam deh nano nano

Tantangan lain lagi, mau membuat sesuatu yang berbeda, tetapi sumber daya yang di ecommerce saja terbatas, kalau ambil semua dari yang sudah ada lebih jadi copy and paste, jadi bagaimana mengkombinasikan dari yang ada di offline dan online industry?

Dari tim yang mengelola MSDM sendiri ada tuntutan yang berbeda dari yang lain, sebagai contoh, CEO memutuskan direksi saat ini tidak akan memakai sekretaris tetapi membutuhkan sesekali untuk itu mereka meminta ada dari area MSDM-GA membantu mereka (catatan: GA dibawah MSDM) , sehingga staf GA punya tuntutan menguasai bahasa Korea, nah konteks ini menjadi eligibility dari posisi yang ada.

Di tim saya dari komposisi eligibility dan suitability yang dibutuhkan mempunyai latar belakang pengalaman yang beragam juga latar belakang pendidikan formal yang beragam, dari IT, TI, Musik, Psikologi juga HI lengkap deh, dan mudah ngatur cuti karena juga berbagai latar belakang agama dan berbagai universitas yang berbeda sehingga punya perspektif yang bisa saling melengkapi. Masing-masing bagian dari tim punya keahlian di bidangnya masing-masing tapi juga harus belajar banyak tentang industri ecommerce dan area lain yang bukan menjadi keahliannya

Mari kita perdalam materi ini dengan berbagi cerita dan juga tips dari rekan rekan….

Secara singkat berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun tim MSDM, dan hal ini tidak jauh berbeda ketika membangun tim lainnya, yaitu:

  1. Bangun tim dengan keberagaman menjadi salah satu kata kunci sehingga blind spot bisa agak tertutupi —- inga inga punyalah leibh dari satu provider telepon bila punya kesempatan untuk punya lebih dari satu nomor
  2. Beri ruang untuk berkolaborasi – hal ini bisa terjadi kalau ada pemahaman dasar dan kesempatan
  3. SDM saat ini membutuhkan beberapa keahlian mendasar yaitu mempunyai pemahaman diri yang utuh, keterampilan belajar hal baru, punya rasa keingintahuan, membangun komunikasi aktif dan positif termasuk pengetahuan akan bisnis.
  4. Dan SDM juga lebih gaul dan tidak berada dalam ruangan tersendiri atau terisolasi dalam pulau sendiri dan tidak tahu apa yang ada di luar
Baca juga:  Driving Competitiveness Through Salary Survey

Demikian sharing dari saya, dan tentu saja dengan keterbatasan waktu dan pengalaman saya sendiri, pasti ada blind spot yang perlu dilengkapi oleh perspektif dari 625 members yang lain

back to host mas @dennyjd

 

Forwarded message:  denny Jd
Terima kasih Pak Bambang Yapri ..
Pas jam 21.

Saya tadi sambil browsing mengenai e-commerce dan dapat penjelasan ini :
Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

https://id.wikipedia.org/wiki/Perdaganganelektronik
Wikipedia
Perdagangan elektronik
Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalu…

Link untuk pertanyaan masih dibuka di https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/.

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Pak Bambang, ada pertanyaan yang masuk. Boleh kita masuk ke sesi tanya jawab ya pak?

 

Forwarded message: Bambang Yapri
yuk…

 

Forwarded message: denny Jd
Baik Pak Bambang, berikut pertanyaan pertama dari Rachmat (BRISyariah):
Jika perusahaan memang memiliki kecenderungan profile tertentu, contoh bank syariah apakah yang bisa dilakukan dengan profil perusahaan yang seperti ini?
Silakan pak…

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
terimakasih untuk pertanyaannya

saya percaya semua perusahaan pasti punya kecenderungan profile tertentu, tentu saja di awal adalah memetakan kecenderungan profile tertentu tersebut pak Rachmat. Baik profil kebutuhan bisnis, profil konsumen, profil organisasi dan kemudian orang orang yang menjalankan. Konsep syariah mungkin 10 tahun menjadi hal baru tetapi sekarang hampir setiap bank konvensional juga punya. Saya tidak mempunyai kepakaran dalam aspek bank syariah, tetapi dari kecenderungan tersebut tentu bisa diturunkan dalam eligibility dan suitabiliy

Saya jadi ingat adanya profil yang membedakan atau unik, tentu saja seseorang yang punya latar belakang perbankan syariah akan kalah dengan profil yang punya latar belakang perbankan syariah tetapi juga punya kemampuan penguasaan bahasa asing.

