Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Selamat malam bapak dan ibu sekalian, sekarang sudah jam 8 malam, saatnya Kulgram….
Untuk malam ini, Kulgram akan dibawakan oleh bapak Yunus Triyonggo dengan topik Kupas Tuntas SKKNI MSDM.
Sebelum Kulgram dimulai, ada 2 peraturan yang harus diikuti, yaitu:
1. Peserta Kulgram dilarang bertanya dan ikutan chat selama Kulgram berlangsung.
2. Pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/].

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Berikut sekilas tentang profil pak Yunus Triyonggo.
Saat ini pak Yunus bekerja sebagai Chief of Human Capital Development di PT Sierad Produce, Tbk.
Sebelumnya pak Yunus memiliki pengalaman bekerja di beberapa perusahaan besar di Indonesia, seperti PT Nestle Indonesia (sebagai VP – Human Resources), PT Unilever Indonesia, Tbk (sebagai HRBP), PT HM Sampoerna, Tbk (sebagai Personnel & GA Manager), serta PT Indofood Sukses Makmur, Tbk (sebagai HR Trainee – Manager).
Selain bekerja di PT Sierad Produce, Tbk, pak Yunus juga aktif berperan di organisasi, seperti Technical Lead Tim Perumus SKKNI MSDM, Anggota Tim Sepuluh plus Perumus KKNI MSDM, Dewan Pakar PMSM 2016-2019, Pendiri LSP MSDM Indonesia, dan Ketua Umum Indonesia Human Resources Institute (IndHRI).
Pak Yunus merupakan lulusan Teknologi Industri Pertanian di IPB, lalu melanjutkan jenjang S2 Magister Manajemen di UNDIP, dan kemudian telah berhasil lulus dari pendidikan jenjang S3 Sekolah Bisnis di IPB.
Di antara kesibukan pak Yunus yang “segudang” tersebut di atas, beliau juga masih menyempatkan diri untuk menjalankan hobinya di bidang olahraga, yaitu tenis meja dan jogging.
Pada malam hari ini, kita sangat beruntung karena pak Yunus bersedia meluangkan waktu dan tenaga (tenaga jempol khususnya hehehe) untuk berbagi informasi dan pengetahuan dengan kita semua yang tentunya akan dapat menambah wawasan kita tentang informasi terkini berkaitan dengan SKKNI MSDM.

Baiklah, dengan demikian, kami persilakan pak Yunus untuk langsung memulai Kulgram ini…. silakan pak :blush:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
he3..terimakasih Vina telah menjelaskan sekilas tentang saya..
yuk kita mulai kulgram malam ini..terimakasih juga kepada Rumah MSDM yang sudah memberikan kesempatan untuk berbagi ini..
moga2 ngga bosenin yaa….karena ini materi lumayan serius he3..tahu sendiri tentang standar kompetensi..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Saya yakin pasti bermanfaat pak :+1:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Kuliah Telegram Rumah MSDM
Selasa, 22 November 2016 pukul 20.00-22.00 wib
Assalamu alaikum wr wb, selamat malam dan salam sejahtera buat teman2 Rumah MSDM…salam kompeten..(ha3 kayak motivator ajah..)
Selamat datang kembali di Kulgram malam ini…terimakasih kepada Vina yang memoderatori kulgram kali ini, dan tentunya kepada bro Denny yang memberikan kesempatan saya untuk sharing pada kulgram kali ini…
Kupas tuntas SKKNI MSDM ini akan kita bagi menjadi 3 bagian besar untuk memudahkan rekan2 memahami latar belakang dan tujuan dibuatnya SKKNI MSDM, Proses penyusunan SKKNI MSDM sampai dengan proses sertifikasinya, dan implementasi SKKNI MSDM di perusahaan.
SKKNI MSDM tertuang dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 307 tahun 2014, ditandatangani pada tanggal 9 September 2014 oleh Bapak Muhaimin Iskandar yang kala itu menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di akhir-akhir masa jabatannya.  Dokumen ini dapat diunduh melalui https://www.pmsm-indonesia.com atau http://jdih.kemnaker.go.id/ atau yunus.triyonggo.wordpress.com. Dokumen setebal 487 halaman ini saya sarankan untuk tidak diprint out namun cukup disimpan dalam bentuk soft file dan dibaca serta dipelajari secara bertahap.
atau rasanya Vina sudah menyediakan dalam format yang dapat dibuka melalui iphone atau gadget sehingga lebih praktis..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Betul pak, format epub

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
iya betul Vin..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
skkni-msdm-kepmen-307-2014-epub

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Nah itu yang dimaksud he3…

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Siap….silakan dilanjut pak dengan materinya :blush:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Membaca SKKNI MSDM mesti mengerti kerangka besarnya sehingga memudahkan dalam pemahamannya. Secara garis besar SKKNI MSDM dikemas dengan kerangka seperti tampak dalam gambar berikut:

skkni-msdm-yunus-1
SKKNI MSDM disusun dengan mengikuti pendekatan RMCS yang direkomendasikan ILO sejak tahun 2006.  Sebelumnya, penyusunan standar kompetensi mempergunakan pendekatan MOSS (Model Occupation Skill Standard) namun pendekatan ini dinilai tidak memberikan fleksibilitas dalam penerapan standar kompetensi karena lebih terfokus pada posisi atau jabatan.

