Forwarded message: denny Jd  
Baik bapak ibu dan rekan semua sudah tepat jam 20.00 WIB
Kita akan mulai Kulgram malam ini
sebelumnya ada beberapa peraturan, seperti biasa,

1. peserta kulgram dilarang interupsi selama kulgram, kecuali diminta oleh moderator.. hari ini saya moderatornya
2. link pertanyaan bisa menggunakan ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/] semua pertanyaan yang masuk akan dipilih oleh 4 orang in service untuk dimasukkan dalam kulgram ..

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.
Malam ini topik yang dibawakan oleh Pak Karno sangat menarik dan bagi saya belum saya dapat dari mana pun.

Saya kan perkenalkan dulu tentang pemateri kita malam ini …
Nama lengkapnya Karno Subrata. Biasa dipanggil Karnos.
Lahir di kota mangga Sukra Indramayu
Sejak kecil suka karya Eiji Yoshikawa (Musashi) yang akhirnya menginspirasi untuk bisa melanglang buana ke Negeri Matahari Terbit yaitu Jepang (Japan).
Pendidikan S1 di UMB, Pendidikan S2 di UMB dan S3 (Candidat) di UP JITCO Japan Scholarship dan Tinggal di Kota Kochi Prefecture Japan.
Beliau mengawali karir di perusahaan Jepang yaitu Kyoshin Group yang berpusat di Jepang namun beraktifitas di Honolulu, Hawaii USA.
Perjalanan karir lebih detailnya adalah berikut:

2002 – 2005 – Kyoshin Group Japan Corp. (Head of Crew Recruitment and FB)
2005 – 2008 – PUMI & Teekay Corp. Japan (Senior Liaison Officer)
2008 – 2010 – IKEDA Indonesia (Chief Supervisor HRGA & Operation Startegic)
2010 – 2013 – MGS Corp. (HRGA Manager)
2013-2014 – Atri Distribusindo, BU Atri Pasific, ALFA Group’s (Human Capital & General Services Senior Manager)
2014 – 2015 – IIEC EASCO’S Group (Human Capital & General Services General Manager)
2015 – Sekarang – Yamazaki Indonesia, BU Atri Pasific, ALFA Group’s (HRGA General Manager) Dengan produk Myroti yang bisa didapatkan di jaringan ALFA Group’s (Alfamart, Alfamidi, Lawson, dll)
Itulah selayang pandang mengenai pemateri kita malam ini..
Baik, Pak Karno, terima kasih untuk waktu yang sudah disempatkan berbagi dalam Kulgram ini… silakan bapak sampaikan materi yang sudah disiapkan … ada waktu satu jam kedepan… setelah itu kita kan lakukan tanya jawab.

sekali lagi untuk pertanyaan silakan gunakan link ini : [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/]

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.
Silakan Pak Karno..:pray:

Forwarded message: Karno Subrata
Baik terima kasih pak Denny..
Selamat malam dan salam hormat kepada pengayom Rumah yang hangat ini yaitu Bapak Ruky yang saya hormati..
Rekan dan para pakar yang saya banggakan, ijinkanlah saya untuk mencoba menyampaikan apa yang disebut dengan kearifan lokal (Nusantara) didalam kerangka kepemimpinan
Ada hal yang menarik setelah saya baca buku John C. Maxwell yang menjabarkan definisi sejati kepemimpinan di dalam Buku “Developing The Leader Within You” yaitu “Kepemimpinan adalah pengaruh. Itu saja. Tidak lebih; tidak kurang. Mereka yang berpikir telah memimpin namun tidak memiliki pengikut hanyalah omong kosong”.
Kemudian lanjut baca “Good Leaders Ask Great Questions” dan dilanjut dengan “The 21 Indispensable Qualities of a Leader” masih karya dari John C. Maxwell dilanjut karya Dr. Sheh Seow Wah “Chinese Leadership Moving from Classical to Contemporary”. Dilanjut kutipan Bab 8 “The Art Of War” karya Sun Tzu yang berkaitan dengan Kepemimpinan.
Saya akhirnya tersenyum simpul dan teringat pada tahun 2006 ada sebuah buku kecil karya putra bangsa yaitu Bapak Muhammad Hendratmoko (Bhre Thandes) dengan karyanya Astadasa Kottamaning Prabhu, yang mengupas sepak terjang CEO Agung Majapahit yaitu Patih Gajahmada, yang intisarinya tidak kalah hebat dengan karya-karya yang telah saya sebutkan tadi..buku kecil ini yang terus jadi teman setia saya bahkan menginspirasi hingga saat ini…
Dari buku tersebut, terdapat 3 dimensi kepemimpinan yang dibicarakan sebagai berikut:

karno01

DIMENSI SPIRITUAL
Dimensi spiritual adalah dimensi inti. Kecerdasan spiritual dapat diperoleh dari proses penghayatan dan pengamalan Trihita wacana (ajaran tiga keharmonisan) secara konsisten dan terus menerus, yaitu:
1. Manusia dan Tuhan
2. Manusia dan alam serta lingkungannya
3. Manusia dan manusia lainnya
Penghayatan yang terus menerus akan meningkatkan kualitas Trikaya Prasada (tiga perilaku baik dan benar) seseorang dengan segenap indranya, sehingga seseorang mampu menjalankan hidup dengan :
1. Manasika : Berpikir yang baik dan benar
2. Wacika : Berkata yang baik dan benar
3. Kayika : Berbuat yang baik dan benar
Apabila secara konsisten penuh komitmen untuk menggembleng diri sendiri dengan laku spiritual, seorang pemimpin akan selalu memperoleh pencerahan dalam hidupnya, sehingga akan selalu terpancar dimensi spiritualnya.

Wijaya : Tenang, sabar, dan bijaksana
Masihi Samasta Bhuwana : Harmoni dengan alam semesta
Prasaja : Hidup sederhana
sebentar yah mas denny..saya nyruput ocha dulu…

Forwarded message: denny Jd
silakan pak… barusan saya mau nawarin ..
sambil saya mengingatkan kembali untuk pertanyaan silakan disampaikan melalui link https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.
dari yang sudah disampaikan pak Karno, saya sampai pengen nyatet sendiri semuanya…
kalau sudah selesai nyeruput dan mau lanjut, silakan pak…

Forwarded message: Karno Subrata
ok siapp..lanjuutt

Forwarded message: denny Jd
monggo

Forwarded message: Karno Subrata
DIMENSI MORAL
Mantriwira : Menegakkan kebenaran dan keadilan
Sarjawa Upasama : Rendah hati
Tan Satresna : Bersikap adil dan objektif
Sumantri : Tegas, jujur, bersih, dan berwibawa
Sih Samasta Buwana : Dicintai dan mencintai rakyat
Nagara Gineng Pratijna : Cinta tanah air dan bangsa
karno02

DIMENSI MANAJERIAL
Natangguan : Raih kepercayaan masyarakat dan jagalah
Satya Bhakti Prabu : Loyal pada kepentingan yang lebih tinggi
Kesadaran spiritualitas semesta: satu dengan alam akan melahirkan sikap yang dikenal dengan Laku Hambeging Bhatara.
Didalam filosofi Jawa disebut HASTA BRATA sebagai berikut
karno03

Wagmiwag : Jadilah komunikator yang baik
Wicaksaneng Naya : Bekerjalah dengan strategi
Dhirotsaha : Bekerja cerdas dengan target jelas, terukur dan berbatas waktu
Dibyacitta : Akomodatif dan Aspiratif
Nayaken Musuh : Mengatasi musuh/kendala
Ambek Paramartha : Fokus pada pencapaian target, bekerja dengan skala prioritas
Waspada Purwartha : Evaluasi dan peningkatan berkelanjutan

Disebutkan untuk Keriteria kepemimpinan, yaitu:

  1. Abhikamika : Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi atau golongannya.
  2. Prajna : Pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan agama , serta dapat dijadikan teladan dan panutan bagi orang banyak
  3. Utsaha : Pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif, dan inovatif (pelopor pembaharuan), serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk semua pemangku kepentingan
  4. Atmasampat : Pemimpin mempunyai kepribadian, berintegritas tinggi, moral yang luhur serta obyektif, mempunyai wawasan yang jauh ke masa depan untuk kemajuan bangsanya (organisasi yang dipimpinnya)
  5. Sakya Samanta : Pemimpin sebagai fungsi kontrol mampu mengawasi bawahan secara efektif, efisien, produktif, dan berani bertindak adil tanpa pilih kasih
  6. Aksuda Parisakta : Pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan permusyawaratan, pandai berdiplomasi, serta menyerap aspirasi bawahan dan semua pemangku kepentingan
Baca juga:  HC Data Analytics Telkom Group From Concept to Realization

Sayapun mengamati bila pemimpin negeri ini khususnya yang memegang filosofi Jawa dari mulai Pak Harto, Pak SBY hingga Pak Jokowi akan melengkapi keriteria kepemimpinan dengan kualitas positif Pandawa Lima (Tokoh Protagonis Pewayangan), sebagai berikut :

  1. Kualitas Yudistira (Aji) : Bijaksana dan mahir dalam segala ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan spiritual/agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi
  2. Kualitas Bima (Giri) : Kuat iman, teguh tangguh dalam menegakkan kebenaran, serta tabah dan tegar dalam menghadapi segala kendala rintangan maupun penderitaan
  3. Kualitas Arjuna (Jaya) : Kemampuan menundukkan musuh-musuhnya dan segala sifat-sifat buruk yang ada dalam diri untuk mencapai kesempurnaan lahir bathin
  4. Kualitas Nakula (Nangga) : Tangguh dan tanggap dalam segala keadaan serta tahu membawa diri, sehingga tidak terjerumus dalam kehancuran atau hal-hal yang merugikan.
  5. Kualitas sadewa (Priyambada) Mampu memberikan rasa kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian lahir batin kepada yang dipimpinnya
    Apabila pemimpin mampu mempersatukan kelima sifat luhur pandawa, dia akan mampu menjadi seorang pemimpin andalkarno04

Forwarded message: denny Jd
Pak Karno, silakan break dulu.. supaya teman-teman yang lain juga ada kesempatan baca..
Bapak bisa minum dulu lagi dan pijit jempol dulu… :blush:
Bahasanya bukan bahasa Indonesia, daritadi saya berusaha menghapal tapi gak bisa bisa… menarik ini …

Forwarded message: Karno Subrata
ha..ha..thanks mas denny….nyicip kue cucur dulu..logistik penuh dikanan kiri nih:blush:

Forwarded message: denny Jd
wah cucur… bikin iri
rekan-rekan yang sudah punya pertanyaan silakan disampaikan melalui link ini https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.
Kalau ini bisa diterapkan di team saya :

Wagmiwag : Jadilah komunikator yang baik
Wicaksaneng Naya : Bekerjalah dengan strategi
Dhirotsaha : Bekerja cerdas dengan target jelas, terukur dan berbatas waktu
Dibyacitta : Akomodatif dan Aspiratif
Nayaken Musuh : Mengatasi musuh/kendala
Ambek Paramartha : Fokus pada pencapaian target, bekerja dengan skala prioritas
Waspada Purwartha : Evaluasi dan peningkatan berkelanjutan

seneng banget saya sebagai anggota team… :blush:
Pak Karno, cucurnya jangan lupa sisakan buat saya… :pray:blush:
Silakan pak, 15 menitnya dihabiskan ….
Monggo lanjut …

Forwarded message: Karno Subrata
he..he..siapp
oh iya sebelumnya saya mohon maaf bila banyak kosakata yang digunakan “Sansekerta” :blush:

Forwarded message: denny Jd
jadi memperkaya pak:pray:blush:

Forwarded message: Karno Subrata
lanjuutt yah mas..

Forwarded message: denny Jd
silakan Pak Karno, asal cucurnya disisakan… :blush:blush:
lanjut pak

Forwarded message: Karno Subrata
monggo mampirrr…:+1:blush:
Etika Kepemimpinan
Ada tiga nilai etis yang harus diperhatikan dan dikembangkan dalam diri seorang pemimpin, yaitu :

  1. Sasratama : Norma-norma tentang apa yang disebut baik, bermanfaat dan apa yang disebut buruk/jelek
  2. Bhuwanatama : kepekaan sosial, yaitu nilai kebersamaan, empati dan kepedulian terhadap permasalahan kemasyarakatan
  3. Susilatama : Kaidah-kaidah atau norma-norma tentang yang benar dan yang salah menurut berbagai jenis ketentuan yang berlaku secara umum
    karno05

Sukses seorang pemimpin terletak pada kuatnya keyakinan didalam menjalankan prinsip-prinsip utama kepemimpinan dan etika harus menjadi pedoman agar kebaikan bagi semua pihak sungguh terjamin
Mengutip apa yang dikatakan oleh Bapak Puspo Kuntjoro “Ketika pemimpin gagal mengemban tanggung jawab etisnya, seberapa pun suksesnya ia sebagai pemimpin profesional, sesunguhnya ia tidak layak lagi menyandang mandat sebagai pemimpin”

Dari apa yang saya paparkan tersebut diatas ada yang ingin saya sampaikan bahwa nilai-nilai luhur sebagai warisan kearifan lokal dan merupakan kekayaan nusantara ternyata begitu tinggi nilainya bahkan begitu mengalir dengan selaras nilai-nilai yang terkandung di dalam buku “Bushido The Soul Of Samurai” yang ditulis oleh Inazo Nitobe

Dan setelah saya selami ternyata untuk kepemimpinan itu tetap berkutat dengan tindakan dan keputusan karena menurut Donald McGannon “Pemimpin itu tindakan, bukan jabatan”.

Pesatnya ilmu pengetahuan saat ini di dunia barat tentunya memberikan oase bagi kita para pembelajar, dan tingginya nilai luhur warisan nusantara khususnya kearifan lokal akan memberikan panduan yang tidak lekang oleh waktu apabila terus dilakukan penggalian makna secara seksama untuk dilakoni, perpaduan nilai kearifan nusantara dengan terus memperkaya khasanah keilmuan lainnya tetap akan menjadi sebuah perpaduan yang otentik dan mahadaya untuk tata upaya yang sempurna sebagai sebuah proses pembelajaran yang tidak pernah berhenti…

Salam hangat dari saya, mohon maaf apabila ada salah kata …akhirul kalam ……..Wslm.Wr.Wb:pray:

Forwarded message: denny Jd
Penjelasan yang menarik Pak
sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab.. silakan Pak Karno rehat sejenak.. minum dulu …:blush:

Forwarded message: Karno Subrata
ok mas denny..terima kasih banyak sudah di support:pray:

Forwarded message: denny Jd
Dari yang dijelaskan di atas, saya mau pinjam dua kalimat sbb:
“Ketika pemimpin gagal mengemban tanggung jawab etisnya, seberapa pun suksesnya ia sebagai pemimpin profesional, sesunguhnya ia tidak layak lagi menyandang mandat sebagai pemimpin”
“Pemimpin itu tindakan, bukan jabatan”.
Saya pinjam pak ya, mau saya sampaikan ke temen-temen yang jadi pemimpin yang saya kenal.. :blush:blush:pray:pray:
Buat saya juga sih…

Forwarded message: Karno Subrata
monggo mas denny..:blush:

Forwarded message: denny Jd
Membaca pemaparan ini rasanya seperti ditampar kanan kiri.. jadi pemimpin kok susah ya..
Baik Pak… ada pertanyaan yang masuk

Forwarded message: Karno Subrata
monggo mas..silahkan

Forwarded message: denny Jd
Baik
Pertanyaan ini satu-satunya yang masuk ke data kami. Mungkin yang lain mau nanya sudah kebingungan dulu. Atau mungkin masih baca dan berusaha ngapalin seperti saya.. :blush:blush: saking kerennya materinya

Pertanyaan dari Urbanus Nangoy (PT Karyamas Adinusantara)
Menarik membaca ulasan mengenai kepemimpinan menurut Gajah Mada, ada 2 pertanyaan

  1. Apakah memang hal yang diulas di sini benar benar ditulis sebagai konsep Gajah Mada sendiri? Di manakah kita bisa menemukan tulisan soal ini secara historis?
  2. Setelah Gajah Mada, kita tidak melihat lagi Majapahit tetap jaya? Salah di mana? Apakah Gajah Mada kurang mempersiapkan suksesi kepemimpinan? Ataukah memang tidak dibahas konsep suksesi tersebut oleh Gajah Mada?

Silakan Pak Karno dijawab pertanyaan ini… monggo pak … saya nyimak sambil minum kopi …:pray:blush:

Forwarded message: Karno Subrata
he..he..pertanyaan yang menarik
untuk kepemimpinan berdasarkan kearifan nusantara (local wisdom) jarang diulas sehingga belum begitu familiar mas…saya tunggu apabila nantipun ada yang ingin menanyakan lebih lanjut

Baca juga:  Implementasi FlexBen dalam Perspektif Total Reward

Forwarded message: denny Jd
ada lagi pak yang masuk.. setelah ini .. .silakan yang ini dulu :pray:

Forwarded message: Karno Subrata

  1. pertanyaan saya jawab : dengan sekilas history Gajah Mada lahir pada permulaan abad ke-14. Daerah kelahirannya adalah lembah sungai brantas, diantara gunung kawi dan gunung arjuna nan indah.
    Tokoh besar ini tidak dicatat secara pasti oleh sejarah kapan tepatnya dilahirkan. Orang bali mengkultuskannya, memercayainya sebagai putra Bali yang tidak berayah dan beribu. Ia terpancarkan dari dalam buah kelapa, sebagai penjelmaan Sang Narayana (Dewa Wisnu) turun kedunia yang bertugas menyatukan dan memakmurkan Nusantara.
    Gajah Mada dikenal juga dengan nama Mpu Mada, Jaya Mada, atau Dwirada Mada yang diyakini sebagai Lembu Muksa yang merupakan titisan Wisnu. Dengan keyakinan masyarakat yang demikianlah, Gajah Mada mendapat legitimasi yang sangat kuat dari seluruh masyarakat Majapahit, sehingga mendapat dukungan kepatuhan penuh dari rakyat serta kepercayaan besar dari Raja.Nama Gajah Mada sendiri mengandung makna “ Gajah yang tangkas, cerdas dan energik”.
    Awal karirnya dimulai dari anggota prajurit bhayangkara.karena kemampuannya, ia kemudian diangkat menjadi Bekel atau Kepala Prajurit Bhayangkara dengan tugas memimpin pasukan pengaman dan pengawal raja.Pengabdian Gajah Mada pada negara sudah dimulai pada masa pemerintahan Jayanagara (1309-1328).
    Singkat cerita pada tahun 1331, jalan kariernya mencapai puncak sebagai Mahapatih semakin mulus.
    Pada Tahun 1331 Gajah Mada dikukuhkan menjadi Mahapatih Majapahit, saat dilakukan pengukuhan maka Patih Gajah Mada membuat statemen politik yang sangat luar biasa yang disebut Sumpah Palapa.Sumpah Palapa termuat didalam Kitab Pararaton berbunyi sebagai berikut :
    Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada : lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Plaembang, Tumasik, Samana ingsun amukti palapaBeliau Gajah Mada menjabat patih mangkubumi tidak ingin menikmati palapa, beliau Gajah Mada berkata : “ Kalau sudah kalah seluruh Nusantara, saya akan menikmati palapa; Kalau sudah kalah Gurun, Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, (Semenanjung), Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik (Singapura), pada waktu itulah saya akan menikmati palapa”.Selama menjalankan roda pemerintahan Majapahit (1331-1363) kondisi negara Majapahit sangatlah stabil dan stabilitas adalah adalah faktor kunci keberhasilan untuk membangun organisasi.
    Prestasi terbesar Gajah Mada adalah keberhasilannya mempersatukan nusantara membentuk negara bangsa (National State) – Majapahit
    saya ulas hal ini dengan mengambil saduran dari karya bapak Brhe thandes yaitu Astadassa Kottamaning Prabu
  2. Setelah Patih Gajahmada “mangkat” memang tidak dipersiapkan secara matang, bahkan patih gajahmada mundur karena ada politik didalam istana dengan sang parbu
    Sebagaimana kelahirannya maka kematiannyapun menjadi teka teki, Sejak peristiwa Bubat, Gajah Mada lebih banyak menyepi dan berolah rasa dipesanggrahannya Madakaripura yang terletak di Lereng Tengger. Beliau menjalani kehidupan Brahmana sampai akhir hayatnya pada thaun 1364. Tentang jasadnya di semayamkan dimana tidak ada satupun yang tahu dengan pasti dan banyak yang beranggapan bila beliau telah moksa kembali ke kahyangan. Hikayat melayu menceritakan bahwa sang negarawan besar ini tenggelam dilaut lepas.Kisah akhir hayat Gajah Mada dituduh sewenang wenang dengan kekuasaannya namun sesungguhanya nasionalis sejati ini tekah memilih menjadi martir bagi persatuan bangsa dan negaranya, sanubarinya berkata, “ Saya merasa diri saya sepotong kayu dalam gundukan kayu api unggun. Sepotong dari ratusan atau ribuan kayu didalam api unggun yang menyala-nyala. Saya menyumbangkan sedikit kepada nyalanya api unggun itu, tetapi sebaliknya saya dimakan oleh api unggun itu. Dimakan apinya api unggun”
    dalam hal ini memang tidak secara gamblang dijelaskan untuk konsep suksesi pada saat itu..demikian yang bisa saya terangkan:pray:?

Forwarded message: denny Jd
Baik pak Karno.
Lain waktu bisa kita bahas lebih dalam lagi mengenai sejarah nya..

Forwarded message: Karno Subrata
ok..siapp

Forwarded message: denny Jd
Saya tadi cerita dengan teman saya, kata dia pada jaman Majapahit itu sampai menguasai Filipina ya pak? Apa benar begitu?
Ini selingan saja pak…

Forwarded message: Karno Subrata
ha..ha..yang saya tahu Tumasik (Singapura) mas:blush:

Forwarded message: denny Jd
Pak Karno, bisa lanjut ke pertanyaan selanjutnya?

Forwarded message: Karno Subrata
ok mas..sialhkan

Forwarded message: denny Jd
baik .. yang ini saya baca lagi nanti .. :blush:
Baik pak, pertanyaan selanjutnya dari Dwi Aryssandhy (PT STU)

Bagaimana pandangan bapak dengan kondisi di masyarakat dimana terdapat kontradiksi antara kesuksesan dalam kepemimpinan di pekerjaan dengan kesuksesan kepemimpinan dalam family, menimbang paparan bapak mengenai ajaran tiga keharmonisan yg disampaikan.
terima kasih
====
Silakan pak ….

Forwarded message: Karno Subrata
Baik Pak Dwi..Terima kasih untuk pertanyaaannya
Bagi saya bukan merupakan kontradiksi pak dwi…karena setiap amanah untuk memimpin setidaknya ada pilihan yang harus diambil…
kesuksesan kepemimpinan dalam keluarga justru the big trigger didalam kesuksesan didalam pekerjaan, seperti kita ketahui bahwa dibalik hebatnya seorang pria memegang amanah maka akan ada wanita yang hebat sebagai supportnya yang diharapkan akan lahir putra putri yang memberikan cahaya kemasalahatan dimasa datang, itulah 3 nilai yang melandasi seorang pemimpin berkaitan dengan keteguhan untuk memegang sasratama (norma), Bhuwanatama (Kepekaan sosial) dan Susilatama
demikian yang bisa saya terangkan…

Forwarded message: denny Jd
Saya menambahkan, Susilatama adalah Kaidah-kaidah atau norma-norma tentang yang benar dan yang salah menurut berbagai jenis ketentuan yang berlaku secara umum.

Karena saya menyimak, jadi pas ada yang kurang langsung saya buka contekan diatas…
Terima kasih penjelasannya pak Karno

Forwarded message: Karno Subrata
ok terima kasih mas denny:pray:

Forwarded message: denny Jd
Kali ini saya coba mempersilakan pak @Aryssandhy jika masih ingin ada yang ditanyakan berkaitan dengan pertanyaan sebelumnya… silakan…

Forwarded message: Karno Subrata
monggo pak..

Forwarded message: denny Jd
boleh langsung kesini pak.. .
tapi kalau sudah jelas juga tidak apa…
Pak Karno, saya boleh nitip satu …?

Forwarded message: Karno Subrata
boleh mas..

Forwarded message: denny Jd
Mohon dijelaskan lebih marem (jawa) mengenai ini pak :
“Pemimpin itu tindakan, bukan jabatan”.
Gimana supaya mudah dipahami dan mudah dilaksanakan?
Monggo pak

Forwarded message: Karno Subrata
Baik terima kasih mas denny..sebenarnya hal ini disampaikan oleh Donald Mc Gannon, Tokoh Industri penyiaran di AS pada Tahun 80-an
beliau menegaskan untuk Hakikat pemimpin itu tindakan, bukan jabatan, dengan demikian terungkap segala perilaku dan keputusannya
beliau menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan istilah yang perlu diperhatikan oleh dan bisa dilakukan oleh seorang pemimpin berkaitan tindakan dna keputusan, yaitu:
Creative Mental Leaps
Pemimpin saat ini dituntut cepat dan tepat dalm mengambil keputusan. Namun, pada kondisi yang sangat tidka pasti, maka dibutuhkan intuisi pengambil keputusan yang mincul dari creative mental leaps, yaitu residu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sebelumnya untuk mampu memberikan wawasan pertimbangan pengambilan keputusan
Bricolage
Pemimpin kreatif harus mampu mendayagunakan sumber daya yang ada. Bricolage adalah mengoptimalkan sumber daya yang tersedia melalui proses rekayasa dan modifikasi untuk dapat dipergunakan dalam kondisi tertentu, walau mungkin pada awalnya, sumber daya tersebut tidak diperuntukkan untuk kondisi demikian
Moral Support Network
Pemimpin bukanlah pemain tunggal dalam orchestra keberhasilan pengelolaan organisasinya tanpa dukungan yang kuat dari lingkungan sekitar, atau yang disebut sebagai moral-support network. Keseimbangan hidupnya dapat terganggu dan mempengaruhi tiap keputusan yang diambil, moral support network diperoleh dari pasangan, keluarga, orang terkasih, hingga sahabat
Cognitive Adaptability
Kemampuan lunak yang perlu melengkapi para pemimpin agar dapat lebih dinamis, fleksibel dan melekat dalam setiap proses pengambilan keputusan yang semakin rumit. Adaptasi kognitif ini akan menuntun pemimpin untuk membaur dengan lingkungannya, memahami proses yang terjadi, menyisipkan perubahan dan beraksi
Pan Out
Istilah sederhana, layaknya memasak diatas panci, ungkapan yang menganjurkan pemimpin untuk fokus dalam mengelola sumber daya, sehingga efisiensi dapat diwujudkan. Istilah pan out ini merujuk pada cita rasa makanan yang terbuang percuma karena tidak cerdas dalam mengolah bahan yang dimiliki. Pemimpin efektif dapat mendaya gunakan asset yang dimiliki untuk mencapi tujuan bersama secara lebih efisien
Loss Orientation
Pemimpin tidak pernah lepas dari kegagalan tersebut untuk dapat meraih hasil lebih baik dikesempatan berikutnya. Loss orientation merupakan suatu teknik dalam mengoptimalkan suatu keputusan gagal; pemimpin berfokus mengidentifikasi kegagalan tersebut sehingga dapat mempelajarinya lebih seksama lagi.
demikian yang bisa saya sampaikan mas denny..:pray:

Baca juga:  Mengendalikan Hutang Perusahaan Kepada Karyawan

Forwarded message: denny Jd
baik pak Karno
saya ngetik sambil manggut-manggut

terima kasih penjeasannya.. .
masih ada satu pertanyaan lagi, pak..
bersedia?

Forwarded message: Karno Subrata
monggo mas..

Forwarded message: denny Jd
Baik, yang selanjutnya pertanyaan dari Wing Antariksa (PGN)
Ulasan yg menarik dan membuat bangga akan keberadaan historis kita. Konsep kearifan lokal dlm ranah kepemimpinan yg kerap diulas banyak mengadopsi kultur Jawa, apakah ada contoh kultur lainnya yg dapat kita adopsi? Terima kasih.
===
Silakan pak… :pray:

Forwarded message: Karno Subrata
Terima kasih Mas denny
Terima kasih untuk pertanyaanya Pak Wing…
ada banyak kultur pak selain kultur jawa..karena kebetulan pengalaman saya dengan bigboss (diluar expatriat) yang berasal dari Ranah minang, Ujung pandang, Jawa dan Pasundan, tionghoa (Confucius, Mencius, Han Fei zu, Lao Tzu, Chuang tzu, Sun Tzu dan Sunpin), Japan (Bushido, Filosofi Go ringgu)..maka menjadi hal yang luar biasa saya serap bahkan menjadi nafas didalam menjalankan tugas..
bahkan saya buat dan implementasikan tentunya “Tailor made”..demikian yang bisa saya sampaikan

Forwarded message: denny Jd
Terima kasih Pak Karno
Pemaparan yang luar biasa dan penjelasan yang mencerahkan dari pertanyaan-pertanyaan yang ada…
Sebelum saya tutup, mohon bapak berkenan menyimpulkan atau memberikan pesan penutup untuk topik ini… bebas pak.. ada waktu 5 menit… silakan pak Karno :pray:

Forwarded message: Karno Subrata
Baik Terima kasih mas denny…
Sebagai penutup saya ingin menyampaikan dan coba mengingatkan kembali bahwasannya nilai nilai kepemimpinan dengan bersumber kearifan lokal memiliki muatan yang luar biasa dan akan menjadi pedoman yang tidak akan hilang ditelan waktu apabila di lestarikan sebagai tata daya upaya, karena bangsa yang hebat seperti Jepang ternyata begitu teguh memegang nilai nilainya begitupun kita akan menjadi lebih hebat dan agung dengan tanpa menghilangkan identitas jati diri bangsa untuk mewarisi kearifan nusantara meskipun kita Bhinneka namun Tunggal Ika…Terima kasih
Terima kasih untuk bapak Ruky..dan Mas denny yang luar biasa:pray:

Forwarded message: denny Jd
Terima kasih Pak Karno

Forwarded message: Karno Subrata
Saya mohon undur diri dan monggo dilanjutt:pray:?

Forwarded message: denny Jd
Sebenarnya ada satu pertanyaan lagi, namun karena masuk dalam injury time, saya akan berikan ke bapak pribadi untuk dijawab di sesi diskusi diluar Kulgram

Forwarded message: Karno Subrata
ok siapp mas denny…

Forwarded message: denny Jd
Pak Karno, saya ucapkan banyak terima kasih untuk waktu yang sudah diberikan. Disempat-sempatkan berbagi dengan kami. Terima kasih banyak.
Cucurnya masih ada ya pak ??:blush:

Forwarded message: Karno Subrata
Saya berterima kasih banyak..cucurnya masih ada

Forwarded message: denny Jd
Baik bapak ibu dan rekan semua, dengan ini Kulgram saya tutup. Dan Rumah MSDM saya kembalikan ke para anggota disini … selamat menikmati dan semoga betah…..:pray:pray:blush:blush:
Panggilan kepada pak @afifmaulana apakah masih terjaga?

Forwarded message: Afif
Siap Pak Denny

Forwarded message: denny Jd
saya akan forward pertanyaan bapak dan jawaban dari pemateri ya pak, sekarang…:pray:
Pertanyaan dari Afif (PT. Hisamitsu Pharma Indonesia)
Saya sangat terkesan dg keluwesan Bapak dlm memaparkan konteks kepemimpinan dalam kearifan lokal Indonesia, di Jawa juga terkenal dengan falsafah ttg kepemimpinan yaitu “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.” Falsafah tsb hingga kini saya anggap masih sangat relevan dg model kepemimpinan yang deliberatif. Yang ingin saya tanyakan pak, sejauh mana falsafah lokal (jawa) memandang profesionalisme dlm kepemimpinan? Tidakkah kepemimpinan di Jawa jg kental dengan budaya ‘patron client’ yang menghendaki kedekatan personal antara bawahan thd atasannya? Terima kasih utk jawabannya.

Forwarded message: Karno Subrata
Saya jawab Mas..Terima kasih pak Afif untuk pertanyaannya..Kihadjar dewantoro menekankan Ing Ngarso Sung Tulodo (Yang didepan memberikan teladan sebagai role model), Ing madya Mangun Karso (Yang ditengah membangun karsa) Tut wuri handayani (yang dibelakang patuh mengikuti atau good follower), bagi falsafah jawa profesionalisme adalah selaras antara hati, pikiran dan perbuatan, budaya kedekatan antara bawahan dan atasan sangat kental tidak hanya untuk di Jawa namun juga di Jepang, namun tetap ada budaya konsensus sebagai core point nya dan sebenarnya dengan filosofi Hasta brata dan panca tata upaya maka hal tersebut bisa dieliminir.