Rumah MSDM Arsip:

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari

Selamat malam bapak dan ibu semuanya

Malam ini kita akan menyimak kulgram dari pengasuh Rumah MSDM, bapak Achmad S. Ruky dan saya, Indria akan menjadi moderator untuk kulgram malam ini

Seperti Kulgram-kulgram lainnya, saya akan informasikan beberapa peraturan:

  1. peserta kulgram dilarang interupsi selama kulgram, kecuali diminta oleh moderator.
  2. link pertanyaan bisa menggunakan ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/ semua pertanyaan yang masuk akan dipilih oleh 4 orang in service untuk dimasukkan dalam kulgram ..

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Sepertinya nama pemateri kita malam ini sudah tidak asing lagi buat penghuni Rumah MSDM karena pak Ruky selalu rajin menyapa penghuni Rumah MSDM dan selalu punya topik yang menarik untuk dibahas di sini.

Sebelum pak Ruky memulai kulgram, saya akan menceritakan perjalanan karir beliau yang sangat panjang.

DR. Drs. Achmad S. Ruky, MBA, adalah seorang praktisi manajemen sekaligus pakar bidang sumber daya manusia. Pada tanggal 4 April 2016 lalu beliau telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Komisaris Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Sejak tgl 5 April 2016, Dr. Achmad S. Ruky kembali menjalankan profesinya sebagai Konsultan Manajemen Independen secara penuh.

Di tahun 2011 sampai akhir Maret 2015, beliau menjabat sebagai Komisaris Independen, sekaligus Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi di perseroan yang sama.

Dari Juni 2011 sampai tanggal Desember 2013, beliau juga menjadi Management Advisor untuk PT Krakatau Posco, perusahaan baja patungan antara Pohang Steel Corporation, Korea Selatan dengan PT. Krakatau Steel.

Perjalanan karirnya dimulai dari tahun 1967 dan sebenarnya dimulai dalam bidang pemasaran dan penjualan. Posisi eksekutif senior yang pernah dijabatnya adalah sebagai Direktur S.D.M untuk P.T. Indofood Interna Corpration (sekarang Indofood Sukses Makmur) – tahun 1986 – 1989, Direktur S.D.M untuk P.T. Semen Cibinong (sekarang Holcim), tahun 1989 – 1993 dan sebagai Direktur SDM untuk kelompok perusahaan Mercedes Benz Indonesia dari awal bulan Januari 1994 sampai 31 Desember 1998.

Mulai bulan April 1999 pak Ruky berprofesi penuh sebagai konsultan dan berspesialisasi dalam manajemen modal insani dan peningkatan kinerja organisasi. Selama berkiprah sebagai Konsultan tersebut, dari tahun 2007 sampai 2010, pak Ruky bersama tim-nya membantu Kementerian Negara PAN dalam pekerjaan Perbaikan Sistem Penggajian Pegawai Negeri Sipil dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Dari bulan Oktober 2008 sampai Oktober 2010 beliau sempat menjadi Penasihat Ahli POLRI untuk melaksanakan Reformasi Birokrasi tahap pertama pada institusi tersebut. Setelah tahun 2010 ia masih tetap sebagai Penasihat Ahli tidak tetap.

Pak Ruky juga seorang penulis yang produktif. Hasil karyanya yang berbentuk buku dari tahun 2000 sampai tahun 2014 terdiri dari 5 buah buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan 1 buah buku diterbitkan oleh Andi Offset, Jogyakarta. Selain itu, beliau juga aktif dalam organisasi profesi MSDM/HR. Pada tahun 1978 ia turut mendirikan organisasi profesi pertama bidang MSDM di Indonesia yaitu Perhimpunan Manajemen Personalia Indonesia (PMPI) yang sekarang dikenal menjadi PMSM. Dari tahun 1987 sampai 2000, pak Ruky menjabat sebagai Ketua Umum organisasi tsb dan juga aktif sbg anggota Board of ASEAN Federation of Human Resources Management.

Pendidikan formal DR. Ruky setelah SMA adalah Drs. Administrasi Niaga dari UNPAD Bandung, Jawa Barat, Master of Business Administration dari Melbourne University Business School, dan Doctor of Management Science (DMS) dari The Technological University of the Philippine.

Malam ini adalah kulgram kedua dari Pak Ruky untuk Rumah MSDM.

Dan kami dari team In Service Rumah MSDM sangat salut dengan semangat beliau untuk selalu berbagi ilmu dan pengalaman terutama bagi kita semua di Rumah MSDM.

Oke..saya akan berikan kesempatan kepada pak Ruky untuk memulai Kulgram. Silakan pak Ruky

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Baik Indria,
Mari kita mulai
Selamat Malam semuanya.
Indria sebagai moderator telah menjelaskan bahwa Kulgram saya malam ini berjudul: “Berbicaralah Menggunakan Data”. Tentang alasan dan latar belakangnya juga telah dijelaskannya.

Kemudian, secara kebetulan, atau kalau kata orang Jawa; “Ndilalah:, kok pada tgl 2 Desember pagi, Pak Heru Wiryanto, menyampaikan ucapan Selamat Pagi yang berbunyi sbb:

“Semangat pagi…….

“Many HR people are reluctant to engage with numbers or are passive towards them.’ Research report November 2013 : Chartered Institute of Personnel and Development”.

Kutipan Pak Heru tersebut saya anggap sebagai sebuah dukungan bagi saya untuk melaksanakan Kulgram ini ?pray:

Halo semuanya, masih ingat saya? Saya Data, Letkol, Chief Operation Officer, di Starship Enterprise dalam Film serial “Startrek The Next Generation” tetapi bukan saya yang akan dibahas oleh Bpk Ruky. Juga jangan… SPEAK WITH ME ? ?

Yang akan saya bahas dalam Kulgram malam ini adalah tentang apa yang kita sebagai praktisi MSDM harus lakukan agar pandangan orang bisa berubah. Urutan bahasan saya adalah seperti di bawah ini:

  1. Apa yang saya maksud dengan Data dalam konteks bahasan ini.
  2. Mengapa dan untuk apa kita harus “berbicara menggunakan data?”
  3. Data apa dan dalam bentuk seperti apa yang kita harus dan dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan pekerjaan kita.

Tetapi karena terbatasnya space, pembahasan saya harus dibatasi. Demikian pula dengan jumlah contoh ilustrasi visual. Hanya 5 buah yang sering saya gunakan yang bisa disajikan di sini. Masih ada 15 buah lagi yang nanti bisa anda lihat di file Web Rumah MSDM.

Kita mulai dengan no.

1. Apa yang dimaksud dengan data dalam konteks Kulgram ini?

Untuk menjawabnya saya tidak akan masuk ke dalam pembahasan yang terlalu bersifat ilmiah.
Dalam konteks “awam”, data adalah bentuk majemuk dari “datum” atau fakta yang bisa berbentuk sebuah peristiwa, “citra” (image) atau pernyataan yang ditemukan, diperoleh, tercatat atau terekam (lihat Kamus Webster dan Wikipedia).
Agar menjadi sesuatu yang punya arti sehingga bermanfaat maka data harus diolah dulu sehingga berubah menjadi sebuah INFORMASI. Informasi itulah yang berguna dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Harap dicatat bahwa fokus atau object dari Kulgram ini BUKAN lah teknik atau metode pengumpulan dan analisis atau, big data, data mining, dsbg. Tolong agar nanti jangan ada bertanya ttg hal itu kepada saya. ? Bila ada yang ingin bertanya juga tentang hal itu silakan bertanya kepada Pak Heru Wiryanto ?pray:
Keahlian saya hanyalah “tahu” data apa yang diperlukan, kapan/untuk apa diperlukan dan kepada siapa atau dari mana memperolehnya tanpa kesulitan.

Baca juga:  Implementasi Sertifikasi Profesi berbasis SKKNI di Perusahaan - PT Spindo, Tbk

Sekarang kita masuk ke topik ke 2

2. Mengapa atau Untuk Apa Kita “Berbicara Menggunakan Data”?
Alasan 1. Untuk bisa me-“manage” pekerjaan kita sendiri secara efektif.
Data yang kita peroleh dan olah akan sangat membantu kita dalam mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi baik pada saat ini atau akan dihadapi di masa depan. Misalnya, dalam kasus “turn over” karyawan, kita bisa mengidentifikasi fungsi atau satuan kerja yang mana telah terjadi turn-over karyawan yang paling tinggi. Kemudian meneliti apa saja yang menjadi penyebab tingginya turn over itu.
Demikian pula dengan meningkatnya jumlah jam kerja yang hilang karena absen atau keterlambatan. Kemudian frekuensi terjadinya kesalahan (error) dalam proses pelaksanaan sebuah tugas. Bila kita telah atau pernah menerapkan TQM/TQC tentu masih ingat bahwa untuk bisa memetakan masalah yang kita sedang teliti dalam bentuk histogram, kita harus mengumpulkan minimal 90 data harian (90 hari berturut turut).
Dan banyak lagi kegunaan yang lain.

Alasan 2. Untuk membantu dalam “menjual” usulan atau gagasan.
Bila usulan atau laporan yang kita ajukan selalu didukung dan dilengkapi oleh data dan fakta maka akan membantu “pihak lain” khususnya rekan kerja dalam tim manajemen dan Dewan Direksi untuk memahami apa yang kita kemukakan dan usulkan dengan lebih mudah. Dengan demikian akan membantu mereka menentukan sikap dan membuat keputusan dengan lebih cepat dan tepat.

Alasan 3. Untuk memberi kesan yang positif kepada atasan dan rekan-rekan sekerja.
Hampir semua pimpinan perusahaan akan punya kesan awal yang positif sekali bila begitu anda masuk (bekerja) pada sebuah perusahaan, selama minggu pertama, setelah menjalani masa orientasi, anda langsung berusaha memperoleh data lengkap dan akurat tentang “object” dari pekerjaan anda di perusahaan itu, yaitu sumber daya manusia. Kesan positif yang terbentuk adalah bahwa anda memberi indikasi sebagai orang yang serius dalam menjalankan tugas dan memberi “attention to details”.

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Permisi saya potong sebentar untuk mengingatkan link pertanyaan
Bagi bapak dan ibu yang memiliki pertanyaan berkaitan dengan Kulgram ini bisa melalui https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

dan sekali lagi diharap bagi bapak dan ibu untuk tidak interupsi di sela-sela Kulgram. Terima kasih
Silakan dilanjutkan pak Ruky

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Baik. Kita lanjutkan lagi ya
Data “Mentah” Harus Diolah Dulu.
Walaupun saya katakan bahwa kita harus “berbicara menggunakan data”, bila data yang kita peroleh masih dalam kondisi “mentah” tentunya harus diolah lebih dahulu agar menjadi informasi yang punya arti sehingga kita bisa menggunakannya untuk berbagai keperluan.
Usahakan agar hasil pengolahan tersebut bisa dalam berbagai bentuk/format yang menarik. Boleh dalam bentuk grafik batang, garis, atau pie. Bisa juga dalam bentuk lain yang akan menarik perhatian orang dan mudah dipahami oleh mereka. Ingat pepatah: “Satu gambar sama nilainya dengan 1000 kata”.

Data Harus Sedapat Mungkin Dikonversi Ke Nilai Finansial
Satu hal lagi. Bila kita bekerja untuk sebuah organisasi bisnis maka standar, ukuran, dan parameter yang utama untuk pengukuran kinerja atau resiko adalah dalam nilai finansial. Walaupun parameter non finansial seperti kepuasan pelanggan, kepuasan pekerja dan data lain yang bersifat kualitatif sering digunakan juga tetapi pada ujungnya, parameter utama untuk mengukur kinerja sebuah perusahaan selalu ditetapkan dalam nilai uang. Oleh karena itu, maka sebagian besar data yang kita peroleh harus diusahakan untuk konversi yaitu dihitung dahulu ke nilai finansial.

Contoh:
Data (catatan) tentang jumlah jam kerja efektif yang hilang sebagai akibat dari kemangkiran, keterlambatan atau kecelakaan kerja bisa dihitung nilai finansialnya sehingga bisa ditentukan apakah kerugiannya signifikan atau tidak. Demikian pula dampak dari tingkat turn over karyawan yang tinggi dan banyaknya overtime (kerja lembur) yang dilakukan.

Demikian pula dengan data mengenai tingkat produktivitas dan efektivitas penerapan manajemen sumber daya manusia di sebuah perusahaan. Penghitungan dapat dilakukan menggunakan formula yang diberikan oleh DR. Jac Fitz’en dalam bukunya “The ROI Of Human Capital” (lihat buku Ruky: “Menjadi Eksekutif MSDM Profesional”).

DATA YANG HARUS DIPEROLEH/ DIMILIKI dan DIMANFAATKAN
Banyak sekali data yang harus diperoleh, dikuasai dan akhirnya dimanfaatkan oleh mereka yang bekerja dalam bidang MSDM. Daftar di bawah ini adalah yang paling utama.

I. Dari Internal Perusahaan.

1.1. Basic Data; SDM/Modal Insani Yang Dimiliki Perusahaan yang terdiri dari:

DEMOGRAFI SDM.

Yaitu gambaran tentang sumber daya manusia yang saat ini dimiliki/didayagunakan atas dasar berbagai kategori; usia, masa kerja, pendidikan, hubungan kerja, posisi

1.2. Basic Data Terkait Human Resource Maintenance.

  • Komposisi Komponen Remunerasi Karyawan dan % nya.
  • Perkembangan Biaya Remunerasi Total dalam masa 5 sampai 10 tahun terakhir.
  • Perkembangan Biaya Remunerasi Rata-Rata Per Karyawan dalam masa 5 sampai 10 tahun terakhir.
  • Perkembangan Biaya Gaji/Upah Pokok dibandingkan dengan Benefits (Tunjangan dan Fasilitas)
  • Perkembangan Biaya Remunerasi Total Dibandingkan dengan perkembangan Laba Perusahaan (dalam persentasi dari Revenue).
  • Sebaran Gaji/Upah untuk tiap Job Grade dalam Grade Structure
  • Perkembangan Biaya Pemeliharaan Kesehatan.
  • Statistik Karyawan Sakit.
  • Jenis penyakit dan lama dirawat.
  • Statistik Kecelakaan Kerja dalam 5 tahun terakhir – jumlah Jam Kerja yang hilang. Jumlah yang celaka, Jenis kecelakaan.
  • Biaya Lembur Pekerja Per Satuan Kerja Dalam 12 Bulan terakhir.

 

1.3. Basic Data Terkait Bidang Hubungan Industrial/Perburuhan.

  • Catatan Keluhan Karyawan Perorangan (Individual Grievance) selama setahun terakhir yang menjelaskan; Jenis, Penyebab, dan Cara Penyelesaian Keluhan.
    Note: Setahu saya hanya sedikit perusahaan yang melakukan hal ini. Saya pelajari ini tahun 1977 saat mengikuti acara orientasi selama 2 minggu di salah satu pabrik Goodyear di Union City, Tennessee USA.
  • Catatan Tentang Perselisihan Perburuhan Yang Telah Terjadi: Sumber (Penyebab) Perselisihan, Jumlah tiap Jenis Masalah per Tahun, Cara Penyelesaian Masalah.
  • Jumlah Waktu Kerja Yang Hilang Sebagai Akibat Perselisihan Perburuhan.
  • Statistik Absen/Kemangkiran Dalam Persentasi Dari Jumlah Tenaga Kerja Total
Baca juga:  Tes Doodle untuk Rekrutmen dan Seleksi

 

1.4. Efektivitas Fungsi MSDM/HCM itu sendiri (Hasil Analisis).
Perkembangan Tingkat Produktivitas SDM – Pekerja Produksi (Operasional) dalam masa 5 tahun terakhir.

  • Perkembangan Produktivitas SDM Keseluruhan (Tenaga Organik ditambah Tenaga yang dipasok melalui Outsourcing).
  • Perbandingan Produktivitas SDM perusahaan-perusahaan sejenis yang beroperasi dalam sektor Industri yang sama.
  • Human Capital ROI (Return on Investment) menggunakan rumus Prof. Jaq Fitz’en – lihat contoh dalam grafik di bawah)

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Bagi bapak dan ibu yang memiliki pertanyaan berkaitan dengan Kulgram ini bisa melalui https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Human Capital Value Added (Rumus dari Prof. Jaq Fitz’en – contohnya nanti bisa ditemukan di Web Rumah MSDM)
a. Kecepatan Pengisian Lowongan Kerja Jabatan Non-manajerial dan manajerial.
Turnover rate of new recruits (persentasi karyawan yang mengundurkan diri atau diberhentikan setelah selesai masa percobaan dari jumlah yang baru direkrut dalam masa 1 tahun.
Dampak Positif Pelatihan Pada Kinerja Satuan Kerja dan Kinerja akhir (“Bottom Line Performance”) Korporasi.
Tabel di bawah ini menunjukan perbandingan produktivitas SDM sebuah perusahaan Indonesia dengan sejumlah perusahaan terbesar di dunia yang bergerak dalam sektor industri yang sama. Nama-nama perusahaan saya hapus

b. Proyeksi.
Proyeksi bisa dan biasa dilakukan misalnya untuk memperkirakan tingkat turnover karyawan khususnya tenaga inti dan kelompok generasi milenial. Tentu saja berbagai indikator yang relevan harus diteliti.
Proyeksi juga bisa dilakukan atas dampak biaya yang akan ditanggung oleh perusahaan untuk kesalahan yang dilakukan dalam bidang MSDM misalnya dalam rekrutmen.
Biaya itu dihitung menggunakan metode yang biasa digunakan dalam bidang keuangan. Perhitungan itu menunjukkan besarnya biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan sejak ia direkrut begitu lulus sekolah (kuliah) sampai ia menjalani pensiun dengan asumsi ia bekerja terus sampai pensiun. Lihat contoh di bawah.

II. Data Yang Berasal Dari Sumber Eksternal (Luar).
Data dari sumber eksternal tersebut tentunya harus berasal dari sumber yang bisa dipercaya dan dipertanggung jawabkan. Data asal eksternal yang biasa digunakan dibagi dalam 2 kategori.

2.1. Data Bersifat Sekunder. Salah satu yang paling sering digunakan adalah hasil benchmarking dengan sejumlah perusahaan lain dan perusahaan kita turut menjadi pesertanya.
2.2. Data Tersier (saya menyebutnya demikian) yang terdiri dari hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau perusahaan jasa konsultan. Perusahahaan kita hanya membeli hasilnya tapi tidak menjadi peserta.
2.3. Data tersier yang sumbernya adalah media cetak atau laporan dari badan resmi pemerintah. Umumnya berkisar tentang kondisi makro ketenagakerjaan dan informasi tentang indikator ekonomi misalnya inflasi.

Ok saudara saudara sekalian,
Itulah beberapa tip yang bisa saya berikan melalui Kulgram malam ini. Mudah mudahan bermanfaat dan mereka yang selama belum biasa “berbicara pakai data”, mulailah melakukannya ?.
Oh ya. Saya ulangi bhw sejumlah ilustrasi yang tidak bisa di-post di sini karena ada pembatasan, anda bisa temukan di Web Rumah MSDM
Indria, pas 58 menit ya. ?smile:

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Iya pak..materi yang sangat jelas dan tepat waktu. Salut untuk pak Ruky ?
Sambil menunggu pertanyaan masuk, pak Ruky monggo kalo mau mengistirahatkan jempol dan minum kopi dulu.
Penjelasan pak Ruky untuk materi malam ini rupanya sangat jelas sampai2 kita belum menerima pertanyaan dari penghuni Rumah MSDM.
Ada penghuni Rumah MSDM yang japri ke saya mengatakan bahwa materi sangat terang benderang
Kalau gitu, saya punya pertanyaan pak. Bagaimana cara kita mengkategorikan data2 mana yang diperlukan untuk report ke manajemen dan data mana yang cukup di HR saja? Atau semua data harus disampaikan ke Manajemen?

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Nah itu pertanyaan yang bagus Karena menyentuh intisari Kulgram ini. Bukan karena Indria yang tanya ?.
Itu salah satu “skill” atau saya pikir malah “kecerdikan” yang dituntut dari kita sebagai penanggung jawab bidang HR. Pokoknya setiap data yang punya dampak besar (signifikan) dari aspek2 ;

  • Finansial,
  • Moral/motivasi karyawan
  • Legal (tuntutan karyawan, pemerintah, pihak ke-3 atau publik)
  • Politis (reputasi perusahaan)

Harus segera dibawa ke pimpinan puncak sekaligus dengan disertai rekomendasi solusi atau tindakan yang harus diambil.

Cukup jelas kan Indria?

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Cukup jelas pak. Jadi kita harus pandai2 memilah data mana yang esensial dan pengaruhnya terhadap 4 aspek di atas

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Benar. Ingat pendekatan “Golden Triangle” yang pernah saya post di sini? Jadi 3 sisi plus lingkungan eksternal

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Boleh dijelaskan sedikit pak mengenai Golden Triangle? apalagi di sini banyak penghuni baru ?

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Baik. Tapi saya boleh pakai gambar ya?

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Boleh ?

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky

Judul itu “Pendekatan Dasar” atau Basic Approaches. Tapi juga bisa diartikan bahwa masalah dalam MSDM yang berdampak pada 3 sisi itu plus longkungan eksternal yang tadi saya sebut harus segera dibawa ke tim manajemen puncak (Direksi). Jangan sampai terlambat. Early warning system harus diaktifkan terus ?

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Makin terang benderang Kulgram malam ini
Ada satu pertanyaan masuk dari Yuki – CV.Mercusuar Indonesia
Menarik sekali penjelasan dari Pak Ruky, adapun hal yg ingin saya tanyakan, Bagaimana kaitan materi hari ini dengan konsep (yg saya pribadi baru kenal) yaitu evidence based human resource management? Mohon pencerahannya pak. Terima kasih.

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Ow. Itu pertanyaan yang menarik. Masalahnya saya juga baru mendengar konsep itu? Walaupun dari kalimatnya saya bisa nebak sih.
Bisa tolong dijelaskan dulu? Supaya saya bisa menjawab dengan tepat. Dari buku siapa ya?

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Silahkan pak Yuki untuk menanggapi di sini

 

Forwarded message:
Yuckiancha Isa
Baik terima kasih, mba indria, pak ruky,
Konsep ini saya temukan saat berselancar di internet pak, ada berbagai sumber dari hrmmagazine.co.uk / wikipedia ataupun hrbod.wordpress.com
Terkait penggunaan data dalam praktek hrm, kalau boleh saya kutip dari wikipedia

Baca juga:  Industrial Relations: Bersinergi dengan Serikat Pekerja

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Sambil menunggu sdr Yuki memberi penjelasan saya ingin menyampaikan sesuatu.
Pernah ada rekan sesama Komisaris yang bertanya pada saya sbb; “Pak Ruky, anda ini kan lama di bidang SDM, kok seoerti orang Finance atau marketing? “bawel” sekali tentang data dan angka?”. ?
Menurut hasil tes yang pernah saya jalani sejak awal tahun 1980an, saya adalah tipe eksekutif yang selain D dan I nya tinggi tapi ternyata C nya juga tinggi. Test ulang yang dilakukan oleh sdr. Andry Lie bbrp bulan lalu, saat ia masih di NBO – Thomas Indonesia ternyata hasil tesnya tetap sama. ?

 

Forwarded message:
Yuckiancha Isa
Maaf pak, baru, sebatas itu yg saya kumpulkan, maka dari itu hari ini mau buka diskusi dgn bapak, karena saya melihat keterkaitan dgn materi kulgram hari ini ?pray:
Demikian
img

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Maaf. Saya harus baca dulu untuk memastikan kita punya pemahaman yang sama tentang itu. Baru saya akan jawab.
Apakah anda punya pertanyaan yg terkait dengan pelaksanaan tugas2 anda di pekerjaan sekarang. Itu saja dulu. Ok?

 

Forwarded message:
Yuckiancha Isa
Ini informasi yg pernah saya lihat dari slideshare pak.

 

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Mas Yuki, ada pertanyaan dari pak Ruky tentang kaitan antara pertanyaan dan pekerjaan mas Yuki. Bisa tolong untuk dijawab?

 

Forwarded message:
Yuckiancha Isa
Baik mba, selain pertanyaan tadi, menurut saya, penjelasan pak ruky sudah cukup mencerahkan mba, ?blush:
Terima kasih @ASRuky

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Besok akan saya baca dulu referensi anda itu. Lalu saya susulkan tanggapan saya. Deal ?pray:
Wah, Indria, kelihatannya isi Kulgram saya malam ini sangat jelas dan mudah dipahami, atau justru malah bikin pusing, sehingga tidak ada lagi yang bisa ditanyakan.
Oleh karenanya maka saya minta ijin mau istirahat ?smile?

Forwarded message:
Yuckiancha Isa
Banyak terima kasih pak Achmad S.

Forwarded message:
Indria Ratna Hapsari
Terima kasih banyak pak Ruky untuk materi Kulgram malam ini. Saya yakin bahwa materi malam ini sangat mencerahkan bagi kita semua bahwa kita harus terbiasa dengan data untuk mendukung HR dalam melakukan sesuatu.
Dengan ini Kulgram malam ini saya tutup. Bagi bapak dan ibu yang memberikan apresiasi ke pak Ruky. Silakan dan selamat malam

Maaf ada informasi yang tertinggal. Artikel lengkap dari materi Kulgram malam ini dapat diakses di https://www.rumahmsdm.com/2016/12/07/berbicaralah-menggunakan-data/

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Baik Indria. Ini rangkuman singkat Kulgram saya malam ini.

  • Biasakan berbicara menggunakan data karena:
  • Kita akan mampu me-manage dan melaksanakan pekerjaan kita dengan lebih efektif.
  • Mudah meyakinkan rekan dan atasan bila kita mengusulkan sesuatu.
  • Memperoleh respek dan apresiasi dari bawahan. rekan, dan juga atasan.

Demikian. Sampai besok pagi
Selamat beristirahat untuk semuanya.
Terima kasih.

 

Forwarded message:
Denny Turner
6 tahun lalu saya pernah nulis panjang di blog saya tentang evidence based medicine.
Bermula dari folklore based medicine dan bagaimana transisi ke evidence based medicine.
Banyak yg sudah denger evidence based namun mungkin belum menghayati secara mendalam what does it take to become evidence based.
Saya share link tulisan saya itu di sini
http://blog.tvrner.com/post/1177782353/folklore-based-medicine
Nah semoga rekan rekan semua bisa menghayati what does it take to conduct “evidence based HR”….. yang pendekatannya terinspirasi dari evidence based medicine.
Have a blessed evening.
a point in time
Folklore-Based Medicine
I have had the fortune of having a conversation with a good friend of mine. A very humble, world-class doctor whose work challenged the conventional w…
Satu contoh di tulisan itu adalah sbb: textbook bilang bahwa kalau pasien batuk maka obatilah dengan obat batuk tertentu. Text book bilang begitu.
Tapi saat dokter ini praktek di lapangan kok tidak ada satu obat batukpun yang manjur.
Nah loh. Textbook bilang apa. Evidence (bukti lapangan) bilang lain lagi.
Evidence based HR – cek dulu di lapangan. Textbook HR bilang kalau organisasi sakit A maka berilah intervensi B (misalnya). evidence based HR – belum tentu loh kalau intervensi B tsb dilakukan di lapangan, akan manjur menyembuhkan penyakit A di organisasi tersebut.
Jadi jangan langsung percaya aja apa kata pakar HR. Cek dulu di lapangan.
Artikel yg saya tulis tsb banyak berisi evidence2 lapangan yang mencengangkan yang beda dengan apa yg kita biasa dicekoki.
Mohon dibaca dengan sikap “open-minded skeptic”.
Silakan tetap berpikiran terbuka tapi juga jangan percaya begitu saja dengan apa yg saya tulis.
Dan kembali lagi mohon maaf karena belum sempet saya endonesiakan. Mungkin ada sidang pembaca yang berbaik hati berkenan mengalihbahasakan – silakan. ?

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Saya balik ke pertanyaan sdr Yucki dulu tadi malam.
Saya sudah baca itu ttg Evidence Based Management di artikel ini.

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
What Is Evidence-Based Management? « Center for Evidence Based Management

What Is Evidence-Based Management?

Yang dimaksud, pada dasarnya adalah bahwa dalam membuat keputusan harus didasarkan pada evidence (bukti) yang dihasilkan melalui proses atau studi yang bersifat ilmiah.
Jadi sebenarnya sejalan dengan konsep “Speak with Data”. Hanya yang terakhir ini tidak perlu dalam proses manajemen. Dalam proses jualan pun perlu dilakukan. Itu saja.
Evidence Based Management kelihatannya terinspirasi oleh Evidence Based Medicine.

 

Forwarded message:
Achmad S. Ruky
Evidence Based Medicine – New Approaches and Challenges
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3789163/
Yang tadi malam juga diperkuat oleh Coach Denny Turner
PubMed Central (PMC)
Evidence Based Medicine – New Approaches and Challenges
CONFLICT OF INTEREST: NONE DECLAREDEvidence based medicine (EBM) is the conscientious, explicit, judicious and reasonable use of modern, best evidence…