Penyusunan SKKNI MSDM diawali dengan penetapan apa Tujuan Utamanya, lalu diuraikan apa saja Fungsi Kuncinya, dilanjutkan dengan apa Fungsi Utamanya dan ditetapkan apa saja Fungsi Dasarnya.  Fungsi dasar inilah yang kemudian kita kenal dengan Unit Kompetensi.  Setiap Unit kompetensi diuraikan atas beberapa Elemen dan masing-masing elemen ditetapkan apa saja Kriteria Unjuk Kerja (KUK)nya. Di dalam pengukuran kompetensi berikutnya perlu juga ditetapkan Indikator Unjuk Kerja (IUK)nya. Nah..di setiap Unit Kompetensi akan diuraikan secara lebih detail apa saja Batasan Variabel dan Panduan Penilaiannya.

gimana Vin…bisa lanjutt…?

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
silakan pak, memang harus pelan2 ya baca SKKNI MSDM ini, karena cukup detail penjabarannya

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
he3 benar..dan tadi itu mesti tahu formatnya…agar tidak boring…

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
betul sekali pak :+1:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Sedangkan tahapan proses penyusunan SKKNI MSDM dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
skkni-msdm-yunus-2

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Wah ternyata cukup panjang prosesnya ya pak

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Penyusunan SKKNI dapat diinisiasi oleh Asosiasi Profesi atau Asosiasi Industri karena merekalah yang dianggap mengerti persyaratan kompetensi di profesinya masing-masing..

Perumusan Rencana SKKNI harus sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan SKKNI yang berada di instansi teknisnya
Untuk profesi MSDM, instansi teknisnya adalah Kementerian Ketenagakerjaan
Waktu itu PMSM selaku Asosiasi Profesi membentuk Tim Kecil untuk menginisiasi penyusunan draft SKKNI ini pada akhir 2013 dan mengikuti pelatihan penyusunan SKKNI selama 5 hari yang dibimbing oleh Instruktur dari Kemnaker hingga dihasilkan dokumen draftnya..saat itu terbentuk ada 68 Unit Kompetensi seingat saya…setelah melalui proses brainstorming dan perdebatan dan seruuuu namun konstruktif..

Nah setelah itu dilakukan proses verifikasi internal yang dilakukan oleh Tim Verifikator yang sudah dibentuk..sebelum masuk ke Pra Konvensi yang mengundang semua pemangku kepentingan..saat itu di adakan di Cipayung yang dihadiri oleh sekitar 100an peserta…
singkat cerita…setelah dilakukan verifikasi eksternal oleh Tim Kemnaker..baru diadakan Konvensi Nasional pada tgl 21 Juli 2014 di City Plaza Jakarta..hadirr saat itu 160an peserta dari seluruh stakeholders mulai dari Pakar HR, Praktisi HR, Pemerintah, Universitas, Konsultan HR, Asosiasi Profesi, Asosiasi Industri dan alhamdulillah semua sepakat untuk finalize Rancangan SKKNI MSDM menjadi SKKNI MSDM yang kita kenal sekarang ini…

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Wah lengkap ya pak para stakeholdersnya :clap:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Konvensi Nasional RSKKNI MSDM tersebut disebut2 sebagai konvensi yang terbaik sepanjang jaman..seperti yang dikatakan oleh Bapak Muchtar Azis Kasubdit Standarisasi Kompetensi saat menyambut acara penutupannya…
tahu ngga kenapa terbaik sepanjang jaman Vin?

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Kenapa pak?

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
karena hingga acara berakhir tidak ada satupun peserta Konvensi yang meningalkan tempat…karema acara ditutup dengan Buka Puasa bersama he3…kan saat itu bulan puasa…
udah kita kembali ke laptop nich Vin…
boleh minum dulu he3

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
oh hehehe timingnya pas ya pak :smiley:
iya silakan rehat sejenak pak Yunus

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Sedangkan setelah SKKNI MSDM dibuat, selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk 2 manfaat yaitu untuk pelatihan berbasis kompetensi, dan untuk proses sertifikasi profesi.  Secara skematis dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
skkni-msdm-yunus-3

Penerapan pertama adalah untuk capability building.  SKKNI MSDM dipergunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bidang profesi MSDM berupa pembuatan silabus, kurikulum, dan modul pelatihan profesi MSDM.  SKKNI MSDM dapat juga dimanfaatkan oleh LALPK (Lembaga Akeditasi Lembaga Pelatihan Kerja) dalam memberikan akreditasi kepada Lembaga Diklat Profesi (LDP).

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Interupsi sebentar pak…..

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
siappp

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Mau menginfokan kembali untuk pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/].

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.
Silakan dilanjut pak :blush:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue]
Manfaat kedua adalah untuk proses sertifikasi profesi.
SKKNI MSDM dapat dipergunakan untuk pedoman dalam pembuatan skema sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) hingga proses uji kompetensi untuk pemberian sertifikat profesi.
Selain itu SKKNI MSDM akan digunakan sebagai acuan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam proses pemberian lisensi kepada LSP.
Nah itulah teman2 selintas tentang SKKNI MSDM bagaimana proses penyusunannya hingga penggunaannya untuk membangun profesi MSDM di Indonesia.

Dengan adanya standar kompetensi ini maka profesi kita..profesi MSDM ini semakin kokoh dan diakui di dunia profesi karena sudah memiliki acuan yang jelas dan resmi dalam membangun kompetensi praktisinya.

Baca juga:  Giving Feedback, Gampang tapi Susah.

Nah sekarang kita coba mengenali apa isi dari SKKNI MSDM…
Untuk itu, teman2 silakan membaca secara seksama dokumen SKKNI MSDM itu..
namun karena tebalnya 487 maka rasanya akan lama dan boring kali yaaa,,,,hee3

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Harus dicicil ya pak bacanya :smiley:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
oleh karena itu agar tidak kesulitan, maka saya sudah siapkan satu halaman saja berupa gambar dimana teman2 akan dengan mudah sekali memahaminya…silakan perhatikan gambar di bawah ini
skkni-msdm-yunus-4
he3 iya Vin..mencicil..tidak hanya untuk bayar cicilan BTN..
Menjadi praktisi MSDM di Indonesia yang kompeten dipersyaratkan oleh SKKNI MSDM, menguasai 8 prasyarat dasar generik (soft competencies). Seorang praktisi MSDM yang kompeten memiliki:

  1. Integritas dalam mempraktekkan fungsi-fungsi MSDM di tempat kerja,
  2. Menunjukkan sikap kerja sama dengan semua pihak dalam organisasi,
  3. Memiliki kemampuan berkomuniasi yang efektif,
  4. Selalu mengutamakan kepuasan pelanggannya,
  5. Mampu menjalankan fungsi konsultasi baik ke bawah-atas-sejajar,
  6. Memiliki pemahaman bisnis yang lengkap,
  7. Menunjukkan jiwa kepemimpinan yang efektif,
  8. Mampu menjalin relasi dengan semua pemangku kepentingan dalam organisasi.

Itu digambarkan pada lingkaran tengah dalam gambar terdahulu..

Ke-delapan prasyarat dasar generik ini merupakan hasil dari kajian selama proses penyusunan SKKNI MSDM yang lalu dengan referensi dari SHRM, CIPD, dan bukunya Seema Sanghi. Setiap item telah dijabarkan secara lebih detail mengenai definisinya, sub-komponennya, apa saja perilaku yang mendukung, dan tingkat profisiensinya.  Silakan membacanya secara lebih detail di Bab I SKKNI MSDM.

Selain prasyarat dasar generik, seorang praktisi MSDM di Indonesia dituntut untuk menguasai Bahasa Indonesia melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dengan minimal skor level unggul yaitu 525.  Uji dapat dilakukan melalui online dengan mengakses ke website Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa http://badanbahasa.kemdikbud.go.id.

Sampai disini..moga2 mulai jelas yaa..pemahaman tentang SKKNI MSDM

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Iya pak, jadi semakin jelas apa itu SKKNI MSDM :+1:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue]
mantap…
Selanjutnya masuk Bab II berisikan kompetensi teknis praktisi MSDM yang dikemas dalam 9 klaster, yaitu:

  1. Strategi dan Perencanaan Pengelolaan SDM
  2. Pengadaan SDM
  3. Pengembangan Organisasi
  4. Pembelajaran dan Pengembangan
  5. Manajemen Talenta
  6. Pengelolaan Karir
  7. Pengelolaan Manajemen Kinerja dan Remunerasi
  8. Hubungan Industrial
  9. Layanan Administrasi dan Sistem Informasi Pekerja

Nah inilah yang sering kita kenal dengan Kompetensi Teknis
Seorang praktisi MSDM yang handal harus menguasai Unit Kompetensi yang tercakup dalam 9 klaster tersebut
Total Unit kompetensi dalam seluruh 9 klaster tersebut adalah 104 unit
Dan mengacu pada peruntukannya maka Unit Kompetensi tersebut dapat dikemas baik dalam pembuatan modul Pelatihan Berbasis Kompetensi, maupun dalam proses pembuatan Skema Sertifikasi hingga proses ujii kompetensinya.
Untuk lebih detailnya, apa saja Unit Kompetensi yang ada di dalam setiap klaster, silakan membuka SKKNI MSDM atau melihat buku Standar Kompetensi Praktisi MSDM di Indonesia di bawah ini:
Tentunya kalau mau dijabarkan detail disini, nanti takutnya waktunya tidak cukup..mungkin perlu kopdar atau kulgram lagi he3..

skkni-msdm-yunus-5
he3 sekalian promosi..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Tenang pak, jika diperlukan kita akan bikin Kulgram sesi II untuk pak Yunus :smiley:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
he3 siapp Vin dan teman2..
Bagaimana apakah boleh minum dulu he3…

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Silakan pak :blush:
Kembali diinfokan, untuk pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/].

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Setelah memiliki standar kompetensi tersebut lalu apakah yang bisa kita lakukan agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi praktisi MSDM di seluruh wilayah Indonesia sehingga dapat menjadikan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Pendekatan strategis dalam akselerasi peningkatan kompetensi praktisi MSDM dapat diilustrasikan dengan gambar di bawah ini:

skkni-msdm-yunus-6

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Sudah selama kurang lebih 1 jam kita memperoleh materi yang cukup kaya dari pak Yunus….bagaimana pak apakah perlu waktu tambahan?

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Landasan hukum dari strategi ini adalah:

  • Kepmenakertrans nomor 307 tahun 2014 yaitu SKKNI MSDM
  • Kepmenakertrans nomor 346 tahun 2014 yaitu SKKNI Hubungan Industrial
  • Kepmenaker nomor 435 tahun 2015 yaitu Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia bidang MSDM.

iya Vin sedikit lagi boleh yaa…

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Siap….silakan pak :blush:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Sedangkan untuk menggerakkan program peningkatan kompetensi diperlukan adanya Lembaga Diklat Profesi (LDP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang MSDM.
LDP mempersiapkan kurikulum, silabus, dan modul pelatihan berbasis kompetensi, sedangkan LSP menyiapkan skema sertifikasi dan materi uji kompetensi serta asesor bersertifikasi untuk menjalankan proses sertifikasi profesi.  Kedua lembaga ini mendasarkan pada SKKNI MSDM di dalam pengembangan dokumen2 yang diperlukan dalam menjalankan fungsinya.

Saat ini sudah ada beberapa LDP yang sudah menjalankan program2 pelatihan MSDM berbasis kompetensi, dan beberapa LSP yang sudah mendapatkan lisensi BNSP untuk uji sertifikasi kompetensi.

Diharapkan ke depannya akan semakin banyak terbentuknya LDP dan LSP di seluruh wilayah Indonesia, sehingga proses peningkatan kompetensi praktisi MSDM dapat terjadi dan terbuka di seluruh wilayah Indonesia.  Saya mengajak kepada semua anggota Rumah MSDM untuk bersatu padu untuk memajukan dunia MSDM di Indonesia dan mengambil peran aktif dalam model tersebut di atas sesuai dengan penguasaan bidangnya masing2.

Sedangkan untuk memperkokoh gerakan peningkatan kompetensi praktisi MSDM di Indonesia, saya mencoba untuk merancang modelnya seperti tampak di gambar berikut ini:

skkni-msdm-yunus-7

Diperlukan 3 percepatan berdasarkan wawancara dan FGD yang melibatkan 16 Pakar MSDM yaitu percepatan program pelatihan MSDM berbasis kompetensi, pendirian LSP bidang profesi MSDM, dan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi berbasis SKKNI.

Sebagai contoh, penerapan SKKNI MSDM di perusahaan sudah dilakukan untuk para manajer SDM supplier PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebanyak 50 orang dan telah mengikuti 2 batches pelatihan berbasis kompetensi pada Oktober-November 2016.  Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk menstandarisasi kompetensi para praktisi MSDM di lingkungan supplier Toyota sehingga dapat mengelola SDM di perusahaan masing-masing secara lebih efisien dan berdaya saing.

Mengenai manfaat penerapan SKKNI MSDM melalui program pelatihan berbasis kompetensi ini tentunya akan dievaluasi beberapa bulan mendatang, namun demikian berdasarkan umpan balik dari para peserta didapatkan beberapa masukan yang menyatakan bahwa dengan mengikuti pelatihan tersebut, para peserta berhasil mendapatkan kajian yang holistic tentang fungsi-fungsi MSDM dan mengerti jalurnya untuk menjadi kompeten dan bagaimana prosedur untuk mengikuti proses sertifikasi profesi di LSP.

Yang terakhir ulasan mengenai standar kompetensi praktisi MSDM adalah bagaimana mem-branding profesi MSDM sehingga menjadi preferred profession bagi stakeholders.  MSDM adalah profession dan sebagai profesi maka MSDM harus memiliki standar kompetensi yang obyektif, relevan, terukur, dan mampu telusur.  Sebagai sebuah profesi MSDM harus memiliki kode etik yang menjadi referensi bagi semua praktisi MSDM dan dipahami serta dipertahankan kuat2 di dalam mempraktikkan profesinya.  Sebagai sebuah profesi, MSDM harus memiliki sistem yang kuat dalam proses pencetakan tenaga-tenaga profesional di bidang MSDM. Dan di sinilah diperlukan pelatihan berbasis kompetensi yang dapat diakses oleh sebagian besar praktisi MSDM di seluruh Indonesia sehingga secara agregat dapat mengelevasi kualitas praktisi MSDM Indonesia.

Kenapa kita perlu melakukan akselerasi peningkatan kompetensi praktisi MSDM di seluruh sektor industri di seluruh Indonesia? Karena Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara-negara di ASEAN seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

skkni-msdm-yunus-8

Hanya di area Makro Ekonomi, Ukuran Pasar dan Inovasi saja Indonesia mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, itupun tidak terlalu signifikan.  Di area yang lain, kita mengalami penurunan level competitiveness dibandingkan negara2 lain di ASEAN. Kita masih jauh di bawah Singapura dan Malaysia dan relatif lebih baik daripada Philipina dan Vietnam.

Adalah menjadi tanggung jawab para praktisi MSDM di seluruh Indonesia untuk menjadi kompeten dan memastikan SDM di bawah binaannya menjadi SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Selamat mengambil peran dalam kancah mengejar ketertinggalan ini, minimal memastikan kita dan anak buah kita kompeten di bidangnya.  Sebagai praktisi MSDM kita berpeluang besar untuk mengubah arah bangsa dan negeri ini menjadi semakin baik dan berdaya saing.

Terima kasih atas kesempatannya untuk sharing di Kulgram Rumah MSDM dan semoga bermanfaat.

Wassalamu alaikum wr wb.  Salam kompeten…!!

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Wa alaikumsalam wr wb pak Yunus…..
Masih banyak pe er kita sebagai praktisi MSDM sepertinya ya pak :sweat_smile:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
iyaa dan negeri ini memanggil kita semua praktisi MSDM untuk do something for nation

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Mungkin pak Yunus ingin rehat sejenak sambil saya mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk?

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
siappp

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Kepada para bapak ibu yang ingin bertanya, silakan kirimkan ke link ini [https://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/].

Rumah MSDM
Pertanyaan Kulgram
Visit the post for more.
Sudah siap untuk menjawab pertanyaan pak?

Baca juga:  Membangun Unit Kerja MSDM (Multi Generasi di Tempat Kerja)

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
:ok_hand:

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Oke
Untuk pertanyaan pertama dari pak Agus Sutarna (UpQuality)
1). Dokumen tsb belom secara lengkap mencerminkan Kebutuhan akan SKEMA SERTIFIKASI terutama terkait dengan skema KUALIFIKASI NASIONAL & juga OKUPASI.
Bagaimana langkah selanjutnya Pak agar keinginan tsb bisa terwujud..?
2). Bagaimana “kita” para praktisi MSDM bisa berkontribusi dalam Pengembangan lebih lanjut Skema Sertifikasi agar dapat sejajar dgn masyarakat MSDM ASEAN..?
Terima kasih Bapak….barokallah

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue]
Baik..terimakasih mas Agus atas pertanyaannya yang kritis
untuk no 1 barangkali yang dimaksud adalah skema sertifikasi berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesi (KKNI) yaa
Memang skema sertifikasi berdasarkan KKNI belum disusun di LSP
Yang sudah ada yang saya tahu adalah Skema Sertifikasi Manajer SDM dan Supervisor SDM..yakni skema berdasarkan okupasi

pada kesempatan mendatang sedang diselesaikan skeman sertifikasi berdasarkan klaster seperti misalnya Manajer Rekrutmen & Seleksi, Manajer Pelatihan dan Pengembangan, Manajer Remunerasi, Manajer Hubungan Industrial, Supervisor Rekrutmen & Seleksi, Supervisor Pelatihan & Pengembangan, Supervisor Hubungan Industrial

he3 thanks pak Ruky,,guru saya, dosen pembimbing saya dan suhu saya

jadi untuk menjawab pertanyaan no1, langkah selanjutnya adalah mempercepat penyusunan skema sertifikasi seperti yang saya sebutkan di atas dan dimintakan lisensi segera ke BNSP agar dapat dilaksanakan sertifikasi untuk jabatan2 okupasi tersebut

Kalau untuk pertanyaan kedua, ini jauh lebih strategis karena akan masuk pada ranah saling pengakuan dan penyetaraan
Profesi MSDM di Indonesia akan segera masuk dalam proses Mutual Recognition Agreement (MRA) dimana akan disetarakan dan saling pengakuan dengan profesi HR di negara2 lain di ASEAN
pada saat sudah dilakukan saling pengakuan dan kesetaraan maka akn terjadi free flow of skilled labour – praktisi HR antar negara2 di ASEAN

Kontribusi yang diperlukan dari kita semua praktisi MSDM di Indonesia adalah pastikan kita kompeten di bidang profesi kita, dan lakukan peningkatan kompetensi kita dan rekan2 kita di seluruh wilayah Indonesia sehingga saat terjadi borderless world maka kita sudah siap
moga2 sedikit membantu menjawab pertanyaan mas Agus..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
baik pak Yunus….sekarang lanjut ke pertanyaan berikutnya dari pak Denny Jd (PT HCG):
Selamat malam Pak Yunus,
Penjelasan yang sangat luar biasa mencerahkan.
Saya tertarik dengan penjelasan dibagian ini:
“Sedangkan setelah SKKNI MSDM dibuat, selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk 2 manfaat yaitu untuk pelatihan berbasis kompetensi, dan untuk proses sertifikasi profesi.”
Mengenai proses sertifikasi profesi dalam hal ini LSP, kebetulan saya sudah mempelajari prosesnya dan sangat diatur oleh Pedoman BNSP. Nah, mengenai pelatihan berbasis kompetensi ini siapa yang mengatur? Karena sekarang banyak program-program yang dalam deskripsinya bilang “berbasis kompetensi SKKNI MSDM”. Mohon arahan Pak Yunus.
Terima kasih.

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
He3 bro Denny cukup jeli juga melihat hal2 ini..

Iya memang benar kalau mendirikan LSP dan mendapatkan lisensi untuk skema sertifikasi memang sangat regulated by BNSP
namun untuk LDP masih belum ketat pengawasannya atau regulasi yang mengaturnya
saat ini hanya LDP yang mencetak tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri saja yang dipersyaratkan harus terakreditasi by LALPK
sedangkan untuk bidang2 yang lain masih belum mandatory untuk mendapatkan akreditasi dari LALPK
namun demikina bila kita mendirikan LDP maka saya sarankan untuk tetap mengikuti kaidah2 baku dalam penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi sesuai SK Dirjen Pembinaan Pelatihan dan PRoduktivitas Kemnaker RI

Setiap Unit Kompetensi yang kita buatkan modul nya harus memiliki Buku Informasi, Buku Kerja, Buku Penilaian, Instuctor Guide, Learning Guide, serta Silabus dan Kurikulumnya.
Demikian juga cara delivery nya harus benar2 memperhatikan pemenuhan aspek ASKERA – Attitude, Skill, Knowledge, Experience, Responsibility, dan Accountability
demikian kira2 Mas Denny penjelasan yang bisa saya share…

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue]
Lanjut ke pertanyaan berikutnya pak?

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue]
yaa ok…pegel juga ya ngetiknya…biasa dibantu orang kalau ngetik di kantor he3

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
hehehe…olahraga jari ya pak :sweat_smile:

ok, pertanyaan selanjutnya dari ibu Indria Ratna Hapsari (Tetra Pak):
Jika seseorang dinyatakan lulus uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat akankah menjamin bahwa yang bersangkutan akan menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding dengan orang lain yang tidak memiliki sertifikat kompetensi? Jika tidak ada perbedaan dalam kinerja, bagaimana kita bisa meyakinkan industri bahwa SKKNI ini diperlukan?

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Wow mba Indri ini pertanyaannya sudah masuk ke ranah reputasi dan kredibilitas dari misi sertifikasi
Tidak ada jaminan bahwa yang bersertifikasi itu lebih capable dibandingkan dengan yang belum
program sertifikasi sendiri secara filosofis ditujukan untuk membangun standarisasi kompetensi
dan melalu proses uji kompetensi yang prudent seyogyanya akan mencipatkan diferensiasi dalam dunia profesi

apalagi Indonesia ini menerapkan sistem ini setelah sekian lama tertinggal dibandingkan negara2 lain sehingga masuknya sudah di tengah2 dimana capability building di dunia profesi udah dilakukan oleh stakeholder yang memang melihat pentingnya keahlian dan kemahiran di profesi tersebut untuk menopang efektifitas organisasi dalam mencapai tujuannya.

sehingga dengan demikian maka gerakan sertifikasi ini menjadi urgent apda saat kita dituntut untuk menerapkan karena dunia sudah menjadikannya mandatory

namun demikian kita juga harus bijak menerapkan keharusan bersertifikat ini di dunia profesi MSDM di Indonesia

dalam beberapa diskusi dengan Pak Hanif Dhakiri, beliau selalu berpesan untuk secara memadai melengkapi insfrastruktur nya dulu sebelum benar2 memberlakukan kewajiban bersertifikasi ini
dan saya termasuk setuju dengan pandangan ini

oleh karena itu marilah kita giatkan gerakan sosialisasi SKKNI MSDM di semua komunitas HR dan para stakeholders, kemudian berlomba2 mendirikan LDP yang menyediakan dan menawarkan program pelatihan berbasi kompetensi bagi praktisi MSDM di Indonesia, serta segera membentuk LSP profesi MSDM di Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga akses proses sertifikasi dapat dijangkau oleh semua praktisi MSDM di seluruh wilayah Indonesia.

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Walaupun berlomba2, tentunya tetap harus sesuai dengan prosedur ya pak :smiley:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
proses buy in konsep sertifikasi profesi MSDM di Indonesia saat ini masuk pada tahap “storming” dimana masih muncul keragu2an dan ketidakpercayaan baik dari praktisi MSDM itu sendiri, maupun dari sisi penggunanya yakni para pimpinan perusahaan/organisasi, para CEO

he3 iya dong Vin,.,tetap mengikuti prosedur dan tahapan bakunya..ora iso asal2an..nanti menghasilkan yang abal2..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
benar sekali pak :+1:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Oleh karena itu gerakan peningkatan kompetensi praktisi MSDM di seluruh wilayah tanah air menjadi sesuatu yang urgent dan penting terlepas apakah akan menajdi bersertifikasi atau tidak, yang penting peningkatan kompetensi praktisi MSDM secara agregat di semua sektor industri insya Allah akan meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia

demikian mab Indri..melihat pertanyaannya, tampaknya kita mesti lanjutkan dengan kopdar nich..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Banyak yang harus didiskusikan ya pak :smiley:

Kita lanjut ke pertanyaan berikutnya….

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
he3..iyaaa
ok

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Dari ibu Maria Devi R (Delta Group):
1. Banyak Pimpinan Organisasi Bisnis  yang yakin dan telah membuktikan bahwa orang yang tepat untuk memimpin fungsi MSDM adalah para eksekutif perusahaan yang sangat menguasai proses bisnis dan memiliki “business accumen” yang sangat kuat. Dan bisa jadi mereka tidak memiliki sertifikat profesi seperti SKKNI. Apakah mereka dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi pimpinan puncak bidang MSDM?
2. Apakah persyaratan memiliki SKKNI harus menjadi persyaratan bagi mereka yang mengisi jabatan pimpinan MSDM khususnya direktur?
3. Apa peran PMSM dalam 1 atau 2 tahun mendatang mengenai implementasi SKKNI MSDM? Karena diliat dari penjelasan pak Yunus, bahwa sekarang lebih banyak digerakkan oleh LSP, LDP maupun organisasi bisnis itu sendiri

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue]
Ohh..mantap nich pertanyaan dari Mba Maria

Pemberlakuan wajib bersertifikasi bagi praktisi MSDM masih belum diterapkan di Indonesia
namun dalam waktu dekat kita akan terus yakinkan pihak pemerintah sebagai regulator pada saatnya yang tepat nanti untuk mengeluarkan regulasi tersebut

dengan demikian “sertifikat” adalah bentuk pengakuan secara formal yang dapat dijadikan sebagai diferensiator dalam dunia profesi, namun demikian dalam contoh yang disampaikan mba Maria tadi menunjukkan bahwa ada juga kompetensi yang sudah terbentuk secara informal.  Dalam contoh tadi, ybs sudah memiliki Business Acumen yang kuat sehingga lebih mudah menjalankan tugas2nya sebagai Head of HR di organisasinya.

Oleh karena itu hal ini sesuai dengan salah satu persyaratan soft competency dalam 8 prasyarat dasar generik, yaitu Pemahaman Bisnis (Business Acumen) dimana seorang praktisi MSDM harus menguasai prasyarat dasar generik tersebut sebelum masuk dalam penguasaan kompetensi teknisnya.

Pertanyaan no 2 sudah saya jawab di uraian sebelumnya, yakni saat ini belum menjadi kewajiban.  Namun demikian pada saatnya nanti Regulator akan dapat mengeluarkan aturan dimana sertifikasi profesi akan menjadi mandatory bagi para praktisi MSDM yang menanda-tangani PKB, PP, atau Perjanjian Kerja.  Hal ini mengingat selain masih banyak kasus2 hubungan industrial yang berawal dari dokumen2 ini, juga untuk memastikan kompetensi setiap praktisi MSDM yang terlibat dalam signing dokumen2 resmi yang berdampak jangka panjang, sehingga peluang terjadinya industrial dispute dapat diminimalisir.

Baca juga:  Industrial Relations: Bersinergi dengan Serikat Pekerja

ide yang lain adalah dengan memberikan jeda waktu tertentu midal 1 atau 2 tahun sejak dikeluarkannya aturan wajib bersertifikasi sehingga semua pihak yang terlibat dapat menyiapkan infrastruktur nya sehingga siap pada saaat diberlakukannya wajib bersertfikasi tadi

PMSM sebagai asosiasi profesi akan menempati posisi stratgis dalam mensosialisasikan keberadaab SKKNI MSDM ini melalui jaringannya yang luas ke seluruh wilayah Indonesia.  Saya melihat di berbagai aktivitas PMSM sudah melakukan hal ini dan diharapkan lebih kencang lagi untuk menggerakan seluruh stakeholders dalam peningkatan awareness tentang SKKNI MSDM ini.

PMSM akan dapat memainkan peran sebagai umbrella dari seluruh kegiatan profesi MSDM di Indonesia dan memberikan pengayoman atas semua pelaku profesi MSDM dan memberikan pedoman Kode Etik profesi serta memperjuangkan kehormatan profesi MSDM di tengah2 kancah keprofesian di Indonesia dan dunia.

demikian Mba Maria penjelasan saya..semoga dapat sedikit membantu memberikan pencerahan..

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Wow…penjelasan yang cukup komprehensif dari pak Yunus :+1:

Sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan yang sudah masuk, namun karena keterbatasan waktu maka pak Yunus dapat menjawab di lain waktu :blush:

Sebelum Kulgram malam ini ditutup, silakan pak Yunus untuk memberikan kesimpulan dari materi malam ini

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Tue] 
Baik Vin..

Baiklah..sebelum ditutup, saya mengucapkan terimakasih kepada teman2 yang online mengikuti kulgram malam ini, mohon kiranya bila ada hal2 yang kurang berkenan.
Intinya, SKKNI MSDM ini hanyalah seonggok dokumen..akan menjadi bermanfaat tatkala kita menajdikannya pedoman untuk akselerasi peningkatan kompetensi praktisi MSDM melalui modul pelatihan berbasis kompetensi serta didukung dengan uji kompetensi menuju sertifikasi profesi.
Menjadikan SKKNI MSDM alive adalah tugas kita semua sebagai praktisi MSDM, kalu bukan kita siapa lagi yang dapat kita andalkan untuk memperkokoh profesi kita ini…
Tatkala MRA sudah dilakukan nanti maka persaingan bebas praktisi MSDM akan terjadi di Indonesia dan ASEAN
maka menjadi praktisi MSDM yang kompeten sudah menjadi keharusan baik karena ada MEA maupun karena memang sudah menjadi tuntutan di dunia kerja…kita harus kompeten di bidang kita

Demikian Vin, closing remark saya..sekali terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi malam ini…terimakasih kepada teman2 yang mengelola Rumah MSDM..luarrrr biasaaa….

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [Tue] 
Terima kasih kepada pak Yunus atas Kulgram yang sangat kaya pada malam ini, yang pastinya sangat bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan tentang SKKNI MSDM.
Mohon maaf apabila ada hal2 yang kurang berkenan….dengan ini Kulgram untuk malam ini kami tutup. :pray:
Silakan bagi yang masih ingin tinggal di Rumah, menikmati kopi dan hidangan ala kadarnya
:blush:
Selamat malam

Forwarded message: denny Jd [Tue]
Pak Yunus, terima kasih banyak penjelasannya. Mencerahkan.
Minta maaf kepada pak Achmad S. tadi pujian kepada pak Yunus ditengah Kulgram harus didelete karena rules.

Berikut saya copy paste asli dari beliau kepada pak Yunus:
Selamat Malam Pak Yunus.
Sambil menunggu Vina mengumpulkan pertanyaan untuk Pak Yunus, saya sejak awal mengikuti Kulgram anda.
Saya ingin mengulangi bahwa di Indonesia ini, saya yakin bahwa yang paling kompeten untuk menjelaskan ttg SKKNI MSDM adalah Pak Yunus Triyonggo. :pray:
Terima kasih untuk Pak Yunus yang telah berkeman bernagi di Group ini.
Kapan kapan berbagi lagi lho.ya :pray:

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [7:58 AM] 
Selamat pagi bapak ibu sekalian :smiley:
Masih berkaitan dengan Kulgram tadi malam, saat ini pak Yunus sudah bersedia untuk menjawab pertanyaan yang belum sempat terjawab tadi malam
Yaitu pertanyaan dari Anggraini (IPB):
Terima kasih paparannya, Pak Yunus. Ringkas dan padat informasi. Sertifikasi ini sangat menantang di tataran implementasi. Sejauh mana pentingnya sertifikasi profesi bagi fresh graduate yg siap masuk pasar kerja? Terima kasih.
Silakan pak Yunus untuk menjawab :blush:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [8:01 AM] 
Wow pertanyaan yg mendasar sekali dari bu Nining..

Kalau kita perhatikan selama ini praktek yg dilakukan dunia industri dalam pemenuhan talent di karir HR..diambik dari any disiplin..lalu dilatih on the job training dan jadilah seperti kita2 sekarang ini he3

Nah manakala kita mampu menawarkan platform pendidikan tinggi yg sejak awal sudah dibekali dg framework HR apalagi disertifikasi seperti yang bu Nining hagas tsb..maka wow..Indonesia akan lebih akseleratif lagi dalam membangun SDM di seluruh sektor menjadi semakin produktif dan berdaya saing

Gagasan prodi s1 msdm sedang berlangsung dan beberapa PT yg memiliki peminatan msdm didukung oleh PMSM sudah memasukkan proposal ke Dirjen Belmawa Kemendiktiristek agar dapat memasukan prodi s1 msdm dalam daftar nomenklatur prodi s1 yg akan segera diterbitkan

Beberapa pihak ada juga yg berpendapat bahwa MSDM lebih tepat diposisikan di level S2 dg asumsi peserta didiknya merupakan para praktisi MSDM yg sudah memiliki pengalaman kerja

Beberapa lagi yg lain berpendapat apabila jalur kemendiktiristek tidak terlalu akomodatif thd usulan prodi s1 msdm..kita bisa saja mendirikan D4 terapan yg relatif lebih mudah dijalankan..walaupun mungkin namanya kurang seksi he3

Namun demikian apapun inisiatif nya yg penting ada kepedulian u mencetak talent yg lebih ready dan memiliki pemahaman HRM yg rounded

Dengan adanya talent yg spt ini akan dapat menawarkan opsi ke dunia industri u tidak terlalu besar berinvestasi dalam mendapatkan talent di bidang HR

Kalau tentang peluang memberikan sertifikasi MSDN kepada lulusan di PT..menurut sy hal itu sangat mungkin dilakukan dengan of course menyesuaikan kurikulum pendidikan referred to SKKNI MSDM dan mahasiswa diberikan space yang lebih besar u melakukan pemagangan di Industri shg mereka punya kesempatan u cetak portfolio guna mengikuti proses uji kompetensi nanti di LSP

Bukankah semestinya PT harus melakukan reorientasi bagaimana melakukan perombakan kurikulum sesuai dengan apa yg dibutuhkan industri…SKKNI MSDM menjadi salah satu referensi dalam upaya mencetak lulusan yg siap pakai dalam berkarir di profesi HR

Demikian bu Nining..pandangan sy..btw beliau ini adalah dosen pembimbing disertasi sayam.he3

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [8:17 AM] 
Terima kasih pak Yunus :+1:
Untuk pertanyaan berikutnya, bapak penanya rupanya sudah bertanya langsung ke pak Yunus melalui japri dan saya di-forward chat-nya
Dengan demikian, saya akan forward ke sini (tentunya sudah dengan persetujuan bapak penanya) agar dapat menjadi tambahan informasi bagi kita semua di Rumah :blush:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [8:20 AM] 
:+1::heart_eyes:

Forwarded message: Parlin Silalahi [Wed] 
Selamat pagi pak Yunus

Menarik kulgram td mlm, saya ingin bertanya

Apakah kedepannya kompentensi dijadikan bahan utama dalam rekrutmen dan seleksi ? Atau akan digunakan juga dalam hal promosi, transfer dan demosi ? Yang pada akhirnya juga apakah akan berpengaruh terhadap kompensasi dan benefit ?
Terima kasih

Forwarded message: Yunus Triyonggo [Wed] 
He3 bro Parlin..anda sangat futuristk pemikirannya

Pak Hanif sudah sangat sering nyindir2 para praktisi msdm di indonesia..mbok yao kalau pasang iklan rekrutmen itu jangan mulu taruh persyaratan..min D3 atau min S1 dst dst

Coba pakai..min bersertifikasi level apa gitu di bidang profesi ini itu dll…

Karena terbukti bahwa lulusan PT atau SMK apalagi SMU saat ini sangat tidak siap pakai..selama pihak pendidikan formal tidak mengindahkan profil TK yg dipersyaratkan di industri

Nah bagaimana caranya memahami persyaratan dari industri..disinilah peran SKKNI berada

Tentunya penerawangan bro Parlin valid adanya..dimana..dimasa yad standar kompetensi akan menjadi pilihan bagi pelaku bisnis untuk menjustifikasi mutasi, promosi, dan personnel actions lainnya dalam HRM

Bukankah selama ini dalam Talent Development and or discussion kita selalu berdiskusi dg mendasarkan pada profil kompetensi Talent

Salah satu kompetensi yg harus dimiliki praktisi MSDM seperti yg ada dalam SKKNI MSDM adalah mampu menyusun model kompetensi beserta pengukurannya
Demikian bro Parlin..thanks atas atensinya u topik ini..:+1::blush:

Forwarded message: Parlin Silalahi [7:47 AM] 
Komprehensif sekali pak, skali lagi terima kasih atas jawabannya. Saya pribadi memang menginginkan profesi HR itu seperti akuntan, pengacara, dokter, dan yang sejenis keahlian dimaksud dimana ada kejelasan dlm profesi dan kemampuan yang didukung oleh asosiasi profesi.

Forwarded message: Yunus Triyonggo [7:52 AM]
Harus begitu otherwise akan di bully mulu kita

Forwarded message: Lavinia Budiyanto [8:21 AM]
Demikian….selesai PR nya pak Yunus untuk menjawab pertanyaan2 yang belum terjawab tadi malam…..sekali lagi terima kasih pak Yunus :pray:

Forwarded message: Yunus Triyonggo [8:24 AM]
Mantap Vin..thanks telah membawakan diskusi topik SKKNi MSDM ini secara lengkap dan tuntas