Jadi tidak serta merta profil di bank konvensional bisa langsung dicopy paste
Demikian tanggapan dari saya

 

Forwarded message:  denny Jd
Baik pak Bambang… terima kasih penjelasannya
Kita masuk ke pertanyaan selanjutnya ya pak?
Pertanyaan kedua dari Lavinia (Baramutiara Prima):
Jika dikaitkan dengan profil DiSC, apakah kalau ingin menyusun sebuah tim, sebaiknya para anggota tim itu masing-masing memiliki dominan profil D, i, S, dan C?

Silakan pak.. :pray:

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
Terimakasih pak mod
terimakasih juga Ibu @vinabudiyanto , rupanya ibu cukup banyak menggunakan personality assessment ini

Yang menjadi titik beratnya adalah keberagaman yang sesuai dengan profil industri juga posisi, apa jadinya kalau semua dalam tim profilnya dominan di salah satu tipe kepribadian…tentu saja ada blind spot yang makin besar dan susah ditutup oleh keberadaan tim.

jadi in short tidak harus masing masing profil kepribadian ada tetapi sebaiknya saling mengimbangi dan mengiris
eh kok mengiris, mengisi maksudnya
kalau tidak saling mengisi nanti malah mengiris hati gitu
silahkan pak moderator

 

Forwarded message:  denny Jd
😀 terima kasih penjelasannya..

Kita masih punya beberapa pertanyaan. Saya persilakan Pak Bambang minum dulu ..
Pertanyaan selanjutnya dari Indria Ratna Hapsari (Tetra Pak):
Ketika bapak bergabung di perusahaan yang industrinya masih mencari jati diri. Data2 apa yang bapak gunakan sebagai referensi dalam menyusun organisasi, remuneration policy ataupun HR related things sehingga bisa meyakinkan management bahwa usulan atau keputusan bapak mengenai MSDM ada di jalur yang tepat?

Silakan pak Bambang :pray:

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
Semoga menjawab ibu @vinabudiyanto
Terimakasih Ibu @indriahapsari untuk pertanyaannya
di masa masa galau memang tetap butuh pijakan referensi – baik dari industri sejenis (misal walau belum ada salary survey di industri sejenis – kemampuan membangun jejaring sangat membantu – dan saat interview sebenarnya juga sedang membangun data ini) juga untuk hr related things yang lain. saya meminjam juga tips dari rekan kerja saya yang juga ada di grup ini
bagaimana juga listening first…
mendengarkan pendapat dari masing masing stakeholders, ini juga menjadi acuan dalam membangun argumentasi usulan.
misal : saya baru tahu kalau ternyata COP (car ownership program) bukan hal yang umum bahkan aneh bagi rekan rekan kerja dari korea

nah saya butuh referensi dari perusahaan2 asal korea lain yang beroperasi di Indonesia dan memaparkan bahwa perusaahaan korea yang beroperasi di Indonesia pun mengadopsi COP ini walau bukan hal yang umum
tentu saja banyak hal yuang jadi pengalaman Ibu @indriahapsari di perusahaan sekarang
demikian sharing dari sayua menanggapi pertanyaan ibu

 

Forwarded message: denny Jd
Baik Pak Bambang..menarik sekali penjelasan dan pertanyaannya..
Kita masih punya waktu dan masih ada beberapa pertanyaan. Pak Bambang masih berkenan lanjut ya?

 

Forwarded message: Bambang Yapri
monggo biar bisa segera kuliner ini

 

Forwarded message: denny Jd
hahahaha…baik pak
Pertanyaan selanjutnya dari Miftah (Universitas Trisakti)
Dear Pak Bambang,

Menarik membaca Kulgram Bapak tentang topik ini karena dapat menentukan efektifitas kerja fungsi ini..
Apabila saya berada di unit kerja tersebut dan melihat beberapa fungsi tidak berjalan dengan baik. Pertanyaannya adalah apa yang perlu saya lakukan (faktor2 apa saja yg perlu dipertimbangkan) untuk dapat memperbaikinya, baik dari sisi struktur organisasi yang ada, sistem kerja (?) dan juga team members-nya, apalagi kondisi perusahaan tdk berada dalam posisi untuk dapat meng-hire karyawan baru.

Silakan Pak Bambang :pray:

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Terimakasih pertanyaan Pak @amiftah yang mengajar di Universitas Trisakti

Ada beberapa pertanyaan simultan yang menunjukkan bahwa satu hal terkait dengan hal yang lain, sebenarnya dalam pertanyaan tersebut ada beberapa insights
bila tidak dapat menghire karyawan baru, maka memaksimalkan yang ada sekarang dengan beberapa intervensi setelah memetakan aspek aspek yang ada
Faktor yang perlu dipertimbangkan tentu saja secara umum lebih kepada apa yang menjadi concern
sebagai seorang dosen tentu bapak terbiasa melakukan intervensi pemikiran dengan bertanya
Asking the right question mejadi kunci ketika kita ingin menentukan faktor2 yang perlu diperhatikan.

contoh: saat lalu orang semua sibuk memikirkan bagaimana di jakarta, penumpang yang naik kereta api steril di atas gerbong
banyak cara kemudian dilakukan dengan menyemprot, membuat cat dan lain sebagainya
tetapi satu pertanyaan kunci membuat faktor yang dipertimbangkan menjadi berbeda – bagaimana supaya tidak ada yang naik ke gerbong, alih alih bertanya bagaimana supaya orang turun dari gerbong
baru kemudian permasalahan terurai dengan meniadakan jalan tikus dan jalur masuk tanpa karcis
demikian Pak @amiftah

silahkan pak @dennyjd masih ada sharing dan tanggapan lain

 

Forwarded message: denny Jd
baik, terima kasih pak Bambang
masih ada beberapa pak…saya lanjutkan ya?
Selanjutnya dari Yudiani (PT Kampung Kearifan Indonesia):
selamat malam bapak…
saya cenderung untuk tidak memperhatikan gender/almamater dlm mencari kandidat karyawan.
tp dr proses screening & intev sy sgt menggunakan chemistry…
apakah itu masih bs dibilang kuno ya pak?

Silakan pak Bambang.. :pray:

 

Forwarded message:  Bambang Yapri
Terimakasih – saya sendiri memang dari nama YUDIANI tidak bisa memastikan gendernya 🙂
tapi perlu memastikan dengan beberapa data tambahan misalnya foto ataupun beberapa referensi lain
dan saya percaya chemistry juga sebenarnya kumpulan referensi tersebut bu, dan itu tidak kuno, hanya saja harus sering kali diuji sehingga chemistry itu tidak menjadi unconscious bias seperti yang tadi saya share
demikian Ibu YUDIANI

Baca juga:  Human Resources Business Partner HRBP

 

Forwarded message: denny Jd
Baik pak Bambang.
Silakan minum dulu ..
Saya lanjutkan dengan pertanyaan selanjutnya :
Selanjutnya dari Tosi (Boehringer Ingelheim Singapore):
Jika kita masuk ke dalam tim sudah terbentuk dan ternyata komposisinya 11-12, alias mirip satu sama lain. Bagaimana tips yang bisa dilakukan sebagai langkah awal?

Monggo pak Bambang :pray:

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Terimakasih untuk pertanyaannya @Tosi_Fajar – hal ini yang paling sering dialami juga
sudah dapat adanya seperti itu: masih ada harapan dengan beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. provokasi pemikiran-pemikiran yang ada dari tim dengan berbagai cara- ajukan pertanyaan yang lebih mendalam
  2. ajak tim keluar melihat apa yang terjadi diluar dan membangun rencana aksi baru
  3. masukkan anggota tim dalam pokja (kelompok kerja) yang berbeda
  4. beri waktu untuk belajar hal baru

tentu saja juga dengan tips anda selama ini – willingness to listen
understand their thought then remove barriers
demikian semoga menjawab (dua yang terakhir adalah hasil diskusi saya sore tadi dengan mas @Tosi_Fajar ) yang relevan dengan hal ini
Terimakasih mas @Tosi_Fajar silahkan mod

 

Forwarded message:  denny Jd
Penjelasan yang menarik. Saya jadi pengen nyatet.
Terima kasih Pak Bambang.
Masih ada ada pak….:blush:
Selanjutnya dari Fristia (PT Integriya Dekorindo):
Jika kita membentuk tim dg variable pendidikan yg beraneka ragam bukannya malah akan membutuhkan byk effort dan byk waktu utk mengembangkanya? Bagaimana saran bpk dg keanekaragaman tp bisa efektif & efisien?

Silakan pak Bambang mencerahkan …

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Baik pak @dennyjd , terimakasih Ibu @fristia dari Integriya dekorindo
saya jadi ingat istilah go slow with people to grow fast
memang banyak effort yang dibutuhkan dan akan terlihat slow tetapi kemudian meniadakan iterasi proses karena ada blindspots yang tidak dilihat dari keseragaman latar belakang pendidikan.
mana alat test yang efektif dan efisien
kalau semua orang hr punya latar belakang psikologi pasti beda dengan jawaban dari tim yang semua latar belakang hukum
ataupun tim hr semua latar belakang teknik
untuk itu kolaborasi awal dari semua latar belakang ini memberi titik temu yang lebih “pas” bagi kebutuhan organisasi
so go slow with people to grow fast
monggo @dennyjd

 

Forwarded message: denny Jd
Baik pak.
Kejar-kejaran dengan waktu, pertanyaan selanjutnya:
Dari Sandra Sahupala (PT Cipta Kridatama, Mining Contractor Group Tiara Marga Trakindo)
Saya mempunyai 2 pertanyaan :

  1. Apa yg dimaksud syarat SDM yg punya pemahaman diri?
  2. Profile SDM tergantung dari core bisnis industri yg digeluti orgns dan itu menentukan job profile, dan menentukan profile karyawan. Apakah menurut Pak BBY kombinasi profile karyawan di tim SDM dibutuhkan karena ini ? Kalau iya, menurut saya perlu dikaji tipe2 profile spesifik apa saja. Contoh di perush mining contractor tipe Millenia yg bekerja bukan dari daerah kota tetatpi daerah2 luar kota besar. Beda sekali profile millenia ini. Menurut Pak BBY gimana?

Silakan pak Bambang…

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Terimkasih untuk pertanyaan dari senior saya yang selama ini jadi tempat saya belajar juga ibu Sandra
baik, untuk yang pertama, maksud saya tim SDM harus memahami diri dalam arti dapat memetakan diri secara baik, tidak hanya melakukan fungsi operasional saja tetapi memahami keunggulan dan hal apa yang masih harus dipelajari
baik dari sisi kompetensi technical or non technical – contoh saya awalnya ada seorang trainer yang biasanya menjadi sumber pengetahuan, paling tidak saya mempelajari lebih dahulu, tetapi dengan peran lain yang harus saya lakukan makan saya harus memahami bahwa karena role saya sebagai trainer saya belum mengasah untuk kemampuan mendengarkan.
dengan pemahaman diri tersebut maka saya bisa meningkatkan kapabilitas diri

Benar bu dari profil yang berbeda tersebut perlu diteropong profile yang dibutuhkan
kalau bicara tipe millenial rasanya ini bukan tipe pilihan yang bisa diihindari, tetapi lebih kombinasi antara memahami tipe ini dan bagaimana mengedukasi dengan value organisasi .

contoh terkait – saya sempat tanya kepada adik ipar saya yang kerja di sf – di startup yang membesar sekarang ini, apayang berbeda dengan kebebasan bekerja di sana dengan di sini.
ternyata tuntutan kebebasan juga dibarengi kematangan pola pikir
jadi freedom with responsibility – hal hal ini yang menjadi materi pendalaman , termasuk angkatan pun tidak hanya berdasarakan umur tetapi kemampuan untuk belajar hal baru, sehingga muncul istilah digital immigrant
semoga penjelasan pendek dengan keterbatasan bahasa tulis memberi hal baru buat Ibu Sandra
makasih mas @dennyjd

 

Forwarded message: denny Jd
baik pak Bambang …
menarik “tuntutan kebebasan juga dibarengi kematangan pola pikir”
Pak Bambang, masih ada satu pertanyaan, namun karena waktu yang sudah jam segini. Pak Bambang nanti bersedia menjawab pertanyaan yang belum dijawab di waktu free bapak ya?

 

Forwarded message: Bambang Yapri
lanjutt

 

Forwarded message: denny Jd
Baik, sebelum saya tutup, silakan Pak Bambang memberikan kesimpulan atau pesan penutup dari topik hari ini. :pray:

 

Forwarded message: Bambang Yapri
ok terimakasih untuk waktu dan kesempatan berbagi.
Keberagaman, kolaborasi, kemampuan belajar hal baru dan gaul menjadi kata kuncinya pak
demikian beberapa kata kunci dari saya
sekali lagi terimkasih dan semoga diskusi ini jadi pemantik bapak ibu sekalian
mohon maaf kalau ada hal hal yang kurang berkenan dalam kulgram ini
Terimakasih untuk keterlibatan semua dan juga tim in service terutama moderator tercinta @dennyjd

 

Forwarded message: denny Jd
Baik pak Bambang.

  • Keberagaman
  • Kolaborasi
  • Kemampuan belajar hal baru, dan
  • Gaul

Terima kasih atas waktu yang sudah disempat-sempatkan memberikan materi malam ini.

Semoga yang terbaik untuk Ayah dari Pak Bambang.

Dengan demikian Kulgram saya tutup. Silakan bagi para anggota Rumah jika ingin menyampaikan apresiasinya kepada pemateri …langsung disini boleh.
Terima kasih semua. ….
Terima kasih lagi pak @bbyapri

Rumah MSDM Arsip:

 

Forwarded message: denny Jd
Selama malam semua. Malam ini saya beruntung bisa meneruskan jawaban dari pak @bbyapri untuk pertanyaan bu @Firdianti
Disela kesibukannya pak Bambang bersedia meluangkan waktu untuk ini. Terima kasih.

 

Berikut pertanyaan dari Didit (XL Axiata)
Malam pak Bambang.
Pengalaman bapak keren sekali :+1:
Pasti seru me miliki kesempatan utk bs membangun team sendiri dari 0.
Yang menarik adalah, jika kondisinya adalah jika di dalam satu perubahan, menganut ambidextrous — 2 model bisnis yg secara paralel berjalan hrs sama baik ; core bisnis yg sdh stable & start-up bisnis; bagaimana mengelola team msdm nya?

  1. Jika team msdm nya satu, bagaimana memastikan team dynamic yang efektif dari keberagaman msdm nya?
  2. Atau lbh baik terpisah?
    Thank you :pray:

dan jawabannya akan saya forward :pray:

 

Forwarded message: Bambang Yapri
Selamat malam, berikut respon saya terhadap pertanyaan ibu didit. Secara umum apakah memang ada perbedaan tuntutan dr dinamika tim, dan apakah perbedaan itu memang sesuatu yg bertolak belakang, misalnya di core bisnis butuh tipe farmer yg lebh punya karakter maintain dan di start up butuh cenderung tim.hunter yg lebh berburu dan mencari pelanggan baru, bila lebh.kepada krkter ini tdk mengapa tim.msdmnya menjadi satu, hanya tim.msdm nya yg perlu melakukan mapping tersebut.
Tetapi bila memang secara total organisasi punya tuntutan yang benar2 berada pada spektrum berlawanan, maka perlu dibedakan menjadi 2 Business Unit yg berbeda dengan HR BP yg bs menjadi penyambung kepada tim msdm yg menjadi subject matter expert.
Demikian tanggapan saya, maaf sebelumnya kalau baru merespon

 

Forwarded message: denny Jd
Semoga tercerahkan bu @Firdianti.
Kalau masih penasaran, boleh contact pak @bbyapri langsung. :blush::blush::pray:

Pak @bbyapri, terima kasih. :pray::blush: