Rumah MSDM Arsip
Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Selamat malam bapak dan ibu sekalian….
Sudah jam 8, dan kita akan mulai Kulgram malam ini
Kulgram malam ini akan dibawakan oleh bapak Heriyanto Agung Putra.
Sebelum Kulgram kita mulai, ada peraturan yang harus diikuti, yaitu:

  1. Peserta Kulgram dilarang bertanya dan ikutan chat selama Kulgram berlangsung, kecuali diminta oleh pemateri atau moderator.
  2. Pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/.

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Berikut sekilas tentang profil pak Heriyanto

Ketika saya meminta kesediaan pak Heri untuk memberikan informasi lebih banyak tentang perjalanan karir beliau, berikut ini info yang diberikan oleh beliau:

1993-1996 buka tahu gejrot di depan Blok M,
1997-2000 beralih membuka bubur ayam di daerah Pecenongan,
2000-2006 inovasi menjadi buka warung ketoprak dan gado2 serta karedok,
2009-2014 membuka outlet pulsa
2015 – sekarang masih membuka warung kopi bubur kacang ijo dan ketan hitam,
Alhamdulillah semua lancar dan barokah
Hahahaha….pak Heri ini memang senang bercanda :smiley:smiley:

Okay, kita “kembali ke laptop”….sebenarnya, saat ini pak Heri sedang menjabat sebagai Executive Human Resources Management di Bank Danamon Indonesia Tbk.

Sebelumnya, pak Heri pernah bekerja di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. sebagai Director Of Human Capital & Corporate Affairs, sekaligus menjabat sebagai Commissioner di PT Garuda Maintenance Facility (GMFAA). Selain itu, di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. pun pak Heri pernah menjadi VP Human Capital Management dan VP Business Support.

Pak Heri juga aktif berpartisipasi dalam beberapa organisasi seperti Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM). Selain kesibukan beliau di tempat kerja dan berorganisasi, pak Heri juga sibuk menggowes sepeda :+1:

Di antara jadwal beliau yang padat, pada malam hari ini pak Heri bersedia memberikan Kulgram dengan topik Human Capital Strategy kepada Rumah MSDM…..terima kasih sebelumnya ya pak Heri :pray:

Ok tanpa berpanjang lebar lagi, kami persilakan pak Heri untuk memulai Kulgram ini…. silakan pak

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Oke terima kasih Bu Moderator

Hallo

Selamat Malam rekan-rekan, pastinya jumat malam semuanya sebagian besar sedang mempersiapkan rencana weekendnya atau lagi terjebak macet

Yang Saya hormati Rekan-rekan Pengelola Rumah MSDM dan juga semua rekan-rekan anggota Rumah MSDM yang hari ini ikut bergabung dalam Kulgram Rumah MSDM. Suatu kehormatan juga bagi saya untuk dapat mengisi sesi pada Jumat malam ini.

Dengan segala keterbatasannya sebelumnya saya mohon maaf apabila nanti bahasan yang disampaikan tidak dapat memenuhi semua ekspektasi dari rekan-rekan.

Pada malam ini sesuai dengan Topik yang diberikan, saya akan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan HC Strategi, saya yakin bagi semua pengelola SDM, topik ini bukanlah sesuatu hal yang luar biasa dan biasanya telah familiar dengan hal yang berkaitan dengan bagaimana strategi pengelolaan SDM dari jaman dulu, maupun jaman sekarang ini.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tuntutan dan ekspektasi dari semua tatanan di organisasi semakin lama semakin tinggi dan hal ini membuat para praktisi di bidang SDM saat ini dituntut untuk terus memberikan lebih dari yang biasanya diberikan, karena untuk beberapa perusahaan, khususnya perusahaan yang bergerak di industri jasa, sebagian besar dari biaya yang terjadi adalah biaya pegawai, maka hampir di setiap kesempatan ketika melakukan review bisnis akhirnya yang selalu menjadi fokus pembahasan adalah kualitas SDM, ketersediaan SDM, dan juga total biaya pegawainya, sehingga di sini terlihat bahwa peran pengelola HC menjadi semakin penting untuk bisa memberikan kontribusi agar bisa memberikan value creation bagi semua stakeholders.

Apakah ini merupakan suatu hal yang baik atau malah menjadi sesuatu yang berat buat pengelola SDM, ini sangat tergantung dari persepsi pengelola SDMnya dan juga bagaimana strategi pengelolaan SDM yang di-design, dari beberapa literatur juga untuk pengelolaan SDM sudah mempertimbangkan bagaimana Return Of Investment dari Human Capital, dan juga menghitung Return On Investment pada Training, ataupun ratio atau indicator yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan juga karakter dari perusahaannya.

Pada kesempatan ini saya bermaksud menyampaikan beberapa pandangan dan pengalaman yang saya dapatkan dan juga beberapa referensi bahwa program yang baik ataupun keberhasilan dalam pengelolaan HC harus di-drive oleh sebuah HC strategi yang harus align dengan Visi, Misi dan strategi perusahaan. Nampaknya statement seperti ini sebuah statement klise, tapi jika kita mau dalami dari frame ketika membuat strategi, maka alignment tersebut menjadi sebuah tuntutan. Dan HC strategi itu harus meliputi Siklus dasar dari pengelolaan HC mulai dari proses mencari dan memperoleh talent, pengembangan, kemudian proses me-retain dan membuat talent menjadi engage dengan perusahaan, sampai dengan proses mereka meninggalkan perusahaan.

Beberapa dekade terakhir ini, semakin banyak CEO yang mulai memberikan fokus yang lebih besar kepada fungsi Pengelolaan Human Capital dan juga concern dengan pentingnya peran pengelolaan HC dalam organisasi. Hal tersebut merupakan sebuah ungkapan dari semakin tingginya awareness dari pucuk Pimpinan sebuah Perusahaan, Organisasi atau institusi bahwa peran ataupun faktor yang paling besar yang mempengaruhi keberhasilan atau pencapaian sebuah Organisasi adalah Orang. Apa yang diapresiasi ketika sebuah Organisasi mendapatkan sebuah sebuah pencapaian tertentu pastinya adalah Orang-orangnya yang ada di dalam Organisasi yang menerima apresiasi, karena kalau organisasinya itu sendiri hanyalah sebuah nama ataupun bentuk saja.

Saya pernah mengikuti sebuah event dalam rangka peluncuran sebuah buku karya salah satu rekan saya yang juga praktisi HC , dimana pada kesempatan tersebut CEO dan juga mantan CEOnya menyatakan bahwa keberhasilan perusahaan mereka dan juga bagaiamana bisa mencapai posisi seperti saat itu guna kelangsungan mereka adalah karena CEOnya menganggap bahwa Direktur HC adalah orang kedua setelah CEO. Saya cukup terkagum-kagum mendengarkan Bagaimana seorang CEO perusahaan besar secara langsung menyatakan bagaimana pentingnya peranan Tim HC dan juga SDM adalah sebagai modal utama keberhasilan perusahaannya. Mungkin apabila dilihat dari beberapa dekade sebelumnya, maka fungsi keuangan ataupun fungsi unit bisnis yang lebih dominan, maka pada era sekarang peran HC yang dulunya lebih kepada peranan sebagai supporting unit yang membantu administratif karyawan untuk kebutuhan unit bisnis, mulai menjadi sebuah peran strategis yang punya pengaruh besar.

Dalam beberapa kesempatan saya juga bersama Tim HC membuat beberapa event dalam kaitan untuk mengetahui bagaimana ekspektasi dari stakeholders terhadap pengelolaan HC, saya mengundang beberapa CEO, beberapa eksekutif bisnis untuk memberikan pandangan mereka tentang Pengelolaan HC, dari beberapa kesempatan tersebut hampir sebagian besar dari CEO dan juga eksekutif bisnis menggantungkan harapan yang sangat besar kepada Pengelola HC dan harus diakui bahwa ekspektasi mereka terhadap TIm HC semakin tinggi, ini adalah salah trigger bagaimana kita sebagai pengelola HC untuk terus meningkatkan layanannya.

Baca juga:  Kupas Tuntas SKKNI MSDM

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Interupsi pak Heri….mungkin mau mengistirahatkan jempol dulu :blush:

Sekalian saya mau mengingatkan link pertanyaan jika ada rekan-rekan yang ingin bertanya

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Hehehe siap bu moderator

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto
https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Penjelasan awal yang menarik nih….silakan bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang HC Strategy untuk menggunakan link tersebut di atas untuk memberikan pertanyaan

Silakan dilanjut pak Heri :pray:

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

oke

Biasanya faktor yang umumnya mendorong kesadaran dari organisasi mengenai pentingnya HC adalah ketika organisasi sedang fokus merancang strategi bisnis ke depan dan bagaimana agar dapat terus meningkatkan kinerja, maka serta merta mereka menyadari bahwa untuk dapat mendorong atau mencapai semua objective ataupun initiatif2 dari program tersebut, mereka memerlukan orang-orang yang potensial dan siap untuk dapat menjalankan program tersebut, dan juga bentuk organisasi seperti apa yang bisa mendukung hal tersebut. disinilah pengelola HC harus dapat menunjukkan bagaimana Pengelola HC mendukung program tersebut, dan keberhasilan dalam meyakinkan bagaiman peran HC menjalankannya akan membuat persepsi tentang posisi HC sangat penting sebagai memberikan nilai tambah strategis dengan menerapkan strategi Human Capital. Sehingga pengelola HC harus dapat memberikan fleksibilitas kepada pengambil keputusan untuk memberikan respon kepada perubahan bisnis ke depan.

Rekan-rekan semua dan juga mungkin hampir di semua perusahaan ataupun organisasi apapun akhir-akhir ini seringkali mendengar transformasi, dan kita semua juga selalu dituntut untuk melakukan transformasi apakah dari bisnis modelnya ataupun dari strategi-strategi yang ada di perusahaan. Mengapa hal itu terjadi karena persaingan di pasar, kemudian ekspektasi dari pelanggan selalu mendorong bahwa semua tatanan di dalam perusahaan harus selalu didorong untuk membuat perubahan atau membuat sesuatu yang baru. Kemudian pertanyaannya apakah perubahan atau pembaharuan yang dilakukan itu berhasil? Jawabannya belum tentu, ada sebuah survei yang pernah saya baca bahwa hampir 70% dari perubahan yang dilakukan gagal. Adapun penyebabnya adalah karena adanya resistensi untuk melakukan perubahan dan juga kegagalan dalam mengelola perubahan, padahal istilah change management di setiap perusahaan seringkali didengung-dengungkan dan juga kadang dibuat Tim Khusus bahkan Unit kerja khusus untuk menangani perubahan. Nah di sinilah peran pengelola HC yang diharapkan bisa mempengaruhi karyawannya untuk mau berpartisipasi aktif dalam membuat inisiatif-inisiatif untuk transformasi.

Berdasarkan yang disampaikan di atas, jadi sebenarnya apa sih HC Strategi => HC Strategi dapat diartikan sebagai sebuah cara menjalankan sebuah rencana yang berhubungan dengan fungsi Pengelolaan HC, mulai dari proses mencari dan memperoleh talent sampai dengan proses karyawan meninggalkan perusahaan dan seluruh tatanannya diselaraskan dengan Visi, Misi, Strategi dan sasaran perusahaan.

Jadi salah satu sasaran dari HC Strategi sendiri adalah agar dapat mendukung proses transformasi pada aspek people untuk membuat agar karyawan menjadi sebuah asset , yang direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan strategis dari perusahaan yang prosesnya adalah untuk memprioritaskan investasi di HC dan juga membangun strategi guna dapat memberikan sesuatu yang berbeda kepada para karyawan di perusahaan.

Apabila kita sudah mengetahuidengan jelas mengenai Strategi dari HC, maka kemudian kita juga harus tahu kira-kira apa dampaknya dari penerapan strategi HC itu sendiri bagi perusahaan, hal ini yang biasanya kita agak sering missed di mata unit bisnis => dan kalau kita melihat kembali penjelasan di atas, dampak dari proses pembentukan strategi bagi karyawan maupun pimpinan di perusahaan mulai dari fungsi, peran dari HC operation sampai kepada budaya perusahaan.

Penentuan HC Strategi tidak hanya sebatas gambaran bagaimana sebuah model tetapi juga memberikan gambaran bagaimana peran pimpinan mengelola pengembangan karyawan, bagaimana proses tracking dari progress pekerjaan dan bagaimana proses menyiapkan staf untuk melaksanakan tugasnya. Tentu saja mengendalikan HC management atas seluruh employee life cycle mulai dari menentukan spesifikasi atau kualifikasi dari pegawai yang akan direkrut, bagaimana trainingnya, jenjang karirnya di organisasi, sampai dengan karyawan memasuki pensiun. Strategi ini akan memiliki dampak dan kesan yang signifikan terhadap perusahaan sebagai pemberi kerja, kepada karyawan yang ada dan pihak lain yang tertarik, para kandidat potensial, pesaing, pelanggan dan semua stakeholders lainnya.

Prinsip dasar dalam membuat strategi itu sendiri yang kadang terlupakan adalah membuat rencana strategi itu:

  1. Sesuatu yang dapat diimplementasikan dan jelas bagaimana cara implementasinya
  2. Strategi tersebut harus konseptual dan sistematis
  3. Bagaimana proses membuat Plan tersebut menjadi sebuah achievement atau deliverables yang terukur
  4. Pelaksanaan strategi dilaksanakan secara stages (journey or milestone)
  5. Mempertimbangkan Internal resources (Capacity or Capability)

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Permisi pak Heri….waktu 4 menit lagi sebelum kita mulai sesi Q&A :blush:
Atau masih perlu waktu lebih banyak untuk penyampaian materi?

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra
Sebelum kita beranjak kepada hal lainnya, ada hal yang sangat penting dalam kaitan membuat strategi tersebut yaitu komitmen dari seluruh tatanan manajemen untuk memahami dan mengikuti strategi dimaksud, adapun faktor-faktor yang sangat penting yang berpengaruh antara lain adalah:

  • Ketersediaan dan usaha seluruh tatanan manajemen untuk melakukan evaluasi dan mengidentifikasi seluruh issue yang ada di seluruh unit bisnis untuk dibahas. Untuk hal ini manajemen puncak atau CEO harus ikut serta membantu menentukan strategic issues dalam kaitan dengan keputusan jangka panjang yang telah ditentukan.

Sedikit lagi ya bu moderator,

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Silakan pak Heri :blush:

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

  • Menyiapkan solusi untuk hal yang paling sulit dan juga menggapai konsensus ketika ada perbedaan pendapat. Kemampuan manajemen dalam mendapatkan kesepakatan dan kompromi di area yang kompleks yang mempunyai implikasi besar, sebagai contoh mengganti karyawan atau manager yang dianggap memegang posisi kunci. Dan juga kesiapan dan kegigihan dari manajemen dalam menghadapi situasi yang ada, dan kesediaan untuk berubah adalah kunci untuk memulai melakukan perubahan.
  • Kesediaan untuk menetapkan rekomendasi strategis sampai semuanya terimplementasi untuk menjalankan strategi banyak sekali riak dan gejolaknya di organisasi, adalah merupakan variasi kekhawatiran dan ketidaktahuan serta keinginan untuk berubah. Secara berkala dikomunikasikan prosesnya kepada seluruh pegawai dan managers, mulai dari tahapan diagnostik sampai dengan rekomendasi, dan semuanya itu harus dijalankan dengan transparan dan dipastikan objektif dari awal, dan juga pastikan arus bawah bisa di-manage. Kesediaan manajemen untuk mengimplementasikan rekomendasi strategis dan bagaimana manajemen menghadapi situasi sulit. Bahkan untuk menghadapi masalah beban keuangan agar pesan tersebut dikirimkan kepada karyawan meyakini bahwa hal tersebut akan tercapai dan juga menghargai masa lalu dan juga yakin dengan masa depan.
Baca juga:  HC Data Analytics Telkom Group From Concept to Realization

Beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam membuat sebuah strategi antara lain adalah:

  • Visi, misi dan values dari perusahaan;
  • Core Competence dan strength dari perusahaan;
  • Trend model bisnis dan industri ke depan;
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis dan industri ke depan;
  • Source ke depan

Untuk proses pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan sistematis selain dimulai dengan prosesnya Top Down yaitu cascading dari atas ke bawah, juga yang tidak kalah pentingnya membuat buy in dengan seluruh tatanan agar ini bisa berjalan.

Mungkin itu sekilas gambaran yang dapat saya sampaikan bagaimana Strategi Human Capital dibuat dan bagaimana membuat HC strategi itu bisa menjadi bernilai.

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Wah penjelasan yang cukup komprehensif dari pak Heri :clap:

Kita rehat sejenak sambil memberikan waktu bagi pak Heri untuk mengistirahatkan jempol :blush:

Dan sekali lagi saya infokan link pertanyaan bagi rekan-rekan yang ingin bertanya: https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Mungkin segitu dulu sebagian penjelasan dari bagaimana HC strategi dibuat, silahkan ap bila ada feedback atau input agar menjadi lebih jelas, demikian Bu Moderator

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Baik pak Heri

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Ternyata untuk menulis di HP tidak mudah juga ya, tapi sangat menarik sekali karena ini cara baru buat saya

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Iya pak…memang Kulgram ini merupakan cara yang relatif baru bagi beberapa orang untuk berbagi knowledge dan pengalaman :blush:

Sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk ke tim In Service….mudah2an dapat dijawab semuanya pada malam ini oleh pak Heri

Okay….sekarang kita mulai dengan sesi tanya jawab

Pertanyaan pertama dari Ragil Pradana Putra (Kereta Api Indonesia):

Bagaimana cara jitu tim hc dalam mengajak para karyawan untk dapat berperan aktif dlm transformasi?

What is the philosophy of HC strategy?

Silakan dijawab pak Heri :pray:

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Baik Bu Moderator, pertanyaan yang menarik,

Mengajak karyawan untuk berperan aktif dalam proses transformasi merupakan sebuah tantangan yang menarik, yang pertama bahwa kita harus bahwa biasanya dalam proses transformasi people merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi proses transformasi tersebut dapat berjalan atau tidak. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya proses harus systematis dan juga pelaksanaannya secara stages. Dan agar semua karyawan dapat berperan aktif maka dimulai dari Top Management harus mendeclareatau menyampaikan langsung rencana transformasi dimaksud, kemudian secara bertahap ke bawah atau cascading ke bawah semua jajaran memberikan penjelasan tentang rencana proses transformasi tersebut.

sehingga seluruh tatanan dalam organisasi terlibat dalam proses transformasi tersebut

dari pengalaman yang pernah saya alami, bahwa top management memimpin langsung proses transformasi tersebut, dan juga monitoring atau tracking atas progress yang berjalan dilakukan secara berkala secara terus menerus, sehingga semua karyawan melihat bahwa jajaran management memang serius untuk melaksanakan proses transformasi tersebut

kemudian philoshopy dari HC strategi sendiri antara lain adalah bahwa strategi tentunya harus align atau seiring dengan strategi perusahaan, kemudian bersifat jangka panjang, dapat diterapkan untuk masa sekarang dan akan datang, mempertimbangkan trend ke depan.

mungkin itu jawaban sekilas dari pertanyaan BapakRagil

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Baik terima kasih pak Heri…

Sekarang kita lanjut ke pertanyaan kedua dari Benny Rachmadin (CT Corpora)

Pak Heriyanto yang saya hormati.. Saya mau tanya, apa 3 hal yang kritikal yang harus diperhatikan dalam membuat Human Capital Strategy? Terima kasih Bapak atas kesediaan bapak menjawab:)

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Yang saya hormati Bapak Benny Rachmadin,

Ijinkan saya menjawab pertanyaan Bapak, mengenai Hal-hal yang critical yang harus diperhatikan dalam pembuatan HC strategy adalah Alignment dengan Corporate Strategy, Strategi tersebut harus applicable dan terukur, serta mempertimbangkan future trend.

sebagaimana kita ketahui bahwa ada beberapa survey dari beberapa perusahaan yang sudah membeikan gambaran mengenai trend model kerja ke depan seperti yang dibuat oleh PWC

yaitu future of work tahun 2022 ke atas, akan dibagi 3 yaitu perusahaan yang berorientasi kepada environment dan social business yaitu green world, ada juga yang berorientasi kepada pola pekerjaan berbasis jangka waktu tertentu dan biasanya pendek yaitu orange world, dan juga perusahaan yang masih berorientasi kepada model bisnis saat ini yaitu hanya concern dengan profit, growth ataupun market share.

dan dari komposisinya saat ini kecenderungan dari pekerja sekarang adalah memilih perusahaan memilih model green world, dan saat ini ternyata komposisinya sudah besar

atau kalau saat ini yang sering kita dengar yaitu perusahaan idaman atau employer of choice adalah perusahaan yang care dengan masalah environment ataupun ke arah social responsibility

mungkin itu yang bisa saya jawab Pak Benny

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Kita lanjut ke pertanyaan berikutnya pak?

Kita rehat sejenak…..sepertinya sudah kemeng jempolnya ya pak hehehe

Bagi rekan-rekan yang ingin bertanya, masih bisa mengajukan pertanyaan melalui link ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Jika memang tidak bisa dijawab malam ini karena keterbatasan waktu, maka akan kita simpan pertanyaan tersebut untuk dijawab di lain waktu :pray:

Okay kita lanjut….

Pertanyaan berikutnya dari Maria Devi R (Delta Group)

Sampai saat ini kita masih temui berbagai nama dari mulai HRD, HC, HRBP, dll. Mohon pencerahan apakah perbedaan dari berbagai penamaan tersebut, karena dalam prakteknya nama-nama tersebut dalam role job nya tetap mengurusi hal yang sama.

Terima kasih

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Terima kasih Bu Maria dari Delta Group

Memang istilah ini sering menjadi pertanyaan, sebelumnya juga Bapak Senior kita Pak Ruky sudah pernah menjelaskan secara gamblang, mungkin nantiPak Ruky bisa menambahkan jika diperlukan, bagi saya Ini merupakan bagian dari evoluasi mengenai Pengelolaan People, dulu awal-awal mungkin lebih terkenal dengan istilah personalia, kemudian menajdi management Human Resources untuk hal ini saya pernah mendapatkan penjelasan bahwa apabila resources maka berarti apabila dipakai terus maka akan habis, maka kemudian seiring dengan perjalanan peran pengelola HC yang semakin penting,dan peran people di dalam sebuah keberhasilan organisasi mulai memegang peranan yang besar, maka isitilah Human Capital menjadi lebih sesuai.

Baca juga:  Merancang Struktur Organisasi

Sedangkan HR BP itu lebih kepada salah satu peran atau fungsi dari Unit HC di dalam frame operational HC yang berperan menjadi partner, advisor ataupun consuler dari Business yang menghubungkan atau yang menjadi jembatan antara fungsi HR dengan Unit Bisnis

Namun memang dalam implementasinya masih banyak ditemui bahwa walaupun sudah berganti istilah menjadi HC namun sebagian besar dalam pelaksanaannya masih lebih cenderung lebih banyak fungsi administratif, daripada fungsi strategis.

justru kita yang harus merubah agar perannya menjadi lebih strategis

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Terima kasih banyak atas jawabannya pak Heri

Rekan-rekan sekalian, waktu jua lah yang membatasi kita…walaupun masih seru Kulgramnya :smiley:

Bagi rekan-rekan yang sudah memberikan pertanyaan, akan kami berikan kesempatan kepada pak Heri untuk menjawabnya di lain waktu

Silakan pak Heri memberikan closing atau kesimpulan dari Kulgram malam ini :pray:

 

Forwarded message:
Heriyanto Agung Putra

Baik Bu Moderator

Akhirnya pada kesempatan yang baik ini saya coba summarykan apa yang saya sampaikan sebelumnya,

mungkin sebelumnya saya juga mohon maaf apabila tidak bisa menjawab secara keseluruhan sesuai dengan yang diharapkan, namun apabila berkenan silahkan bisa langsung menghubungi saya

Intinya adalah bahwa HC Strategi menjadi sebuah cara menjalankan sebuah rencana jangka panjang yang dibuat secara systematis dan dijalankan secara stages, yang dibuat align dengan strategi perusahaan, sehingga dapat menjadi pendorong dari pencapaian objective dari perusahaan.

 

Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Terima kasih kepada pak Heri atas Kulgram yang sangat menarik dan inspiratif pada malam hari ini, yang pastinya menambah wawasan bagi kita semua.

Mohon maaf jika ada hal2 yang kurang berkenan…. dengan ini Kulgram untuk malam ini kami tutup.

Silakan bagi yang masih ingin tinggal di Rumah, menikmati teh, kopi, dan hidangan ala kadarnya :pray:blush:

Selamat malam

Rumah MSDM Arsip:
Forwarded message:
Lavinia Budiyanto

Selamat pagi ibu dan bapak sekalian :coffee:smiley:

Menyambung Kulgram dari Pak Heriyanto pada tanggal 16 Desember 2016 lalu, masih ada 3 pertanyaan yang belum sempat terjawab

Di antara kesibukan Pak Heri, beliau sudah menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut

Ketiga pertanyaan tersebut datang dari Pak @Christ25 , Ibu @Firdianti , dan Pak @coachdt (Denny Turner)

Akan saya forward pertanyaan berikut jawabannya ke Rumah ini

Pertanyaan keempat:
Christians Teguh (….) @Christ25

Bagaimana cara meyakinkan owner yang ingin maju tetapi kurang memiliki komitmen dalam penataan SDM?

Terima kasih Pak Christian, secara langsung mungkin tidak, tetapi sesuai dengan posisi kita, maka Proses untuk meyakinkan para stake holders, dimulai secara bertahap, yaitu meyakinkan dan mendapatkan akseptansi dari Komisaris, baru kemudian ke tahap berikutnya ke stake holder lainnya, nah untuk ke share holder sangat tergantung dari jenis perusahaannya, apabila Perusahaan Terbatas, sebagaimana diatur dalam UU PT maka proses penyampaian program adalah pada saat RUPS, (apabila ada wakil dr pemegang saham di perusahaan, maka lewat wakil pemegang saham di Komisaris) demikian pula halnya apabila perusahaannya sudah menjadi perusahaan publik PT Tbk. maka pemberian informasi kepada share holder harus seimbang, tidak boleh memberikan. Informasi hanya kepada salah satu share holder.

Mungkin itu Pak Christian sekilas penjelasan saya, apabila belum terlalu puas silahkan tanya langsung ke saya.

Pertanyaan kelima:
Didit, XL Axiata. @Firdianti

Dalam menyusun hc strategy, adakah pakem typology yg secara practical bisa dipergunakan sebagai acuan awal? Seperti misalnya jika pilihan strategy marketing perush. adalah ‘first to market’ misalnya, maka design organisasi yg sesuai seperti apa, development seperti apa, etc.

Thanks

Bu Didit yang saya hormati, Sepanjang yang saya tahu, saya belum mendapatkan tipologi khusus berkaitan dengan penyusunan HC Stategy, tetapi prinsipnya adalah dibuat align dengan strategi Korporasi, agar strategi yg dibuat sejalan dengan rencana korporasi ke depan. Pertimbangan lain dalam mendukung design dari strategi HC ada beberapa faktor antara lain yaitu kondisi supply tenaga kerja, kapasitas dan kapabilitas dari people yang ada di perusahaan, model development, dan lain2, mungkin itu yang bisa saya jawab Bu Didit.

Pertanyaan keenam:

Denny Turner (Mercer)
@coachdt

Sampurasun pak Heriyanto yang bijak. Mohon masukannya. Bagaimana kiat eksekusi HC Strategy dalam konteks sebuah korporasi besar dengan berbagai anak dan cucu perusahaan…. dimana karyawan baik di holding maupun subsidiaries merasa terus menurut ‘diperkosa’ oleh manajemen sehingga punya stand point sulit percaya itikad baik manajemen dan cenderung konfrontatif. Sementara itikad eksekusi HC Strategy adalah justru untuk transform ke arah yang lebih baik? Pendekatan apa yang sebaiknya dilakukan? Salam hormat.

Yang Saya hormati Bapak H. Denny Turner, ini mastermya HC, pertanyaan yang luar biasa. Umumnya sebuah korporasi besar biasanya sudah kompleks masalahnya, dan biasanya model holding company, apalagi apabila perusahaan2 yang ada di bawahnya industrinya berbeda, kemudian culture dan nilai2 yang ada perusahaannya juga berbeda, maka untuk hal ini cukup menantang untuk eksekusinya. Dan biasanya perlu dilakukan konsolidasi untuk penetapan strateginya, karena kalau tidak yang terjadi adalah kebingungan dalam implementasi strategi, karena berbeda orientasi. Sebagai contoh sebuah holding perusahaan Jasa yang salah satu perusahaan yg menjadi Induk perusahaannya (biasanya paling berpengaruh untuk penetapan strategi) berorientasi kepada layanan dalam menjalankan bisnisnya karena dengan tingkat layanan yang tinggi, maka bisnisnya akan menjadi semakin kuat dan dapat terus berkembang, sehingga visi, misi dan values perusahaannya lebih ke arah tingkat layanan yg tinggi, sehingga termasuk orang2 yang ada di dalam perusahaannya pun tidak terlalu concern kepada cost. Tetapi disisi lain dalam holding tersebut ada perusahaan lain yg berorientasi kepada pengelolaan cost yg effektif, sehingga values yg ada di perusahaan pun lebih cenderung bagaimana perusahaan bisa menjadi untung, dengan pengelolaan cost yg effektif. Tentunya kondisi 2 jenis bisnis dan juga fokus perusahaan yg berbeda dalam sebuah kelompok perusahaan tertentu menjadi sebuah challenge tersendiri, maka yg harus menjadi perhatian di sini adalah bahwa strategi yg dibuat harus sangat general, karena harus apply di beberapa perusahaan di Holding nya.

Mungkin sementara itu yg bisa saya jawab Bapak H. Denny Turner, terima kasih atas perhatiannya

Demikian ibu dan bapak sekalian, penjelasan dari Pak Heri atas pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab pada hari Jumat lalu, atas perhatian dan pengertiannya, terima kasih :pray:pray: